10 tips meredam emosi saat kesal pada anak

Teladan Anda jauh lebih bermakna, ketimbang banyak perintah serta larangan yang sulit dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

1,922 views   |   17 shares
  • Mengalahkan emosi adalah tantangan terberat, ibarat musuh yang paling sukar untuk ditaklukan. Apalagi saat Anda dihadapkan dengan kelakuan anak yang kerap menguji kesabaran. Namun demikian, bukan berarti hal yang mustahil untuk bisa menjinakkan emosi saat Anda merasa kesal dan ingin marah kepada anak. Lakukan beberapa cara di bawah ini untuk mencoba mengatasinya.

  • Cari tahu apa alasan Anda kesal kepada anak?

  • Orangtua dan anak memiliki hubungan yang unik dan kadang bisa saja memicu perselisihan. Menghadapi situasi semacam ini orangtua harus memiliki panjang sabar. Saat kesal dan ingin marah, Anda harus memiliki alasan yang jelas supaya anak-anak segera menyadari kesalahannya.

  • Pikirkan dampak dari luapan emosi Anda

  • Sadari bahwa emosi yang meledak-ledak dalam wujud kemarahan dapat menghancurkan perasaan anak. Anda perlu ingat bahwa kenakalan seorang anak sesungguhnya adalah hal yang wajar, karena mereka sedang belajar bagaimana seharusnya berperilaku yang baik. Sebagai orangtua Anda harus mampu mendidik dan mengingatkan ketika mereka berbuat kesalahan.

  • Kendalikan diri Anda

  • Emosi yang tidak terkendali seringkali berdampak buruk, dan Anda tentu tidak ingin anak-anak ketakutan melihat kemarahan Anda. Saat emosi memuncak, coba beberapa trik pengendalian diri seperti menarik nafas panjang, menyingkir sejenak dari hadapan anak, melakukan meditasi, mencoba merasionalkan perbuatan anak ketimbang mengikuti perasaan emosional Anda, alihkan pikiran sejenak dan cobalah introspeksi diri.

  • Berbagi perasaan dengan pasangan

  • Adakalanya Anda tidak bisa mengatasi permasalahan yang terjadi seorang diri. Karenanya bagilah perasaan Anda kepada pasangan. Bahaslah hal-hal apa saja yang sekiranya menjadi pemicu kekesalan hati Anda dan mintalah nasihat serta dukungan pasangan agar Anda tidak merasa makin putus asa.

  • Jangan mudah berpikiran negatif

  • Jika ingin benar-benar bebas dari pikiran negatif cobalah untuk mengutarakan isi hati Anda. Ketahuilah tidak baik menyimpan kekesalan hati untuk diri sendiri karena ibarat gunung api, kekesalan Anda bisa meletus kapan saja dan di mana saja. Ajak anak-anak untuk berdiskusi, beritahu mereka hal-hal yang boleh dan tidak untuk dilakukan maka dengan cara demikian kesalahpahaman dan emosi bisa terhindarkan.

  • Lampiaskan emosi pada hal-hal positif

  • Ingat, melampiaskan emosi dalam bentuk kemarahan kepada anak tidak akan pernah mendatangkan kebahagiaan. Sebaliknya Anda justru sedang menanam benih-benih kebencian dalam diri mereka. Alih-alih demikian, sebaiknya luapkan emosi dalam bentuk hal-hal positif sehingga Anda mampu menjadi teladan dan selalu disegani oleh anak-anak.

  • Advertisement
  • Hindari melakukan kekerasan fisik

  • Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa melakukan kekerasan fisik memberikan dampak buruk bagi perkembangan mental anak. Melakukan kekerasan fisik juga bukan merupakan cara tepat untuk membuat anak patuh. Teladan Anda jauh lebih bermakna ketimbang banyak perintah serta larangan tapi tidak dapat dilaksanakan dengan bertanggung jawab.

  • Kendalikan lidah Anda

  • Saat emosi berbagai macam ucapan kasar bisa terlontar tanpa kendali. Jadilah orang tua yang bijaksana. Betapapun kesalnya hati Anda, berusahalah berbicara dengan bahasa yang sopan karena hal tersebut jauh lebih membangun ketimbang mengucapkan kata-kata kasar yang menyakitkan.

  • Pahami keinginan anak

  • Kadang perilaku anak yang menyebalkan merupakan wujud protes kepada orangtuanya, dalam situasi semacam ini orangtua harus mampu memahami keinginan anak. Berusahalah melihat setiap permasalahan dari sudut pandang mereka, sehingga Anda bisa menemukan solusi untuk mengatasinya.

  • Minta bantuan

  • Menjadi orangtua memang butuh kesabaran ekstra, banyak perkara yang harus Anda hadapi dengan bijaksana. Agar mampu menjadi orangtua yang berhasil jangan hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri, minta bantuan dan kerjasama dari pasangan dan orang-orang di sekitar Anda termasuk kakek dan nenek. Selain itu minta bantuan lewat doa juga dapat Anda lakukan agar selalu diberi kekuatan untuk mengatasi setiap kesulitan dengan kerendahan hati dan kesabaran.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

10 tips meredam emosi saat kesal pada anak

Teladan Anda jauh lebih bermakna, ketimbang banyak perintah serta larangan yang sulit dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr