Pastikan ini sebelum meninggalkan anak untuk tugas ke luar kota

Dinas ke luar kota atau ke luar negeri, bisa jadi hal yang menakutkan untuk seorang ibu. Sebab ia harus meninggalkan anaknya dalam jangka waktu yang cukup lama. Lalu apa saja yang harus dilakukan?

216 views   |   1 shares
  • Menjadi ibu bekerja, baik bekerja sendiri maupun sebagai karyawan, kadang harus menghadapi situasi yang tak terelakkan. Salah satunya adalah dinas ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Bagaimana menghadapi hal seperti ini, sementara ada anak yang harus ditinggalkan di rumah? Apalagi jika si kecil masih dalam masa meminum ASI?

    Berikut beberapa tipsnya:

  • Persiapan ASI

    Jika Anda masih menyusui, maka, sebelum keberangkatan, siapkan segalanya dengan baik. Pastikan berapa lama waktu Anda pergi, agar dapat memperkirakan pasokan ASI yang dibutuhkan. Jangan sampai si kecil kekurangan kebutuhan alaminya tersebut. Selain itu, cari informasi sebanyak mungkin tentang tempat menginap dan kegiatan. Pastikan ada freezer untuk membekukan ASI perah Anda.

    Bawa semua perlengkapan untuk ASI. Korbankan saja jumlah pakaian yang akan dibawa, sebab botol ASI sudah pasti menyita tempat. Siapkan label nama yang jelas dan tempel di tempat penyimpanan ASI. Jika bepergian dengan pesawat, sebaiknya persiapkan surat keterangan dokter yang menyatakan Anda sedang menyusui agar tidak bermasalah saat membawa cairan dalam jumlah banyak. Jangan lupa, tetaplah memerah ASI. Agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

  • Persiapan anak di rumah

    Sejak awal, pastikan semua kebutuhan anak sudah aman. Supaya orang rumah, atau pihak yang dititipkan si kecil; daycare atau orangtua, tidak kebingungan. Jangan lupa juga untuk mengingatkan agar pengasuh mengirim laporan tentang anak sesering mungkin. Dan lakukan koordinasi yang baik dengan suami, sejak awal.

  • Jadwal teratur menghubungi anak

    Membuat jadwal teratur menelepon pengasuh saat siang, atau suami saat malam akan sangat membantu semua pihak dalam tetap menjaga komunikasi. Apalagi jika si kecil sudah bisa bicara dan ingin mengobrol dengan Anda. Hal ini, tentunya harus diperhitungkan sejak sebelum berangkat. Apalagi jika Anda harus dinas ke luar negeri dengan perbedaan waktu yang panjang. Jangan lupa berikan daftar kontak yang mudah dihubungi dan sepakati waktu-waktu yang tepat untuk saling bertukar kabar.

  • Sampaikan jauh-jauh hari

    Penugasan perjalanan dinas ke luar kota biasanya tidak diberikan dadakan. Pada kesempatan khusus, ketika suasana hati anak sedang baik, sampaikan rencana kepergian Anda. Bantu dia mengadapi hari-hari tanpa Anda, terutama bila ini perjalanan dinas keluar Anda yang pertama. Libatkan buah hati Anda menyiapkan segala sesuatu yang ia butuhkan termasuk siapa saja yang akan membantu mengurus keperluannya selama Anda jauh darinya. Tak peduli berapa pun usianya, jangan bohong dan persiapkan juga mentalnya.

    Sebab, di usia balita, mereka belum terlalu mengerti konsep waktu. Kebanyakan dari mereka masih kesulitan membedakan 5 hari dan 1 minggu. "Inilah pentingnya penyampaian dari jauh-jauh hari," kata Stephanie Mihalas, Ph.D., psikolog dan founder dari The Center for Well-Being di Los Angeles. Anak yang lebih besar biasanya lebih mandiri, jadi sampaikan rencana kepergian Anda 4-5 hari sebelum keberangkatan. Sementara untuk yang lebih kecil, sampaikan lebih dini. Pada dasarnya anak akan mengerti bila diajak bicara dari hati ke hati. Katakan bahwa sekalipun perjalanan dinas keluar kota ini hanya beberapa hari, tapi tak mudah juga bagi Anda. Dengan berbagi, ia akan merasa Anda dan dirinya harus saling menguatkan.

    Jangan pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan atau justru sengaja pergi tanpa sepengetahuannya. Gunakan kesempatan ini untuk memberinya inspirasi, jangan menciptakan drama. Pergi diam-diam, menunjukkan rasa khawatir atau merasa bersalah justru akan menambah kesulitan saat memberi salam perpisahan, kata Dr Mihalas. Saat waktunya pergi, peluk ia dan katakan bahwa Anda menyayanginya, minta ia mendoakan perjalanan Anda.

  • Pastikan anak tetap menjalani rutinitasnya

    Menjalani hari-hari dengan ibu yang sedang dinas ke luar kota sudah terasa sulit bagi anak, jadi jangan ditambah dengan perubahan jadwal. Tetap lakukan rutinitas normalnya, kata Rochelle Harris, Ph.D., psikolog pedriatis klinis di a Children's Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City. Maka jangan lupa berikan jadwal tetap anak pada pengasuh, agar semuanya tetap berjalan dengan konsisten.

  • Mudahkan proses transisi anak

    Saat kembali ke rumah, yang Anda inginkan tentunya beristirahat. Namun anak-anak pasti tak bisa menunggu untuk bercerita, atau mendengar cerita Anda. Melihat oleh-oleh yang Anda bawa, serta memeluk Anda karena rindu. Maka itu, Dr Mihalas mengingatkan agar tidak buru-buru mengatakan Anda lelah dan butuh istirahat. Anak akan merasa tidak penting bagi Anda. Luangkan saja 20-30 menit untuk berpelukan, menciuminya dan bercerita. Setelah itu barulah katakan bahwa Anda butuh mandi, dan membereskan barang bawaan. Memudahkan transisi dari rasa rindunya akan membuat anak jadi lebih tenang, dan mengembalikan koneksinya dengan Anda.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pastikan ini sebelum meninggalkan anak untuk tugas ke luar kota

Dinas ke luar kota atau ke luar negeri, bisa jadi hal yang menakutkan untuk seorang ibu. Sebab ia harus meninggalkan anaknya dalam jangka waktu yang cukup lama. Lalu apa saja yang harus dilakukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr