Anak saya cenderung penakut dan pemalu. Ini 7 hal yang dapat Anda lakukan

Si kecil tampak lebih senang menghabiskan waktu sendiri dibanding berkumpul bersama teman-temannya

1,975 views   |   8 shares
  • Setiap anak yang terlahir pasti memiliki sifat dan karakter yang tidak sama, bahkan saudara sekandung atau anak kembar sekalipun karakter mereka pasti berbeda. Terkadang ada anak yang terlihat menonjol, ada juga yang biasa-biasa saja atau ada yang memang perlu perhatian khusus dari orangtua. Seperti halnya anak yang pemalu dan penakut, sebagai orangtua hendaknya Anda tidak mengacuhkan sifat anak tersebut.

  • Pada umumnya, ketika anak dihadapkan pada lingkungan yang baru ia jumpai atau orang-orang yang baru mereka kenal, akan sangat wajar jika rasa malu itu muncul. Jangankan anak-anak, orang dewasa pun akan merasakan hal yang sama dalam situasi seperti itu. Namun, yang jadi permasalahan jika rasa takut dan malu yang berlebihan pada anak tidak bisa dihilangkan dan anak masih menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya.

  • Anak yang penakut dan pemalu cenderung menutup diri, ia lebih nyaman berada seorang sendiri atau kalau tidak berada bersama orang yang selalu mendampinginya misalnya ayah atau ibu. Anak-anak dengan sifat seperti itu lebih sensitif, kurang percaya diri ketika beraktivitas atau berada di tempat umum bersama orang lain sekalipun itu anak-anak sebayanya, tidak mudah bersosialisasi, gampang tersinggung, pesimis dan rewel bahkan cengeng.

  • Jika dibiarkan begitu saja, anak akan terperangkap pada dunia yang salah sampai ia dewasa nanti. Orangtua berperan penting untuk membebaskan anak dari kebiasaan takut dan malu. Pembentukan karakter anak dipengaruhi oleh bagaimana orangtua dapat membimbing dan berperan aktif dalam proses pembentukan karakter yang diharapkan.

  • Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan ketika Anda menyadari bahwa anak Anda cenderung penakut dan pemalu :

  • 1. Beri respons dan dorongan yang positif

  • Respons dan dorongan yang positif akan membuat anak jauh lebih tenang. Ketika anak tenang, mereka akan lebih mudah dibujuk untuk menjadi berani. Asah terus keberaniannya dengan membantunya melawan setiap ketakutan dan rasa malu yang muncul. Saat anak sudah berhasil mengalahkan rasa takutnya, tetap dampingi mereka sampai mereka benar-benar telah merasa nyaman dengan lingkungan barunya.

  • 2. Usahakan untuk selalu mengikutsertakan anak dalam aktivitas Anda

  • Melibatkan anak dalam kegiatan Anda sehari-hari juga dapat menjadi terapi ringan yang dapat membantu anak menjadi berani. Misalnya, ajak anak ke pasar atau ke acara arisan Anda. Secara tidak langsung, anak akan belajar bagaimana bersikap di depan banyak orang. Tetap bersamanya, sambil mengajarkan dia untuk berani berkenalan, berbicara atau berinteraksi dengan orang lain.

  • Advertisement
  • 3. Hindari topik pembicaraan yang berkaitan dengan kelemahan si anak

  • Anak yang penakut dan pemalu disebabkan karena mereka tidak punya rasa percaya diri yang tinggi. Mereka kurang menghargai kemampuan diri mereka sendiri. Oleh sebab itu jangan menjatuhkan harga diri anak dengan membicarakan kelemahannya pada orang lain apalagi sampai anak mendengarnya. Ketika ia mendengar bahwa penilaian akan dirinya itu negatif maka itulah yang tersimpan dalam memorinya.

  • 4. Tumbuhkan rasa percaya dirinya melalui pujian

  • Pujian atau kata-kata yang membangun akan membangkitkan kepercayaan diri anak. Sesekali beri pujian yang tulus sebagai bentuk penghargaan Anda kepada anak apa pun hasil kerjanya. Berikan pujian ketika anak mulai berani menunjukkan keberaniannya.

  • 5. Pererat hubungan dengan anak

  • Kasih sayang, cinta, perhatian, pelukan, belaian dan kecupan itu sangat penting untuk mempererat hubungan Anda dengan anak karena semua hal tersebut dapat membuat anak merasa aman dan tenang. Bentuk kasih sayang orang tualah yang dapat membangkitkan keberanian dan rasa percaya diri itu tumbuh.

  • 6. Kenalkan anak pada lingkungan luar

  • Jangan mengurung anak di dalam rumah saja atau membatasi pergaulannya. Karena itu akan membuat anak menjadi "kaget dan asing" ketika ia melihat dunia lain selain rumahnya. Sedikit demi sedikit kenalkan anak pada lingkungan sekitar rumah Anda. Biarkan anak mengamati dan melihat anak-anak lain yang bermain dulu sampai saat ia berani untuk terlibat langsung.

  • 7. Jangan keras terhadap anak

  • Jangan membentak, memarahi, memaksa apalagi mengancam saat rasa takut dan malu anak muncul. Hal itu hanya akan menciutkan nyalinya, dan membuat anak menjadi semakin takut.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Anak saya cenderung penakut dan pemalu. Ini 7 hal yang dapat Anda lakukan

Si kecil tampak lebih senang menghabiskan waktu sendiri dibanding berkumpul bersama teman-temannya
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr