7 fakta di balik mitos seputar kehamilan

Bentuk perut saat hami merepresentasikan jenis kelamin bayi Anda. Benarkah?

3,099 views   |   12 shares
  • Meskipun zaman sudah berubah dan teknologi mengambil peran penting dalam kehidupan, nyatanya masih banyak orang percaya dengan mitos. Ada beberapa mitos, khususnya seputar kehamilan, yang perlu diluruskan kebenarannya supaya tidak makin menimbulkan keresahan pada ibu-ibu hamil, berikut 7 di antaranya:

  • 1. Minum air es selama kehamilan akan membuat bayi mengalami obesitas

  • Tidak ada kaitan antara minuman dingin dengan pertumbuhan janin yang abnormal ujar Dr. Grace Valentine Sp. OG, sebagaimana dimuat laman www.klidokter.com. Beliau mengatakan "Mengonsumsi es atau minuman dingin saat hamil tidak membuat janin membesar. Hal penting perlu diwaspadai justru bukan es atau airnya, tetapi campuran apa yang ada di dalam cairan tersebut. Pertumbuhan janin yang abnormal selama kehamilan lebih sering diakibatkan oleh asupan gula dan kalori yang berlebihan."

  • 2. Nanas dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau bayi lahir prematur

  • Belum ada bukti secara ilmiah apakah betul nanas dapat menyebabkan terjadinya keguguran serta membuat bayi lahir prematur. Padahal, nanas merupakan salah satu jenis buah yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi karena kandungan vitamin C nya yang cukup tinggi. Memang, mengonsumsi nanas secara berlebih juga tidak diajurkan, selain dapat menyebabkan sakit perut, senyawa bromelain yang dimiliki oleh nanas dapat menyebabkan perdarahan.

  • 3. Minum air kelapa muda dapat memperlancar proses persalinan

  • Hingga saat ini masih banyak yang percaya kalau ibu hamil harus sering-sering minum air kelapa muda supaya proses persalinannya lancar dan bayi lahir dengan kulit putih bersih. Faktanya, tidak ada hubungan antara air kelapa muda dengan lancaranya proses persalinan, maupun dengan kondisi kulit bayi. Lancar tidaknya suatu proses persalinan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, sedangkan kondisi kulit bayi lebih dipengaruhi oleh faktor genetik yang diturunkan oleh kedua orang tuanya.

  • 4. Ibu hamil harus banyak makan, kalau tidak anaknya nanti ngileran

  • Memang selama kehamilan seorang ibu harus mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya, hal ini cukup beralasan karena janin mendapatkan pasokan nutrisi dari makanan yang ibu konsumsi. Akan tetapi, bukan berarti ibu hamil harus makan segala hal yang dia inginkan (ngidam). Sebaliknya, ibu hamil harus lebih memprioritaskan nilai gizi yang dikandung oleh makanan yang ia konsumsi ketimbang berapa banyak jumlah makanan yang mampu ia habiskan.

  • Advertisement
  • 5. Ibu hamil dilarang berhubungan intim karena dapat menyebabkan keguguran

  • Masih simpang siur antara boleh atau tidak melakukan hubungan intim selama kehamilan. Namun, informasi yang disampaikan oleh Arinda Veratamala dari hallosehat, menyebutkan "Ibu hamil masih boleh melakukan hubungan intim selama kondisi kehamilannya sehat dan normal. Berhubungan intim tidak akan menyebabkan bayi terluka karena kantung ketuban dan otot rahim ibu melindunginya dari benturan. Reaksi bayi bergerak setelah Anda mencapai orgasme juga normal, ini merupakan reaksi bayi terhadap detak jantung Anda yang meningkat setelah melakukan hubungan intim." Jika Anda masih ragu dengan hal ini sebaiknya konsultasikan dengan dokter yang membantu menangani proses kehamilan Anda.

  • 6. Bentuk perut ibu hamil menunjukkan jenis kelamin janin

  • Jangan terkecoh, tidak ada kaitan antara bentuk perut ibu hamil dengan jenis kelamin yang ada dalam kandungan. Faktanya, bentuk perut ibu hamil sangat dipengaruhi oleh bentuk tubuh dari ibu hamil itu sendiri. Bentuk perut ibu hamil dengan postur tubuh mungil tentu saja sangat berbeda dengan perut ibu hamil dengan postur tubuh tinggi besar.

  • 7. Ibu hamil serta suami dilarang membunuh atau menyakiti hewan, jika tidak bayi lahir dengan kondisi fisik tidak sempurna

  • Faktanya tidak ada bukti kuat untuk membenarkan kepercayaan tersebut. Masyarakat umumnya hanya mengkait-kaitkan suatu kejadian dengan sebuah perilaku yang baru saja dilakukan. Risiko membunuh hewan baik dilakukan oleh pihak suami maupun ibu hamil lebih cenderung pada faktor psikologis. Selama kehamilan, ibu dan suami hendaknya bisa lebih prihatin dan menunjukkan cinta kasihnya kepada seluruh makhluk hidup supaya anak yang dilahirkan kelak memiliki budi pekerti luhur.

  • Tentunya masih ada banyak mitos-mitos seputar kehamilan yang wajib diluruskan. Saat ini ilmu pengetahuan telah berkembang pesat, mendapatkan informasi seputar kehamilan juga tidak lagi sulit dilakukan. Oleh karena itu, jangan serta merta percaya dengan sesuatu yang belum diketahui kebenarannya. Jika Anda ragu dan butuh penjelasan secara ilmiah, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan petugas medis yang terpercaya.

Bantu kami menyebarkan

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

7 fakta di balik mitos seputar kehamilan

Bentuk perut saat hami merepresentasikan jenis kelamin bayi Anda. Benarkah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr