Tahukah Anda? Kopi bukanlah minuman pagi hari

Bangun tidur dan menyesap secangkir kopi, adalah hal yang umum dilakukan oleh orang-orang di berbagai belahan dunia, begitupun Indonesia. Namun ternyata hal ini dapat berakibat fatal pada kesehatan kita.

850 views   |   15 shares
  • Kopi identik dengan minuman di pagi hari. Ya, di berbagai negara, termasuk Indonesia, menyesap kopi sebagai minuman pertama saat memulai hari, dianggap dapat membuat mata terjaga dan siap menghadapi hari. Kenapa sih sebetulnya?

    Jadi, sejarahnya bermula dari awal diperkenalkannya kopi sebagai minuman pagi hari di Eropa. Dulu, kopi berfungsi untuk menghilangkan sisa alkohol pada malam hari. Kafein membantu "menyingkirkan" sisa-sisa alkohol yang tertinggal selepas pesta panjang malam hari. Selain itu, kopi juga menggantikan fungsi alkohol yang sering dikonsumsi masyarakat Eropa bahkan pada saat sarapan.

    Sebelum kopi hadir menjadi minuman di pagi hari, berbagai negara di Eropa memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol di pagi hari. Orang-orang Roma terbiasa sarapan roti dengan mencelupkannya ke dalam segelas wine.

    Kedatangan kopi pada akhir 1700-an dan kemudian di awal 1800-an yang pada awalnya menjadi minuman para aristokrat menyebar menjadi minuman semua kalangan. Dan fenomena ini benar-benar mengubah hampir seluruh Eropa. Seperti dikutip dari Mark Pendergast dalam tulisannya Uncommon Grounds: The History of Coffee and How it Transformed the World," minuman aristokrat telah menjadi "obat" yang diperlukan masyarakat luas".

    Selain itu, selama Revolusi Industri, para pekerja tekstil sangat terbantu dengan mengonsumsi kopi. Para buruh bekerja sepanjang hari dengan jam kerja yang sangat panjang serta dibayar dengan upah yang sangat rendah. Untuk berhemat dari mengonsumsi makanan agar tenaga mereka tetap kuat, para pekerja mengonsumsi kopi. Kafein terbukti membantu para pekerja memberi energi untuk bekerja sepanjang hari. "Kopi menstimulasi dan hangat., hal tersebut memberi ilusi pada nutrisi," tulis Pendergast.

    Minum kopi pada pagi hari bagi sebagian orang sudah menjadi kebutuhan. Mereka menjadikan kopi sebagai minuman wajib sebelum beraktivitas. Tapi perlu dikenali lagi, apakah minum kopi pada pagi hari itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan psikologis atau fisik?

    Sebagian orang mengaku menyeruput kopi atau menghirup aroma kopi saja mampu menambah semangat dan menghilangkan stres. Dengan mendapatkan kenikmatan itu, mereka bahkan rutin meminum kopi lebih dari dua kali dalam sehari di mana pun berada. Padahal, National Centre for Biotechnology Information (NCBI) telah merilis studinya. Bahwa sebenarnya, tubuh kita bekerja dengan ritme, dan biasanya berpatokan pada yang disebut ritme sirkadian.

    Ritme sirkadian adalah proses biologis yang berpatokan pada siklus 24 jam atau siklus pagi-malam yang memengaruhi sistem fungsional tubuh manusia. Jam sirkadian otak mengatur tidur, pola makan, suhu tubuh, produksi hormon, regulasi level glukosa dan insulin, produksi urin, regenerasi sel, dan aktivitas biologis lainnya.

    Nah, di dalam ritme ini, dijelaskan bahwa ada hormon bernama kortisol yang diproduksi tubuh untuk membuat kita bangun dan siaga. Dan waktu tubuh memproduksi kortisol adalah pada pukul 08.00-09.00 juga pukul 17.30-18.30. Artinya tubuh kita sudah menciptakan kafein alami selama waktu-waktu tersebut.

    Mengonsumsi kafein saat tubuh tidak membutuhkannya, akan menimbulkan masalah besar. Sebab kafein dari kopi akan mengganggu produksi kortisol, yang sebetulnya dilepaskan secara natural untuk merespons stres dan menaikkan kadar gula darah yang rendah. Kafein dari kopi akan membuat tubuh mengurangi jumlah kortisol alami dan justru membuat tubuh kecanduan kafein dengan jumlah lebih banyak sebagai kompensasi.

    Inilah yang sering membuat orang jadi sangat bergantung pada kafein dengan jumlah yang terus meningkat, setiap harinya, karena telah disalahgunakan sebagai pengganti kafein alami yang berasal dari kortisol. Bahaya terlalu banyak minum kopi, seperti tertulis di American Jurnal of Epidemiology, bukan hanya perkara kafein, namun lebih besar seperti menghalangi tubuh untuk memertahankan homosistein dan kolesterol teroksidasi agar jumlahnya tidak melejit.

    Homosistein dalam tubuh manusia yang memicu terjadinya stroke dan kerusakan dinding pembuluh darah. Sementara kolesterol teroksidasi adalah bagian dari lemak yang cenderung menempel pada dinding pembuluh darah menyebabkan plak yakni benjolan pengerasan pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan saluran pembuluh dan meningkatkan tekanan darah. Lebih fatal bila terjadi di pembuluh jantung yang disebut; koroner.

    Kandungan kimiawi dari kopi pun membuat kepadatan tulang menurun yang berakibat risiko patah tulang, radang sendi, glaucoma pada mata, kanker dan kerusakan organ lainnya.

    Jadi, jika kita ingin menikmati kopi dan tidak kecanduan, maka, minumlah kopi di saat-saat level kortisol sedang rendah-rendahnya. Yakni pukul 9.30-11.30 juga pukul 13.30-17.00.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Tahukah Anda? Kopi bukanlah minuman pagi hari

Bangun tidur dan menyesap secangkir kopi, adalah hal yang umum dilakukan oleh orang-orang di berbagai belahan dunia, begitupun Indonesia. Namun ternyata hal ini dapat berakibat fatal pada kesehatan kita.
Advertisement
Bergabung dengan jutaan lainnya di seluruh duniamenuju fondasi keluarga yang lebih kuat
-------------------------- atau --------------------------
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr