Mengapa Kehidupan Tidak Adil? dan Mitos Masa Kanak-Kanak Lainnya

Apakah anak-anak Anda pernah merengek sambil berkata, “Tapi itu tidak ADIL?” Cara kita menanggapi keluhan ini bisa memusingkan kita atau menjadikan kita sebagai orang tua yang lebih berwibawa.

925 views   |   1 shares
  • Orang tua sering kali khawatir bahwa mereka akan merusak harga diri anak mereka. Salah satu keprihatinan terbesar adalah apakah mereka memperlakukan anak-anak mereka secara “adil.” Nah, ini adalah alat andalan dalam sistem persenjataan anak-anak untuk menimbulkan rasa bersalah. Semua anak dilahirkan dengan sifat ini. Jadi, anak Anda akan mengeluarkan senjata favoritnya dan merengek, “Tapi itu tidak adil!”

  • Izinkan saya membagikan kepada Anda sebuah cerita singkat. Cerita dari (Tiga Orang Bernama Ralph) yang ditulis oleh Marlo Thomas. Saya menuturkan cerita tersebut dengan kata-kata saya sendiri. Sepasang orang tua hebat dan berdedikasi memiliki seorang putra dan menamainya Ralph. Kemudian mereka mempunyai anak lain, seorang putri, dan mereka memutuskan bahwa mereka harus benar-benar adil, lalu mereka menamainya juga Ralph. Kemudian, mereka mempunyai bayi dan juga menamainya Ralph, hanya agar mereka tampak adil. Mereka ingin berlaku adil kepada semua anak mereka sehingga ketika waktunya tiba untuk mengerjakan PR, mereka membuat ketiga anak mengerjakannya dengan menumpuk buku-buku di tempat tidur bayinya. Semua anak harus memakai popok karena itu adil. Semua anak harus tidur lama, agar menjadi adil. Semua anak harus memakai gelang agar benar-benar adil bagi semuanya.

  • Waktu berlalu, tentu saja anak-anak mengeluh. Orang tua berkata, “Apa yang kurang?” Kami memperlakukan kalian semua persis sama! Apakah itu tidak adil?” Anak-anak berkata mereka TIDAK ingin diperlakukan adil. Mungkin, sesekali, orang tua dapat memperlakukan mereka secara berbeda. Mereka menanyakan kepada anak-anak nama apa yang mereka inginkan. Semua memilih untuk tetap memakai nama Ralph. Namun sejak saat itu, orang tua memperlakukan mereka secara berbeda.

  • Saya menyukai cerita ini karena cerita tersebut menunjukkan betapa tidak masuk akal bila kita berusaha untuk memperlakukan anak-anak kita secara benar-benar “adil” atau selalu SAMA setiap kali. Terus terang, saya pikir jawaban terbaik terhadap keluhan, “Itu tidak ADIL!” adalah dengan mengatakan, “Ya, kamu benar. Itu tidak adil.” Dan biarkan saja tetap begitu. Tentu saja, mereka akan menangis untuk memprotes. Oh, baiklah.

  • Kebanyakan orang tua berbuat sangat baik dalam hal memperlakukan anak-anak mereka secara setara. Kadang-kadang, kita akan memperlakukan salah satu anak secara berbeda dengan anak lainnya, tetapi itu biasanya dilakukan dengan alasan entah itu keuangan, masalah pribadi, waktu, atau alasan apa pun.

  • Advertisement
  • Kita perlu untuk tetap berpegang pada argumen ini. Tolaklah untuk memberi alasan. Katakan saja, “Ya, kehidupan memang tidak adil. Itu saja.” Jangan berdebat, jangan menjelaskan. Karena bagi seorang anak, “adil” berarti sesuai dengan keinginannya. Jangan menyerah pada keluhan seperti ini. Hal itu tidak akan membuat perbedaan, dan rasa bersalah karena perbuatan Anda sendiri akan menghantui Anda.

  • Jangan berusaha menjelaskan

  • Alat nomor dua dalam sistem persenjataan anak-anak untuk menimbulkan rasa bersalah ialah “Tapi MENGAPA?” Nah, ini tampaknya pertanyaan yang masuk akal, bukankah begitu? Akan tetapi, kita harus memiliki alasan yang logis atas semua keputusan yang kita buat. Saya yakin Anda semua punya waktu untuk duduk bersama dan memperjelas alasan ini sesuai dengan tingkat pemahaman anak Anda, setiap kali mereka menanyakannya.

  • Sekarang adalah waktunya berangkat sekolah. Sheri bermalas-malasan dan sebentar lagi terlambat. “Sheri, cepatlah, rapikan tempat tidurmu.” “Tapi MENGAPA? Nanti malam ‘kan saya tidur lagi di atasnya.” “Sheri pakai seragammu.” “Tapi MENGAPA?” “Sheri, kita harus berangkat sedikit lebih awal hari ini, cepat.” “Tapi, MENGAPA?”

  • Saya tahu Anda akan senang untuk berhenti sejenak untuk menjelaskan alasan atas setiap permintaan tersebut dan memberi penjelasan terperinci agar Sheri merasa jauh lebih mengerti tentang permintaan Anda. Ya, pasti.

  • John Rosemond, seorang pelatih cara mengasuh anak, menjelaskannya sebagai “Prinsip Menghemat Nafas Anda.” Dia menyatakan, “Sampai seorang anak cukup dewasa untuk memahami alasan “Mengapa?” atas semua keputusan orang tua, sebanyak apa pun kata-kata tidak dapat menjelaskannya. Saat anak tersebut cukup dewasa, dia akan dapat memahaminya sendiri. Dalam kedua kasus, hematlah nafas Anda.” Dia melanjutkan, “Orang tua zaman sekarang tampaknya terdorong untuk memberikan alasan saat anak menuntut untuk mengetahui alasan “mengapa” atau “mengapa tidak.” Selain fakta nyata bahwa penjelasan tidak ada manfaatnya selain membuat anak tersebut berdebat, orang tua pun terus memberikan alasan.

  • Anak-anak beranggapan bahwa jika mereka cukup berargumentasi, mereka dapat mengalahkan orang tua mereka dan menang. Mereka adalah makhluk yang sangat cerdas. Mereka akan bersikeras dengan pertanyaan dan tuntutan akan penjelasan hingga mereka bisa membuat orang tua mereka tunduk atau menyerah. Sering kali, orang tua memang menyerah. Itu seperti bermain judi. Jika mereka berpikir bahwa mereka memiliki peluang untuk menang, mereka akan terus mencoba.

  • Advertisement
  • Secara umum, Anda akan membuat keputusan yang lebih baik daripada anak-anak Anda karena Anda adalah orang dewasa yang berpengalaman. Tetaplah merasa nyaman akan hal itu. Jangan berpikir bahwa Anda harus menjelaskan segala sesuatu. Katakan, “Karena saya berkata demikian” atau “Karena saya bertanggung jawab.” Apa pun yang mengganggu keyakinan Anda, jangan terperangkap dalam upaya menimbulkan rasa bersalah ini. Tetapi, bersenang-senanglah.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Why life is not fair and other childhood myths” karya Merrilee Boyack.

Bantu kami menyebarkan

Merrilee Boyack is a mom of four sons, grandma to two and an attorney, author, and professional speaker. Email at: maboyack@gmail.com. Website: MerrileeBoyack.com

Mengapa Kehidupan Tidak Adil? dan Mitos Masa Kanak-Kanak Lainnya

Apakah anak-anak Anda pernah merengek sambil berkata, “Tapi itu tidak ADIL?” Cara kita menanggapi keluhan ini bisa memusingkan kita atau menjadikan kita sebagai orang tua yang lebih berwibawa.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr