Kata siapa bekerja harus dari balik meja?

Bekerja seharusnya menjadi hal yang menyenangkan dan membangkitkan semangat. Namun, banyak orang merasa bosan karena harus duduk sepanjang hari di balik meja kantor. Benarkah tak ada pilihan lain untuk melakukan pekerjaan?

162 views   |   1 shares
  • Mendengar kata bekerja, yang kerap terbayang adalah duduk di balik meja di dalam sebuah kantor dan melakoni profesi sejak pagi hingga sore. Begitu terus selama 5 hari dalam sepekan. Padahal sebetulnya, tidak semua pekerjaan seperti itu. Kini, sudah banyak profesi yang tak harus dilakukan di balik meja kantor terus menerus.

  • Harus diakui, salah satu kelebihan bekerja kantoran adalah adanya asuransi kesehatan dan berbagai jenis tunjangan. Anda akan merasa lebih aman dan nyaman karena berbagai kebutuhan akan di-cover jika sewaktu-waktu jatuh sakit. Selain itu, Anda juga punya kesempatan mendapat berbagai jenis tunjangan. Bekerja duduk nyaman di kantor pun tidak harus menghadapi situasi melelahkan seperti mereka yang bekerja di luar kantor. Tidak harus terpapar panas, hujan dan debu. Bahkan biasanya makanan dan minuman pun telah disediakan.

  • Dari segi infrastruktur, beberapa pegawai kantoran yang bekerja di perusahaan yang fun mungkin lebih untung, karena sering kali pegawainya tak hanya diberi fasilitas standar kantor, tapi juga ruangan khusus game, makanan dan minuman gratis, bahkan ruang istirahat.

  • Bekerja kantoran pun akan membuat Anda jadi lebih teratur, dan lebih mudah memprediksi waktu untuk membuat rencana. Sebab, pekerja kantoran tentu harus mematuhi office hour. Mereka harus mulai bekerja selama 8 jam, biasanya mulai pukul 8 atau 9 pagi hingga pukul 17.00 atau 18.00 kecuali ada pekerjaan yang harus segera selesai yang mengharuskan Anda lembur.

  • Sayangnya, rutinitas macam inilah yang kerap membuat bosan. Melakoni kegiatan yang sama setiap harinya biasanya membuat diri ingin sejenak pergi untuk menjajal aktvitas lain, misalnya pergi liburan. Sayangnya, tidak bisa seenaknya jika sudah bekerja. Untuk mendapat kesempatan libur, Anda harus mengajukan cuti sejak jauh-jauh hari.

  • Tambahan fakta, bahwa duduk dan bekerja di depan komputer bisa jadi bahaya yang tak disadari. Apalagi duduk hampir 8 jam sehari selama 5 sampai 6 hari kerja. Menurut penelitian, duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti kanker, diabetes, hingga penyakit jantung. Dari sekitar 70.000 kasus kanker, duduk terlalu lama terhubung dengan 24% kanker usus, 32% kanker endometrium, dan 21% kanker paru-paru.

  • Bekerja di kantor pun menjadikan Anda akan terhindar dari sinar matahari yang dibutuhkan oleh tubuh. Belum lagi kalau Anda hobi ngemil selama bekerja. Kombinasi duduk lama dan mengonsumsi makanan tak sehat tentu akan berpengaruh bagi kesehatan Anda di masa depan.

  • Advertisement
  • Setelah bekerja 8 jam sehari (dan kadang ditambah lembur), Anda akan pulang ke rumah dalam kondisi lelah. Akhir pekan pun biasanya dihabiskan untuk istirahat atau berlibur. Tak ada waktu lagi kalau harus memikirkan soal bisnis atau pekerjaan sampingan. Kondisi berbeda tentu dirasakan mereka yang memang bekerja freelance atau buka bisnis sendiri. Berbagai peluang pekerjaan sampingan selalu terbuka, sehingga sumber penghasilan pun tak lagi terhitung banyaknya.

  • Namun, dengan bekerja di lapangan juga menuntut pekerjanya harus siap menghadapi hawa terik, kemacetan lalu lintas, dan debu. Belum lagi di musim hujan saat Anda harus siap dengan kemungkinan menghadapi banjir. Misalnya menjadi fotografer, blogger, wartawan.

  • Meskipun biasanya mereka lebih banyak bergerak dan terkena cahaya matahari, kehidupan pekerja lapangan yang dinamis juga membuat mereka biasanya jarang ngemil sambil bekerja. Asupan makanan terbatas pada jam makan saja. Tentu saja karena sering berada di luar, pekerja lapangan juga memiliki risiko lain seperti kecelakaan kerja.

  • Tidak dapat dipungkiri kalau pekerja lapangan akan memiliki jaringan yang lebih luas ketimbang pekerja kantoran. Mereka bertemu banyak orang yang berbeda dan bisa mendapat kenalan baru hampir setiap hari. Berbeda dengan pekerja kantoran yang hanya bergaul dengan teman-teman sekantornya saja.

  • Selain itu, Anda pun bisa mengatur jam kerja sesuai kebutuhan, selama memenuhi target. Bila target telah Anda capai dan masih memiliki sisa waktu, Anda bisa memanfaatkan untuk hal lain. Namun kalau Anda tidak pandai mengatur waktu, maka Anda akan memiliki jam kerja yang lebih banyak ketimbang pekerja kantoran.

  • Pekerja kantoran dan pekerja lapangan sama-sama mendapatkan pengalaman yang beraneka ragam, meskipun jenis pengalamannya bisa jadi sangat berbeda. Misalnya, pekerja kantoran akan lebih ahli dalam menghadapi urusan administrasi dan pintar menyiapkan presentasi. Sementara pekerja lapangan akan lebih berpengalaman dalam hal berurusan dengan banyak orang, termasuk bernegosiasi.

  • Jadi, ya, bekerja tak harus duduk manis di balik meja kantor tetapi keunggulan dan kelemahan tetap harus dipertimbangkan dengan kemampuan dan kebutuhan diri sendiri. Anda pilih yang mana?

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kata siapa bekerja harus dari balik meja?

Bekerja seharusnya menjadi hal yang menyenangkan dan membangkitkan semangat. Namun, banyak orang merasa bosan karena harus duduk sepanjang hari di balik meja kantor. Benarkah tak ada pilihan lain untuk melakukan pekerjaan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr