Yang sesungguhnya terjadi pada anak ketika kedua orangtuanya memutuskan bercerai

Perceraian orangtua mampu menguras emosi serta tenaga anak, hal ini akhirnya memengaruhi semangat mereka dalam belajar.

1,223 views   |   13 shares
  • Tidak ada seorang pun berharap mengalami perceraian. Namun demikian, perceraian merupakan hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Beberapa waktu lalu sempat diberitakan bagaimana seorang anak SMP memutuskan mengakhiri hidupnya lantaran tidak kuasa menghadapi perceraian orangtuanya. Tidak bermaksud menyalahkan salah satu pihak, artikel kali ini hanya akan menjelaskan apa saja dampak buruk perceraian pada seorang anak.

  • Penurunan prestasi akademik

  • Perceraian orangtua mampu menguras emosi serta tenaga anak, hal ini akhirnya memengaruhi semangat mereka dalam belajar. Tak jarang anak-anak dengan orangtua bercerai didapati mengalami penurunan prestasi akademik bahkan terpaksa harus tinggal kelas.

  • Depresi

  • Orangtua bercerai merupakan pukulan telak bagi seorang anak. Perceraian merupakan kabar buruk yang tak jarang membuat seorang anak menghadapi tekanan berat, hingga akhirnya berujung pada depresi jika tidak segera ditangani.

  • Mudah terpengaruh hal-hal buruk

  • Tak jarang anak dengan orangtua bercerai mengalami krisis kasih sayang. Untuk mengatasi situasi semacam ini anak biasanya akan berusaha mendapatkan perhatian dari tempat atau orang lain. Kondisi semacam ini sangat rawan dan berbahaya bagi seorang anak, banyak orang tidak bertanggung jawab akan memanfaatkan situasi anak dan mengajarkan kepada mereka hal-hal buruk.

  • Perilaku anak menjadi kasar

  • Tanpa hadirnya sosok orangtua yang penuh kasih, seorang anak akan mengalami krisis keteladanan. Imbas yang kerap terjadi adalah perubahan perilaku, di mana perilaku anak akan berubah menjadi kasar dan tak jarang menjadi liar.

  • Kualitas hidup yang rendah

  • Setiap anak hanya akan tumbuh sehat dan kuat jika kebutuhan papan, pangan dan sandang mampu dipenuhi dengan baik oleh kedua orangtuanya. Karenanya, pada kasus perceraian tak jarang membuat kualitas hidup seorang anak menjadi rendah, anak juga jadi lebih mudah sakit akibat tidak memperoleh perhatian yang seharusnya ia miliki.

  • Mengalami pelecehan seksual

  • Pergaulan yang salah dan tidak adanya perlindungan dari kedua orangtua menyebabkan seorang anak rentan mengalami pelecehan seksual. Sebuah data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sebagaimana dikutip dari liputan6.com, menyebutkan "Angka korban pelecehan seksual terhadap anak semakin tinggi tiap tahunnya. Dari tahun 2013 ke 2014 saja kenaikan bahkan mencapai 100%, baik itu yang menjadi korban ataupun pelaku".

  • # Bagaimana meminimalisir dampak perceraian pada seorang anak?

  • Advertisement
  • Perceraian selalu menyisakan duka mendalam pada setiap anak. Namun, seberapa besar dampak yang dialami oleh seorang anak, menurut psikolog anak, Rose Mini, semuanya tergantung bagaimana dan apa yang menjadi penyebab orangtua terpaksa mengakhiri pernikahan mereka. Dijelaskan lebih lanjut oleh beliau, semakin orangtua menggunakan cara-cara yang tidak arogan, maka dampak perceraian pada anak tidak akan terlalu signifikan.

  • Berikut enam hal yang orangtua bisa lakukan untuk meminimalisir dampak perceraian, sehingga diharapkan anak-anak tetap memperoleh kasih sayang dan pertumbuhan mental serta emosional mereka tidak terganggu.

  • 1. Jelaskan kepada anak, secara masuk akal, apa yang menjadi alasan Anda berdua memutuskan bercerai.

  • 2. Anda berdua boleh bercerai, tapi hubungan dan komunikasi dengan anak-anak sama sekali tidak boleh putus.

  • 3. Jangan pernah membuat anak berpikir siapa yang menyebabkan perceraian, upayakan untuk tetap netral dan biarkan anak-anak menghormati Anda sebagai orangtuanya.

  • 4. Jangan tunjukkan permusuhan, anak-anak tetap bisa merasakan kasih sayang dari Anda berdua jika Anda dan mantan tetap menjalin komunikasi dengan baik demi anak-anak.

  • 5. Jangan pernah menghilangkan kebersamaan bersama anak, luangkan waktu Anda dan sering-seringlah berkumpul bersama.

  • 6. Bersikaplah dewasa, perceraian yang terjadi hendaknya Anda sikapi dengan bijaksana. Jangan libatkan anak-anak dalam persoalan Anda, biarkan anak-anak tetap merasakan kasih sayang dari Anda berdua.

Bantu kami menyebarkan

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Yang sesungguhnya terjadi pada anak ketika kedua orangtuanya memutuskan bercerai

Perceraian orangtua mampu menguras emosi serta tenaga anak, hal ini akhirnya memengaruhi semangat mereka dalam belajar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr