Tanyakan 5 hal ini dalam diri Anda, sebelum memilih bercerai

Tentu ada fase tertentu dalam pernikahan, di mana pertengkaran demi pertengkaran mulai bermunculan dan emosi sulit terbendung. Namun perlukah Anda mengambil jalan untuk mengakhirinya?

1,209 views   |   8 shares
  • Semua pasangan yang saling jatuh cinta dan memutuskan untuk naik ke pelaminan, memiliki cita-cita dan impian untuk membangun keluarga dan hidup dalam kebahagiaan selamanya. Namun pada kenyataannya setelah berakhirnya bulan madu yang indah, di situlah mulainya drama baru pernikahan yang tidak lepas dari percekcokan. Ada yang dapat diatasi dan bahkan dapat menambahkan gelora cinta mereka, namun tidak jarang ada juga yang sulit untuk melangkah lebih jauh dan mulai mempertimbangan untuk berpisah.

  • Taukah Anda bahwa proses perceraian lebih rumit daripada menikah? Belum lagi akibat-akibat yang ditimbulkannya. Karenanya, pikirkan lagi dengan seksama sebelum Anda benar-benar mengambil keputusan untuk mengambil langkah tersebut. Pertimbangkan 5 hal ini sebelum memilih sebuah perpisahan:

  • 1. Siapkah hidup sendiri?

  • Emosi sesaat seakan-akan memberi Anda keberanian untuk berpisah dan hidup sendiri tanpa pasangan hidup. Berbagai masalah tampaknya bisa menjadi alasan yang kuat untuk berpisah. Taukah Anda bahwa perpisahan hanya akan meninggalkan kesedihan? Anda telah berjanji bersama, mengikat diri sehidup semati dan menjalaninya bersama selama beberapa tahun pernikahan Anda. Tentu banyak hal yang akan membuat Anda kehilangan dan sedih. Hidup dalam kesepian tentu tidak menyenangkan, apakah Anda siap?

  • 2. Apakah akar masalahnya?

  • Daripada membiarkan emosi Anda semakin 'liar', cobalah mencari ketenangan dan berpikir rasional dengan mencari akar masalahnya. Idealnya memang kedua pasangan dapat saling berbicara secara terbuka namun tidak semuanya bisa dan mau melakukannya. Bila ini keadaannya, maka Anda perlu introspeksi diri sendiri untuk mencoba menemukan pemicu dari pertengkaran atau ketidakpuasan yang Anda rasakan sehingga memikirkan perceraian. Cari akar masalahnya dengan hati dan pikiran yang tenang, sebelum benar-benar mengambil keputusan.

  • 3. Mengapa kami saling jatuh cinta di pandangan pertama?

  • Di saat-saat genting dalam perjalanan pernikahan, ada baiknya Anda menengok kembali waktu ke belakang saat hati Anda berdebar-debar memandang si dia untuk pertama kalinya. Apa yang membuat Anda jatuh cinta padanya? Apa yang memantapkan hati Anda untuk bersedia mengikatkan diri dalam ikrar pernikahan dengannya? Kenangan-kenangan indah seperti itu seringkali dapat menjadi penawar di kala emosi.

  • 4. Bagaimana saya dapat memperbaiki diri?

  • Selalu merasa berada di pihak yang benar tidak akan membuat Anda berdua mencapai titik temu. Diperlukan keberanian untuk introspeksi diri, mencari tahu masing-masing apa yang membuat pasangan kecewa dan tidak nyaman. Anda harus siap mendengar keluhan yang mungkin menyakitkan. Kemauan untuk memperbaiki diri demi menyelamatkan pernikahan perlu diusahakan. Ingatlah bahwa kebutuhan dasar setiap orang adalah rasa hormat, dihargai, dan komunikasi yang lemah lembut penuh perhatian. Semua itu tidak perlu usaha yang mahal, hanya kemauan untuk menjadi rendah hati.

  • Advertisement
  • 5. Perlukah saya berunding dengan kerabat dekat?

  • Bila Anda merasa sudah tidak tahan lagi, minta saran dan berundinglah dengan kerabat terdekat sebelum membuat keputusan final. Adakalanya pandangan orang lain yang lebih netral, dapat memberi masukan hal-hal yang sulit Anda lihat dan rasakan saat sedang dalam emosi. Tentu saja orang-orang terdekat tersebut akan membantu saat diperlukan dan ingin melihat kebahagiaan Anda dan pasangan.

  • Pernikahan adalah ikatan yang sakral. Karenanya, jangan menyerah dengan emosi Anda. Banyak hal yang harus dipertimbangkan secara matang, terutama dalam diri Anda sendiri. Semoga hal di atas dapat membantu menyelamatkan pernikahan dan kehidupan Anda.

Bantu kami menyebarkan

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Tanyakan 5 hal ini dalam diri Anda, sebelum memilih bercerai

Tentu ada fase tertentu dalam pernikahan, di mana pertengkaran demi pertengkaran mulai bermunculan dan emosi sulit terbendung. Namun perlukah Anda mengambil jalan untuk mengakhirinya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr