Sudah 2017 nih! Anda masih belum tertib?

Hanya dengan kesadaran, kesabaran dan kemauan dari diri sendiri.

111 views   |   shares
  • Beberapa waktu yang lalu saya sempat bersitegang dengan seorang bapak-bapak yang tidak mau mengantri saat membeli tiket. Waktu itu sudah hampir menunjukkan jam 12 siang, saya dan beberapa calon penumpang yang lain berbaris rapi di depan loket menunggu giliran kami. Namun, tiba-tiba datang seorang bapak, tanpa rasa bersalah dia dengan santainya langsung memotong antrian persis di depan saya.

  • Sontak saya menegurnya dan mengharapkan dia ikut mengantri mulai dari belakang. Akan tetapi, jawaban yang saya terima sungguh sangat menjengkelkan, dengan alasan terburu-buru dia tidak berkenan melakukannya.

  • Pada masa kini kesadaran akan arti penting keteraturan hendaknya menjadi budaya. Sebaliknya, ketidaksabaran merupakan cerminan masih rendahnya pemahaman seseorang akan arti penting ketertiban.

  • Di negara maju seperti Jepang budaya mengantri sangat dipatuhi oleh setiap warganya. Ketertiban semacam inilah yang membuat penduduk Jepang dikenal luas akan kedisiplinanya. Contoh sederhana, di Jepang setiap warganya telah terbiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas sejak mereka masih kanak-kanak, inilah yang membuat Jepang akhirnya menjadi negara dengan angka kemacetan dan memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas paling rendah di dunia.

  • "Budaya tertib sejatinya merupakan cerminan bagaimana watak serta perilaku seseorang, di mana pada akhirnya secara keseluruhan mencerminkan watak serta perilaku suatu bangsa." Wayan Sumendra.

  • Menanamkan jiwa tertib ke dalam diri hanya bisa terwujud jika seseorang memahami dengan baik manfaat dari ketertiban tersebut. Bahkan tidak ada penguasaan atau teknik khusus yang dibutuhkan, hanya kesadaran, kesabaran dan kemauan untuk mewujudkannya.

  • Agaknya terlalu jauh membandingkan budaya bangsa kita dengan budaya masyarakat di Jepang, kita pun tidak perlu malu mengakui bahwa kita sudah sangat tertinggal jauh. Namun demikian bukan berati kita lantas berpasrah diri, masih ada banyak kesempatan untuk membenahi diri dan mewujudkan ketertiban yang kita cita-citakan.

  • Apa yang masing-masing dari kita bisa lakukan untuk menanamkan jiwa tertib?

  • Supaya martabat kita sebagai bangsa Indonesia tidak jatuh di hadapan bangsa lain, setiap dari kita bisa memulai membiasakan tertib dengan melakukan beberapa hal sederhana di bawah ini:

    1. Hindari korupsi waktu, datanglah tepat waktu dan pulanglah tepat waktu.

    2. Meskipun sedang terburu-buru biasakan mengantri, apa pun alasannya jangan pernah menyerobot antrian orang lain.

    3. Demi keselamatan bersama selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas, sebab kecelakaan banyak terjadi karena lalai mengabaikan hal ini.

    4. Saat berkendara gunakan alat-alat keselamatan, bawa serta surat-surat kendaraan yang dibutuhkan.

    5. Gunakan media penyebrangan, jangan membahayakan diri dan orang lain dengan cara menyebrang sembarangan.

    6. Bayar tagihan (pajak) tepat waktu, hindari menunggak karena dapat mempersulit diri sendiri.

    7. Demi keindahan serta kenyamanan lingkungan jangan memasang spanduk (iklan) di sembarang tempat.

    8. Hindari membuang sampah tidak pada tempatnya.

    9. Jangan merokok di sembarang tempat.

    10. Ikut serta dalam menjaga keamanan lingkungan (Ikut ronda, tidak begadang atau mabuk-mabukan, tidak menggunakan knalpot dengan suara nyaring, mematuhi jam malam di wilayah tempat tinggal, dan sebagainya).

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Sudah 2017 nih! Anda masih belum tertib?

Hanya dengan kesadaran, kesabaran dan kemauan dari diri sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr