10 resep melalui tahun pertama pernikahan Anda

Pribadi yang berbeda, budaya berbeda kini tinggal dalam satu atap. Inilah masa-masa adaptasi

632 views   |   8 shares
  • Banyak yang beranggapan, satu tahun pertama dalam pernikahan adalah masa tersulit dalam sebuah pernikahan. Pemikiran ini berangkat dari pemahaman adanya masa transisi penyatuan dua pribadi yang berbeda sifat, karakter dan latar belakang keluarga dalam satu rumah.

  • Satu tahun pertama dalam pernikahan merupakan fase adaptasi awal dan mungkin terberat yang mungkin dialami oleh pasangan baru menikah. Berikut ini adalah tips melewati fase awal pernikahan ini dengan baik:

  • 1. Gaya hidup

  • Penyesuaian gaya hidup adalah hal yang paling pertama dirasakan saat tinggal bersama dalam biduk rumah tangga. Tentu ada satu dua hal yang menjadi perbedaan mendasar. Wajar, karena Anda berdua tumbuh besar dalam lingkungan budaya keluarga yang berbeda dengan sifat yang bebeda pula. Jangan jadikan perbedaan ini sebagai sebagai sebuah masalah berat. Bertoleransilah satu sama lain dan saling menyesuaikan.

  • 2. Finansial

  • Uang seringkali jadi salah satu sumber masalah dalam rumah tangga. Bagaimana tidak, keuangan yang semula hanya dipegang sendiri sekarang harus dikelola bersama-sama. Keinginan pribadi terkadang harus bentrok dengan kebutuhan keluarga. Solusinya cuma satu, bicarakan baik-baik masalah keuangan ini bersama-sama di awal pernikahan. Jika ada hal-hal yang menurut Anda tidak tepat dalam hal penggunaan uang oleh pasangan, misalnya terlalu hemat atau terlalu boros, bicarakan baik-baik dengan pikiran terbuka. Saling menghargai dan menghormati bisa merupakan cara yang efektif untuk mencegah konflik dalam hal finansial.

  • 3. Pekerjaan rumah

  • Masalah pembagian tugas kerja dalam rumah tangga seringkali juga dapat memicu terjadinya konflik. Apalagi saat ini sudah banyak wanita yang bekerja, sehingga tugas rumah tangga tidak dapat lagi dibebankan sepenuhnya kepada mereka. Kompromi dan saling bahu-membahu adalah salah satu cara yang dapat Anda berdua lakukan untuk menghindari konflik.

  • 4. Kebersihan

  • Masalah sepele seperti kebersihan seringkali menjadi awal timbulnya cekcok rumah tangga. Kebiasaan sederhana misalnya tidak membereskan piring seusai makan, tidak menempatkan kaos kaki pada tempatnya bisa memicu terjadinya konflik rumah tangga yang lebih besar. Bicarakan baik-baik dengan pasangan Anda, karena pada dasarnya ini hanya masalah kebiasaan yang sedikit demi sedikit bisa diubah.

  • 5. Orang tua

  • Orang tua yang terlalu ikut campur dalam perkawinan anaknya bisa memicu terjadinya ketidakcocokan. Solusinya, jangan ceritakan semua masalah rumah tangga Anda kepada orang tua. Bagaimanapun juga, orang tua akan lebih cenderung mendukung anak kandungnya dan menyalahkan menantu. Bicarakan hanya hal-hal yang menyenangkan tentang perkawinan kepada orang tua Anda. Di samping mengurangi beban pikiran mereka, juga menghindari ikut campur orang tua dalam rumah tangga Anda. Sah saja meminta pendapat orang tua, namun pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan Anda berdua.

  • Advertisement
  • 6. Obsesif

  • Sikap telalu obsesif dalam diri Anda dan pasangan dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman. Beri ruang pada pasangan sehingga dapat menjalankan perannya dalam berumah tangga dan dalam lingkungan sosial masing-masing.

  • 7. Berteman

  • Bagaimana Anda bergaul dan dengan siapa, seringkali juga dapat menjadi salah satu pemicu konflik dalam keluarga. Misalnya kebiasaan bergaul dengan teman seusai jam kerja yang tidak berubah padahal sudah memiliki pasangan yang menunggu di rumah, hal seperti ini dapat memicu konflik jika dibiarkan berkepanjangan. Solusinya, saling menghargai pasangan dengan membagi waktu seimbang antara teman dan keluarga.

  • 8. Bosan

  • Rasa bosan dan kejenuhan juga seringkali menghinggapi pasangan dalam rumah tangga. Anda bisa mengatasinya dengan sesekali berekreasi bersama dengan keluarga di waktu senggang, agar pernikahan menjadi fresh kembali.

  • 9. Ego

  • Dua pribadi berbeda yang disatukan dalam satu atap, seringkali masih membawa ego masing-masing. Lupakan ego dan sebaiknya lebih berfokus pada perencanaan keluarga ke depan. Hal ini bisa membantu untuk mengatasi konflik ego dalam pernikahan.

  • 10. Pendapat

  • Perbedaan pendapat sekecil apapun, jika berpotensi menimbulkan konflik yang lebih besar maka sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik, untuk kepentingan bersama. Saat ini Anda tidak lagi hidup sendiri sehingga sesuatu hal yang menyangkut keluarga harus dibicarakan bersama.

  • Semoga sepuluh poin di atas dapat menjadi panduan mengatasi satu tahun pertama pernikahan Anda. Walau banyak yang mengatakannya sebagai masa tersulit dalam pernikahan, bukan berarti tidak dapat dilalui dengan baik kan?

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Nuria adalah lulusan Teknik Elektro UGM. Nuria mengawali karir sebagai praktisi bidang IT di salah satu perusahaan swasta, Menulis adalah salah satu kegemaran saya untuk mengekspresikan dan sharing tentang hal-hal yang bermanfaat.

10 resep melalui tahun pertama pernikahan Anda

Pribadi yang berbeda, budaya berbeda kini tinggal dalam satu atap. Inilah masa-masa adaptasi
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr