Bagaimana menerapkan disiplin positif pada anak?

Disiplin adalah hal yang penting untuk diajarkan dan dilakukan dalam keseharian seseorang. Namun sayangnya, selama ini persepsi disiplin adalah mengenai hukuman dan konsekuensi semata. Padahal di dalamnya justru harus melibatkan cinta.

555 views   |   5 shares
  • Mencintai anak-anak sepenuh hati, berarti mampu melakukan pengasuhan dengan penuh kedamaian, dan di dalamnya berarti menerapkan disiplin yang positif.

  • Ditulis dalam buku The Baby Book oleh Dr. William Sears, orangtua yang mencintai anak tanpa batas tidak akan marah-marah atau menggunakan teknik hukuman lain dalam rangka mengontrol dan memanipulasi anak dengan hukuman atau penghargaan. Orangtua melihat dirinya sebagai pelatih yang menawarkan anak bimbingan penuh cinta agar sang buah hati dapat belajar mengelola emosi, dan juga perilaku.

  • Hukuman, seperti dibahas dalam sebuah artikel berjudul Hukuman dari Orangtua Berasosiasi dengan Perilaku dan Pengalaman, di Buletin Psikologi, oleh E.T Gershoff, merusak hubungan Anda dengan anak dan membuat dirinya merasa buruk tentang diri mereka sendiri (yang membuat mereka bertingkah semakin buruk). Hal ini menyabotase perkembangan disiplin diri anak Anda. Padahal, bukankah tujuan Anda adalah untuk membantu si kecil merasa baik dan bertingkah lebih baik? Menurut Psikolog Dr. Laura Markham, ada beberapa cara penerapan disiplin positif:

  • 1. Disiplin positif dimulai dengan mengatur emosi Anda sendiri

  • , agar Anda bisa menjadi orangtua penyabar dan murah hati seperti apa yang Anda inginkan -dan tentunya yang setiap anak pantas dapatkan.

  • 2. Tanyakan pada diri sendiri; apakah pengajaran tersebut memperkuat atau memperlemah hubungan Anda dengan sang buah hati

  • Strategi disiplin yang paling efektif adalah memiliki ikatan yang kuat dengan anak Anda. Secara naluriah, anak-anak yang merasa terhubung dengan orangtua mereka ingin menyenangkan hati mereka. Bayangkan bimbingan penuh cinta, bukannya hukuman.

  • 3. Mulai semua koreksi dengan menegaskan kembali hubungan Anda dengan anak

  • Ingatlah bahwa anak-anak berperilaku buruk ketika mereka merasa buruk tentang diri mereka sendiri dan tidak terhubung dengan Anda. Membungkuklah hingga mata Anda sejajar dengan mata, saat berbicara dengannya. Gendong dia, tatap matanya dengan penuh cinta, letakkan tangan Anda di bahunya.

  • 4. Jangan ragu-ragu untuk menetapkan batasan yang diperlukan, tetapi lakukan dengan empati. Aturan perlu ditegakkan, tetapi Anda juga dapat mendengarkan perspektif anak. Ketika anak merasa dimengerti, mereka bisa menerima batasan yang ditetapkan. "Kamu sangat marah, tetapi kita tidak main gigit. Kita pakai kata-kata yuk untuk memberi tahu kakak bagaimana perasaanmu."

  • 5. Dalam situasi yang menunjukkan bahaya secara fisik, segeralah turut campur tangan untuk menetapkan batasan, tetapi tetaplah terhubung kepada sang anak dengan berempati. "Peraturannya adalah tidak boleh memukul. Kamu bisa memberi tahu adikmu apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu rasakan tanpa memukulnya."

  • Advertisement
  • 6. Pembangkangan adalah bukti adanya masalah dalam hubungan

  • . Jika anak Anda tidak menerima arahan Anda, ini adalah indikasi bahwa hubungan Anda dengan sang anak tidak cukup kuat untuk mendukung pengasuhan. Mengubah situasi menjadi menunjukkan siapa yang berkuasa hanya akan memperlebar jurang di antara Anda dengan sang anak.

  • 7. Hindari Timeout; karena hanya akan memperburuk perilaku anak

  • . Timeout, meskipun jauh lebih baik daripada memukul anak Anda, hanyalah versi lain hukuman dalam bentuk 'pengusiran' dan penghinaan. Orangtua meninggalkan anaknya sendiri agar bisa mengelola emosinya yang kusut, maka orangtua merusak kecerdasan emosional sang anak.

  • 8. Konsekuensi adalah pelajaran yang salah, jika Anda terlibat dalam pembuatannya

  • . Ketika hal ini terjadi secara alami, konsekuensi bisa menjadi pengalaman pembelajaran yang luar biasa. Jika orangtua tidak terlibat di dalam konsekuensi (sebagai contoh, jika anak tidak belajar dan gagal dalam ujian, atau jika anak tidak menggosok gigi sehingga gigi menjadi bolong), anak dapat belajar dari konsekuensi yang mereka dapatkan akibat tindakan yang mereka ambil. Memang lebih baik bagi anak untuk melewatkan pelajaran seperti itu jika memungkinkan. Tetapi sebagai strategi terakhir, kita semua tentunya belajar dari kesalahan yang kita buat.

  • Sayangnya, kebanyakan anak dengan orangtua yang menggunakan "konsekuensi" sebagai hukuman tidak menganggap konsekuensi sebagai hasil alami dari tindakan mereka. Jika orangtua berwenang dalam konsekuensi, maka konsekuensi yang ada bukanlah hasil alami dari tindakan anak, melainkan hukuman.

  • 9. Cara Anda memperlakukan anak adalah cara ia belajar memperlakukan dirinya sendiri

  • . Jika Anda keras kepada si kecil, ia akan menjadi keras kepada dirinya sendiri. Jika Anda memperlakukannya dengan penuh kasih namun tegas dalam menetapkan batasan yang sesuai, ia akan mengembangkan kemampuan untuk menetapkan batasan tegas namun penuh kasih dalam perilakunya sendiri.

  • Ironisnya, hukuman dan disiplin yang keras mengganggu kemampuan si kecil untuk mengembangkan disiplin diri. Masalahnya dengan menginternalisasikan kekerasan tidak hanya menciptakan anak dan orangtua yang tidak bahagia, tetapi juga bahwa hal ini tidaklah bekerja. Anak yang diberikan disiplin tanpa cinta tidak akan pernah belajar untuk mengelola diri mereka secara konstruktif.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bagaimana menerapkan disiplin positif pada anak?

Disiplin adalah hal yang penting untuk diajarkan dan dilakukan dalam keseharian seseorang. Namun sayangnya, selama ini persepsi disiplin adalah mengenai hukuman dan konsekuensi semata. Padahal di dalamnya justru harus melibatkan cinta.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr