Menemukan Iman Sekali Lagi: Mengetahui Bahwa Tuhan Itu Ada

Kita semua ada kalanya memilih untuk melibatkan diri kita ke dalam keramaian untuk menghindari menghadapi hal-hal yang keliru dalam kehidupan kita sendiri.

1,754 views   |   0 shares
  • Bayangkan Anda berada di dalam sebuah pusat perbelanjaan yang ramai. Ada beberapa orang berbicara keras kepada hp mereka dan beberapa sedang saling berdebat. Ada beberapa anak kecil saling berkejaran satu sama lain dan orang-orang tua tersandung karena mereka. Petugas keamanan pusat perbelanjaan sedang mengejar seorang pencuri melewati koridor yang ramai. Ada musik nyaring ke luar melalui sistem interkom. Anda tidak bisa mendengar diri Anda berpikir. Yang sebenarnya adalah, Anda bisa meninggalkannya kapan saja, tapi Anda memilih untuk tetap tinggal karena Anda “normal.” Ini adalah dimana Anda merasa paling nyaman karena keluar dari hiruk-pikuk kekacauan Anda sendiri dan membantu Anda untuk melarikan diri.

  • Sekarang, bayangkan bahwa sahabat Anda sedang mencoba untuk mendapatkan pesan penting untuk Anda dengan berdiri di sudut lain dari pusat perbelanjaan tersebut dan sambil berbisik-bisik. Tidak ada cara yang mungkin agar Anda bisa mendengarnya. Tetapi ini adalah sebuah pesan yang perlu untuk dilaksanakan. Ini adalah sebuah pesan yang bisa menyelamatkan kehidupan Anda.

  • Sekarang Anda mendapatkan sebuah perasaan bahwa ada seseorang yang sedang berusaha untuk menjangkau Anda. Ada beberapa perasaan yang sangat mendesak yang Anda perlu untuk mendengar pesan penting ini, Tapi, bagaimana? Kita semua ada kalanya memilih untuk melibatkan diri kita ke dalam hal-hal berikut yang pada kenyataannya "menghambat" kita:

  • Menyaksikan reality show yang menyinggung atau sinetron,menjadi terlibat dalam 'drama' teman, menciptakan 'drama' kita sendiri, mengenakan headphone dan mengeraskan volume dan banyak lainnya.

  • Kesemuanya ini bisa menciptakan kegaduhan yang menghilangkan ketenangan, suara kecil dari Tuhan di dalam kehidupan kita. Sewaktu perilaku tersebut berlanjut, suara tersebut akan menjadi lebih lembut dan lebih lembut sampai akhirnya pergi dan setelah itu hilang, sementara kita dibiarkan tanpa petunjuk dan peringatan. Ini merupakan hal yang sangat berbahaya jika terjadi. Dunia menjadi gelap dan kita menjadi penuh keraguan tentang hal-hal yang pernah kita pegang teguh.

  • Jadi, bagaimana Anda kembali?

  • 1. Matikan suara ribut itu

  • Apa pun cara Anda untuk mengabaikannya, hentikanlah. Carilah tempat yang tenang. Jika Anda seorang ibu muda, saya tahu ini adalah tantangan. Tapi, cobalah mencari tempat yang tenang dimana pun, kapan pun.

  • 2. Anggap sebagai posisi kerendahan hati

  • Tundukkan kepala Anda, silangkan tangan Anda, berlutut, apa pun yang diperlukan untuk menempatkan diri Anda dalam kekhidmatan dan menerima. Ini juga mungkin menjadi sangat sulit untuk dilakukan, karena, jika Anda seperti saya, Anda mungkin akan beranggapan bahwa segala sesuatunya telah diatur.

  • Advertisement
  • 3. Menutup mata Anda

  • Matikan lampu, tutup mata Anda, dan tetaplah demikian.

  • 4. Bertobat karena tidak mendengarkan

  • Ini mungkin adalah rintang tersulit bagi semua orang. Juga bagi saya. Saya selalu berpikir, mengapa saya harus meminta maaf karena telah menjadi korban karena suatu keadaan. Saya akhirnya tertangkap pada sebuah kenyataan bahwa ini adalah karena kekerasan hati saya yang membuat saya tidak bisa disentuh dan oleh karena itu saya harus bertobat.

  • 5. Jangan berpikir mengenai apa pun

  • Coba untuk menghapus semua pikiran Anda, keraguan-keraguan, ketakutan dan segala hal dari pikiran Anda. Bayangkan sebuah papan tulis yang kosong dan biarkan roh menulis di atasnya hal-hal yang perlu Anda dengar dan lakukan.

  • 6. Tetaplah tenang

  • Setelah Anda menerima sebuah pesan, dan ini mungkin memerlukan banyak usaha untuk benar-benar mendapatkannya, tetaplah tenang dan biarkan pikiran Anda membayangkan solusinya. Berdoalah untuk menerima penegasan akan pikiran-pikiran Anda.

  • 7. Bertindak

  • Jangan berpikir untuk melakukan sesuatu hal ketika tidak sibuk. Jangan membayangkan bahwa suatu hari nanti hal-hal akan mulai menjadi baik. Bertindaklah pada apa yang Anda telah terima dan ambilah langkah berikutnya.

  • Proses ini adalah langkah awal untuk memperoleh kembali iman Anda. Ini sangat menyakitkan bagi saya ketika mengalami proses ini. Saya merasa bahwa saya telah jatuh ke dalam celah-celah dan sepenuhnya ke luar dari jalan Allah. Saya harus bertobat dari gagasan tersebut dan merangkak dan berjuang kembali. Anda juga pasti bisa.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli “Finding faith again: Know that there is a God” karya Rebecca Rickman.

Bantu kami menyebarkan

Becky Lyn adalah orangtua tunggal, ia menghabiskan waktunya sebagai penulis profesional.

Situs: http://www.beckytheauthor.weebly.com

Menemukan Iman Sekali Lagi: Mengetahui Bahwa Tuhan Itu Ada

Kita semua ada kalanya memilih untuk melibatkan diri kita ke dalam keramaian untuk menghindari menghadapi hal-hal yang keliru dalam kehidupan kita sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr