Yuk olahraga bersama anak di rumah

Tidak ada lagi alasan untuk tidak berolahraga. Selagi mengasuh anak di rumah pun masih bisa kok!

134 views   |   1 shares
  • Belakangan ini, ada begitu banyak website maupun akun media sosial yang memberikan inspirasi melalui foto dan video, bahwa menjadi ibu rumah tangga tidak identik dengan kegemukan, rol rambut, dan hanya melakukan kegiatan yang membosankan seperti bergosip, memasak, membersihkan rumah serta menyiram tanaman saja.

    Bahwa menjadi ibu, dengan anak yang bahkan jumlahnya lebih dari satu, bisa tetap bugar, langsing, sehat dan cantik karena rajin berolahraga. Ya, kata siapa menyiram tanaman, membersihkan rumah, bahkan mencuci baju tidak bisa dilakukan sambil berolahraga layaknya berada di gimnastik?

    Di California, ada Jennifer Gelman, wanita berusia 40 tahun ini justru memanfaatkan 4 orang anak lelakinya yang energetik untuk melakukan kegiatan fitness di rumah. Ya, dengan bermain bersama mereka, di halaman, di kamar juga sambil melakukan tugas-tugas rumah tangga. Ia kini bahkan mengembangkan sebuah program olahraga dalam websitenya; BWMC- singkatan dari Baby, Where's my coffee. Yang mengombinasikan fitness dengan kegiatan parenting.

    Semua itu bermula dari keinginannya agar bisa tetap sehat dan berolaharga, meski memiliki anak bahkan jika jumlah anaknya lebih dari satu. Kegiatannya sehari-hari tersebut bahkan menjadi inspirasi banyak orang yang kini terus menyebarkan semangat berolahraga sambil mengurus anak dan tugas rumah tangga. Sebut saja, selebriti Agni Pratistha atau Meira Anastasia, yang juga menyebarkan video-video serupa dalam akunnya.

    Pelatih fitness ternama Liz Neporent, yang juga menulis buku The Thin in 10 Weight-Loss Plan dan juru bicara untuk the American Council on Exercise, mengatakan, sesibuk-sibuknya ibu yang baru saja melahirkan anak, bukan tidak mungkin tetap konsisten berolahraga di rumah. Menurutnya, banyak gerakan fitness bersama bayi yang dapat dilakukan sambil santai, bahkan dapat memperkuat koneksi dengan anak.

    Namun sebelumnya, ia menyarankan untuk mengingat beberapa hal, yakni:

    1. Latihan biasanya bisa dimulai sekitar 6 pekan setelah melahirkan atau lebih lama jika melahirkan dengan proses operasi. Karena itu, selalu lakukan dengan persetujuan dokter, sebab kondisi setiap orang berbeda-beda, bukan?

    2. Demi keamanan bayi, saat melakukan latihan, bayi harus sudah mampu mengangkat kepala sendiri. Biasanya bayi berusia 3-4 bulan.

    3. Sebelum latihan, biasakan melakukan pemanasan dengan memutar bahu ke belakang dan ke bawah lalu menarik pusar ke arah tulang belakang agar punggung tidak cedera. Bernafas dengan hidung untuk melebarkan tulang dada, hembuskan lewat mulut untuk menarik otot perut Anda.

    Hal ini jelas membuat hidup sebagai seorang ibu tak lagi membosankan, juga tidak identik dengan badan lebar dan kegemukan. Penulis buku Fitness for Dummies, Liz Neporent, mengatakan bahwa yang terpenting adalah bergerak. "Banyak keuntungan dari berolahraga dalam waktu singkat," katanya. Kita bisa berolahraga di mana saja tanpa harus sibuk berganti baju atau mandi. Olahraga 5-10 menit akan memacu mood dan penelitian bahkan mengungkapkan; olahraga sebentar akan membakar lebih banyak kalori ketimbang yang dilakukan dalam jenjang waktu lama.

    Sebab, jika berolahraga berat selama satu jam, kita kemudian akan merasa sudah membakar banyak maka boleh makan banyak. Sementara olahraga 10 menit tak terasa seperti olahraga. "Inilah keuntungan psikologisnya, orang tidak merasa habis berolahraga tapi sebetulnya sudah membakar banyak kalori," ujar Naporent.

    Untuk ibu yang anaknya sudah lebih besar, maka berlatih bersama bisa jadi kegiatan keluarga yang menyenangkan saat hari libur sekolah atau akhir pekan. Main lompat tali, misalnya. Kegiatan ini akan membakar 15 kalori per menit. "Bermainlah bergantian dengan anak-anak. Setiap 5 lompatan gantian, misalnya. Setelah 15 menit, kegiatan ini akan lebih baik ketimbang pergi ke gym," kata Neporent.

    Bermain skuter, sepatu roda, atau bersepeda juga merupakan kegiatan menyenangkan yang memperkuat koneksi antar orangtua dan anak sekaligus sangat baik untuk menyehatkan tubuh hingga menurunkan berat badan. "Anda dapat berolahraga dan anak-anak akan melihat Anda sebagai ibu paling keren di dunia," ujarnya. Ya, sebab, ibu yang kuat dan sehat akan berhasil menjadi contoh bagi anak-anak yang nantinya akan tumbuh lebih kuat, lebih sehat dan bahkan lebih cerdas.

    Sebab mereka mampu melakukan berbagai kegiatan motorik, kapasitas cardiovascular yang lebih baik. Tentunya juga menurunkan risiko obesitas, diabetes, dan berbagai masalah kesehatan lain saat dewasanya nanti. Wanita sehat, dan aktif dalam melakukan kegiatan yang menyehatkan akan menanamkan nilai serta menjadi contoh untuk ditiru anak-anaknya.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Yuk olahraga bersama anak di rumah

Tidak ada lagi alasan untuk tidak berolahraga. Selagi mengasuh anak di rumah pun masih bisa kok!
Advertisement
Bergabung dengan jutaan lainnya di seluruh duniamenuju fondasi keluarga yang lebih kuat
-------------------------- atau --------------------------
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr