Hai para suami, ini 10 kesalahan Anda yang tidak bisa ditoleransi istri

Janji suci pernikahan bukanlah sekadar 'lip service' belaka. Seorang wanita berhak mendapatkan perlakuan manusiawi dan penuh kasih sayang dalam rumah tangganya.

2,486 views   |   20 shares
  • Mahligai pernikahan adalah salah satu tanggung jawab terberat yang patut dipikul bersama oleh suami istri. Pernikahan yang sehat, bahagia, dan harmonis mustahil tercapai hanya dengan usaha satu pihak saja. Sayangnya, Indonesia sendiri sedang berada di ambang ancaman darurat perceraian, di mana dari rentang tahun 2009-2016, terdapat lonjakan kasus perceraian dalam kisaran antara 16 hingga 20 persen.

  • 70 persen penggugat cerai di Indonesia adalah pihak istri. Penyebab utama selain masalah finansial dan kehadiran orang ketiga, adalah ketidakharmonisan rumah tangga yang tidak tertangani baik.

  • Anda dapat menghindari ketidakadilan dalam rumah tangga dengan menjadi wanita yang tegas dalam menetapkan batasan-batasan saat menjalani peran rumah tangga. Dengan perlakuan manusiawi dan penuh kasih sayang, wanita akan mendapatkan dukungan penuh kala menjadi istri dan ibu yang baik.

  • Inilah 10 hal yang sepatutnya tidak ditoleransi istri dalam pernikahannya:

  • 1. Kekerasan fisik

  • Say no to violence. Bagaimana mungkin Anda dapat hidup bahagia saat Anda merintih kesakitan akibat pukulan, tendangan, dan segala kekerasan fisik yang suami lakukan terhadap Anda? Kekerasan terhadap perempuan adalah hal yang sangat hina dan biadab. Kekerasan ini terjadi sebagai pembuktian konyol siapa yang lebih kuat, bukan atas dasar cinta yang membuka diri atas perbaikan.

  • 2. Bahasa dan kata-kata tak sopan serta penuh cemooh

  • Kata-kata tajam nan merendahkan seringkali sulit dibuktikan, kecuali Anda memang merekamnya. Ucapan seperti ini menyayat lebih dalam dari pisau tertajam. Para pelaku verbal abuse pun sulit diharapkan untuk duduk bersama mencari alasan logis atas perbuatan mereka. Berit Broogard dalam artikelnya menganjurkan, cobalah untuk mencari perhatian sang pelaku alih-alih mencoba beralasan dengannya. Jika ia masih tak peduli, tak ada jalan lain, tinggalkan pasangan kejam Anda demi masa depan lebih cerah.

  • 3. Tuntutan tak masuk akal

  • Advertisement
  • Pernikahan perlu memberi, menerima, dan bersikap realistis di antara keduanya. Ia bukan pangeran tampan dan Anda bukan bidadari surga yang sama-sama sempurna. Bedakan ekspektasi dan tuntutan. Saat suami mengutarakan keinginannya, tanpa mendorong, membantu, mendukung, atau bekerja sama bersama Anda mewujudkannya, itu adalah tuntutan kosong yang tak perlu Anda hiraukan.

  • 4. Ketidakseimbangan dalam menjalankan peran

  • Hubungan yang sehat, membagi tanggung jawab secara sesuai. Tak saklek harus 50-50, namun seimbang dalam arti sesuai dengan kemampuan suami dan istri menjalaninya. Peran yang sudah terbagi pun tak mutlak harus berjalan tunggal. Sebagai team player, suami dan istri perlu bahu-membahu menjalankan kewajiban dalam rumah tangga. Sangatlah wajar jika suami ikut turun membersihkan rumah atau istri berusaha menopang keuangan dengan mencari penghasilan tambahan. Ketika suami menganggap dirinya hanya perlu menyerahkan gaji bulanan dan habis perkara, sudah pasti Anda perlu mengulas kembali komitmen pernikahan Anda.

  • 5. Perilaku misogini

  • Perilaku misogini atau kebencian terhadap wanita, adalah racun dalam pernikahan Anda. Bayangkan suami yang seharusnya melindungi dan menyayangi Anda, berbuat sebaliknya karena mata hatinya tertutup kebencian terhadap kaum Hawa. Bersembunyi di balik dalil agama atau pernyataan kaum cendekia pun acapkali dikedepankan sebagai alasan. Padahal, wanita diciptakan sama sucinya seperti pria dan bukan untuk diinjak-injak dengan penuh kebencian.

  • 6. Pemaksaan berhubungan intim

  • Hubungan intim dalam pernikahan sewajarnya dilakukan dalam keadaan sadar dan bersedia dari kedua belah pihak. Memang, berhubungan intim adalah kewajiban suami istri, akan tetapi sangatlah perlu memahami keinginan dan kondisi pasangan saat melakukannya. Terjadinya hubungan suami istri tanpa kerelaan salah satu pihak dikategorikan sebagai perkosaan rumah tangga. Segeralah mencari bantuan profesional kala Anda mengalami ini, untuk memulihkan trauma yang menghantui Anda.

  • Advertisement
  • 7. Kontrol berlebihan

  • Menjalani rumah tangga dengan pasangan yang overly controlling adalah sebuah pernikahan penuh racun. Tak jarang, perilaku ini akan menghancurkan Anda, perlahan atau langsung porak poranda. Banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berawal dari sikap terlalu mengatur dari pasangan. Setelah melihat Anda tak berdaya, seringkali ia semakin jumawa dan leluasa mengatur segala langkah Anda, serta menghalalkan segala cara untuk memastikan ia mendapatkan apa yang diinginkannya termasuk menyakiti Anda saat menolak atau tidak mampu memenuhi tuntutannya.

  • 8. Tidak mendukung impian Anda

  • Ambisi dan impian itu perlu, sebagai penyemangat Anda menyongsong hari. Di sinilah pasangan perlu memberikan ruang untuk Anda berekspresi sekaligus pengingat batasan. Apabila yang ia lakukan adalah mengisolasi Anda, menutup langkah Anda meraih kebahagiaan (sepanjang yang Anda lakukan adalah hal baik dan terukur manfaat serta risikonya), atau malah mengancam Anda untuk segera melupakan impian Anda, maka Anda perlu menyatakan keberatan Anda.

  • 9. Menolak untuk mendengarkan Anda

  • Komunikasi adalah kunci penting dalam hubungan pernikahan yang sehat. Mulut dan telinga diciptakan untuk digunakan bersama, bukan sebagai pemanis belaka. Ketika suami menolak untuk mendengar kata-kata dan pendapat Anda, meskipun Anda telah memperlakukan suami dengan sopan dan penuh hormat, ini bukanlah hal yang dapat diterima. Dominasi satu pihak akan menyeret biduk rumah tangga Anda ke dalam jurang kehancuran.

  • 10. Penelantaran

  • Satu hal yang menjadi alarm bahwa pernikahan Anda sudah di ujung tanduk adalah saat suami telah menelantarkan Anda. Baik dari segi pemenuhan nafkah lahir dan batin yang ditinggalkannya, maupun tidak adanya pengakuan dari dirinya bahwa Anda adalah pasangan hidupnya. Ini adalah pertanda jelas bahwa ia sudah tidak lagi menghargai pernikahan sebagai ikatan suci dan Anda berhak untuk menuntut kebebasan darinya apabila ia tidak beritikad baik untuk menebus kesalahannya.

  • Advertisement
  • Terlepas dari segala ketidakadilan yang Anda alami, tetaplah berusaha untuk bertindak positif dan asertif terhadap suami, di samping mendoakan jalan terbaik untuk kebahagiaan Anda, suami, dan anak-anak. Libatkan pihak berwenang saat suami melanggar norma dan hukum untuk penyelesaian yang optimal atas masalah pernikahan Anda.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Hai para suami, ini 10 kesalahan Anda yang tidak bisa ditoleransi istri

Janji suci pernikahan bukanlah sekadar 'lip service' belaka. Seorang wanita berhak mendapatkan perlakuan manusiawi dan penuh kasih sayang dalam rumah tangganya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr