5 hal paling menyakitkan yang sering dilakukan suami dan terlalu takut dikemukakan oleh istri

Pribadi suami yang keras dan ketakutan Anda untuk 'speak up' menimbulkan riak-riak dalam pernikahan Anda. Cermati 5 hal paling menyakitkan yang sering dilakukan suami, namun Anda terlalu takut untuk mengemukakan keberatan terhadapnya.

5,132 views   |   36 shares
  • Ladies, berapa sering Anda berharap suami dapat membaca pikiran Anda sehingga Anda tidak perlu memberikan aneka sinyal kepadanya? Teringat sebuah film berjudul What Women Want, dimana Mel Gibson mendadak memiliki kemampuan membaca pikiran para wanita dan membuatnya terpekur betapa rumitnya isi pikiran kaum Hawa.

  • Kebanyakan lelaki dididik untuk menjadi pribadi yang tegas dan apa adanya. Banyak berbasa-basi atau berkata implisit, bagi sebagian pria, dianggap sebagai penurun maskulinitas. Padahal, seringkali sikap straight forward ini menorehkan luka dan menyinggung perasaan pasangan mereka yang berbeda gender. Di sisi lain, mayoritas wanita (khususnya dalam adat Ketimuran seperti di Indonesia), speak up kerap dipandang negatif sebagai upaya "pemberontakan" atau bentuk rasa tidak hormat terhadap suami. Akibatnya, banyak kerikil yang didiamkan begitu rupa oleh para istri, meskipun terus-menerus melukai langkah-langkah dalam rumah tangga.

  • Segera ajak suami duduk berdampingan dan mulai membaca daftar ini. Cermati 5 hal paling menyakitkan yang sering dilakukan suami, namun Anda terlalu takut untuk mengemukakan keberatan terhadapnya:

  • 1. Menuntut kesempurnaan dari Anda

  • Banyak pria lupa kalau Roma tidak dibangun dalam semalam. Anda bukanlah bidadari yang turun dari langit, bersinar tanpa cela. Anda manusia biasa, yang berjuang dan berusaha beradaptasi menjalani kehidupan baru, sebagai istri dan ibu. Susan Heitler, Ph.D. dalam artikelnya di Psychology Today, menyebutkan bahwa menuntut pasangan menjadi sempurna akan mengundang banyak permasalahan dalam pernikahan Anda. Tuntutan ini sesungguhnya memaksakan keinginan Anda untuk tercapai pada situasi tertentu. Seringkali tanpa Anda pertimbangkan dahulu perspektif dari pasangan, kekuatan-kelemahan Anda masing-masing, dan faktor lingkungan yang turut memengaruhi.

  • Solusi : Bicarakan berdua (atau jika sulit, sertakan penengah profesional seperti konselor pernikahan) mengenai ekspektasi dan kebutuhan Anda masing-masing. Kenali kekuatan, kelemahan, dan gap yang ada di antara Anda. Temukan deal breaker atau titik tengah kompromi yang disepakati bersama.

  • 2. Berdebat berarti Anda tidak hormat padanya

  • Keengganan istri untuk bersikap vokal, banyak terhalang oleh tata krama dan norma. Belum sempat mengutarakan isi hati dan pikiran, stigma "wanita harus selalu menurut dan mengikuti APAPUN kata-kata suaminya" langsung dilemparkan ke dalam forum. Padahal, uneg-unegyang disimpan dapat berpotensi meledak, bak bom waktu yang berdetak.

  • Advertisement
  • Solusi : Corey Allen dari Simple Marriage, memberikan tips cara berkomunikasi kepada pasangan ketika Anda merasa tidak setuju dengannya :

    • Pelihara rasa hormat Anda ketika bicara dengannya

    • Ungkapkan dengan jelas dan rinci

    • Berikan porsi seimbang antara bicara dan mendengarkan

    • Tetap jalankan hal-hal yang memang sudah terbukti baik untuk Anda

  • Anda dapat menerapkan cara-cara ini dengan meluangkan waktu berdua dengan pasangan untuk membahas keberatan Anda. Bersabar tidak berarti menahan amarah di dalam, namun mencari kesempatan yang tepat untuk meluruskan kesalahpahaman dan menyelesaikan pertikaian dengan hati serta pikiran terbuka.

  • 3. Mengambil kontrol penuh kehidupan seks

  • Sebuah kenyataan menyeramkan, bahwa dominasi dan kontrol berlebihan suami Anda terhadap kehidupan seks pernikahan Anda dapat menjalar menjadi bentuk lain Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Setidaknya ada 3 tanda dominasi seks suami yang menyakitkan istri dan tak jarang enggan untuk dicari solusinya :

    • Frekuensi dan waktu berhubungan intim hanya ditentukan oleh suami

    • Istri tidak dapat menolak atau berkeberatan berkaitan dengan seks (termasuk saat melakukan posisi yang tak nyaman, kondisi fisik istri sedang tidak memungkinkan, dan lain-lain)

    • Seks hanya dilakukan untuk memenuhi kepuasan suami, kepuasan istri tidaklah penting

  • Solusi : Apabila suami masih mungkin untuk diajak berdiskusi, lakukan pillow talk mengenai kehidupan ranjang Anda. Ungkapkan apa keinginan Anda dan titik-titik kompromi yang dapat diambil. Jika suami masih kasar memaksa, segeralah mencari bantuan konseling, sebelum Anda hancur oleh KDRT dan pernikahan beracun ini.

  • 4. Enggan membantu pekerjaan rumah tangga

  • Satu lagi salah kaprah tradisional yang masih melanda banyak pasangan di Indonesia. Urusan pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab penuh sang istri. Suami yang telah lelah mencari nafkah, tidak patut turun tangan dan berpeluh mengerjakan urusan rumah. Di balik sifat enggan dan pemilih suami terhadap hal ini, sebenarnya berpangkal dari pola pengasuhannya sejak kecil dulu.

  • Advertisement
  • Solusi : Galilah penyebab keengganan suami membantu Anda. Bicarakan bersama mengenai pekerjaan rumah tangga yang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan mengerjakannya. Ingatkan bahwa partisipasinya akan memberikan contoh baik kepada anak-anak, sehingga mereka dapat lebih mandiri di kemudian hari.

  • 5. Tabu menunjukkan dan menyatakan cinta

  • Apakah Anda termasuk ke dalam pasangan yang hubungannya menghambar setelah menikah? Sebagian pria merasa mengungkapkan cinta secara eksplisit melalui kata-kata dan sentuhan, khususnya di depan umum, adalah hal yang tidak perlu dan terkesan gombal. Padahal, banyak wanita yang memerlukan afirmasi secara nyata sebagai pengakuan atas keraguan mereka.

  • Solusi : Mulailah dengan mencontohkan apa yang Anda inginkan. Tunjukkan perhatian yang Anda ingin dapatkan dengan memberikannya lebih dulu kepadanya. Lupakan dahulu porsi "siapa yang lebih sering melakukan". Telusuri lagi, apakah suami enggan melakukan karena jengah atau memang karena ia sudah tidak memiliki rasa yang sama terhadap Anda.

  • Rencanakan makan malam romantis atau romantic getaway dengan suami. Bangunlah mood yang menyenangkan sebelum membuka pembicaraan dengannya. Dengan meminimalkan gangguan saat Anda bertatap muka dengannya dan saling mencurahkan rasa, besar kemungkinan Anda berdua akan dapat berkomunikasi lebih baik.

Bantu kami menyebarkan

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

5 hal paling menyakitkan yang sering dilakukan suami dan terlalu takut dikemukakan oleh istri

Pribadi suami yang keras dan ketakutan Anda untuk 'speak up' menimbulkan riak-riak dalam pernikahan Anda. Cermati 5 hal paling menyakitkan yang sering dilakukan suami, namun Anda terlalu takut untuk mengemukakan keberatan terhadapnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr