Cara memahami pesan non-verbal yang disampaikan anak-anak

Dengan mengamati perilaku anak, Anda dapat mengerti karakternya dan memahami apa yang mereka inginkan tanpa mereka harus mengatakannya.

267 views   |   2 shares
  • Komunikasi non-verbal terdiri atas ekspresi wajah, nada suara, kontak mata dan bahasa tubuh. Misalnya, jika seseorang sedang dalam keadaan marah atau kecewa akan cenderung berbicara dengan nada yang kasar atau terus bergerak ke sekitar sambil terus berbicara pada saat bersamaan.

  • Cara komunikasi non-verbal tersebut mengirimkan sinyal negatif pada penerimanya. Mungkin Anda pernah mengalami sendiri atau mendengar cerita teman yang menceritakan pengalaman dengan putra-putrinya, anak-anak memang menerapkan banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari namun tidak disadari oleh para orang tua dan sebenarnya komunikasi non-verbal inilah yang memiliki pesan lebih kuat dibanding dengan bahasa verbal.

  • Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, peribahasa tersebut sangat tepat untuk memahami bagaimana komunikasi non-verbal itu dapat terjadi. Dengan mengamati perilaku anak, Anda dapat mengerti bagaimana seorang anak adalah cerminan dari orangtuanya sendiri. Dan sudah menjadi tugas orangtua untuk mengenali dan memahami cara komunikasi non-verbal anak, dengan mempelajari apapun yang menjadi isyarat atau pesan dari gerak tubuh mereka nantinya menjadi aspek terpenting untuk memahami anak-anak Anda.

  • Gerakan tubuh adalah hal yang paling umum dilakukan oleh anak-anak dan bentuknya dapat bermacam-macam. Misalnya anak yang tiba-tiba pergi meninggalkan tempatnya bisa jadi menunjukkan bahwa ia sedang marah, bahkan terkadang diikuti oleh bahasa verbal namun tidak selalu begitu.

  • Hal ini disebabkan karena anak-anak tidak sepiawai orang dewasa untuk memilah bagian emosi yang sedang mereka alami, jadi anak-anak seringkali tidak menahan-nahan apa yang mereka rasakan. Tetapi untungnya jauh lebih mudah untuk membaca dan mengerti apa yang seorang anak rasakan melalui ekspresi wajah yang ditunjukkan, ini juga termasuk pada cara komunikasi non-verbal.

  • Yang perlu diperhatikan bagi orangtua hanyalah mengerti dan bertindak secara tepat terhadap situasi yang dialami oleh si anak, sebab bagaimana seorang anak akan bertindak dan berperilaku nantinya sangat ditentukan oleh bagaimana lingkungan ia bertumbuh.

  • Selain itu, meskipun nada suara termasuk pada cara komunikasi non-verbal dan dibarengi dengan komunikasi verbal, tetapi kedua hal ini tidak memiliki titik temu karena nada suara menjadi sebuah indikator yang lebih mengarah pada kejujuran kepada seseorang. Misalnya, jika anak Anda mengatakan sedang senang tetapi nada suara ketika ia mengatakannya lebih terasa kekecewaan bisa jadi ia sedang berbohong pada Anda. Anda sebagai orang tua akan sangat lebih baik memberikan beberapa pertanyaan yang lebih memastikan agar ungkapan sang anak menjadi lebih jujur.

  • Advertisement
  • Perlu diingat bahwa anak-anak yang masih muda sebenarnya lebih ahli dalam melakukan komunikasi secara non-verbal dibandingkan dengan kemampuan verbal mereka yang masih sangat terbatas. Sehingga pada cara berkomunikasi tersebutlah kebanyakan anak bertumpu. Anak-anak mulai mempelajari komunikasi non-verbal ketika ia dilahirkan ke dunia dan akan terus berlangsung sepanjang hidupnya, dan awal sekali mereka melakukan hal ini dari melihat dan mencontoh dari apa yang ia lihat dari orangtuanya serta orang-orang di sekitarnya.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Cara memahami pesan non-verbal yang disampaikan anak-anak

Dengan mengamati perilaku anak, Anda dapat mengerti karakternya dan memahami apa yang mereka inginkan tanpa mereka harus mengatakannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr