Menurunkan berat badan: Olahraga atau diet?

Cara apa yang sebetulnya paling baik untuk menurunkan bobot tubuh?

501 views   |   1 shares
  • Mana yang lebih penting saat menurunkan berat badan, mengatur pola makan atau berolahraga? Banyak penelitian yang mengungkapkan; mengatur pola makan lebih penting dengan persentase 80 banding 20, yakni 80 persen diet dan 20 persen olahraga.

    Menurut para ahli, kunci untuk menurunkan berat badan adalah mengasup lebih sedikit kalori dari yang kita bakar. Artinya, untuk menguras setiap setengah kilogram, setidaknya kita harus mengalami defisit 3.500 kalori. "Bila kita mengikuti pola 80:20, 750 kalori dibuang melalui olahraga dan 3.000 lagi lewat pola makan," kata pakar diet Albert Matheny. Dengan begitu, total defisit per pekan adalah 3.750 kalori.

    Diet, dianggap lebih efektif dari latihan fisik karena olahraga butuh banyak kegiatan untuk memangkas 500-700 kalori. Kita setidaknya harus berlari 1,5 kilometer sehari untuk menurunkan setengah kilogram berat badan dalam seminggu, ungkap Holly Lofton, M.D., asisten professor kesehatan dan direktur dari Weight Management Program di New York University's Langone Medical Center.

    Meski diet dianggap lebih penting, bukan berarti olahraga boleh diabaikan. Mengurangi 500 kalori lewat pola makan memang lebih mudah daripada lewat aktivitas fisik, namun kombinasi tetap lebih baik, misalnya mengurangi 250 kalori lewat makanan dan 250 lagi melalui olahraga.

    "Kombinasi diet dan berolahraga tetaplah yang terbaik untuk menurunkan berat badan. Olahraga harus mengombinasikan latihan otot dan latihan kardiovaskular, bukan hanya salah satunya. Dua latihan itu sama-sama membakar kalori dan menggunakan simpanan lemak di tubuh sebagai sumber energi," ujar Matheny di Women's Health. Metabolisme akan menurun seiring dengan berkurangnya bobot tubuh. Namun, dengan berolahraga, metabolisme itu bisa ditingkatkan lagi.

    Hal serupa juga diungkapkan oleh Yutaka Okamoto, M.D, seorang spesialis bedah otak dari Osaka, Jepang, dalam bukunya yang berjudul 90 Persen Penyakit Bisa Sembuh. Menurutnya, cara mengatasi kegemukan adalah dengan mengurangi asupan kalori, perbaiki asupan gizi dan rajin berolahraga. Tidak usah melakukan diet ketat yang menyesatkan hingga tubuh mengalami malnutrisi, menurutnya.

    Berikan saja tubuh haknya berupa asupan gizi seimbang dalam bentuk makanan bervariatif yang tidak digoreng, tidak banyak gula dan tidak menggunakan bahan kimia buatan. Bahkan, tambahnya, olahraga yang dilakukan pun sebaiknya bukan olahraga berat. Biasakan saja berjalan kaki, ganti kebiasaan menggunakan lift dan eskalator dengan tangga. Cara-cara seperti ini dianggapnya cukup untuk menurunkan berat badan sebanyak 1-2 kilogram sebulan.

    Ya, seperti diet yang juga tidak boleh dilakukan berlebihan, dan bahkan membahayakan kesehatan, olahraga pun tidak baik jika dilakukan berlebihan. Toshio Akitsu, seorang dokter spesialis penyakit dalam dan sirkulasi jantung di Jepang, menjelaskan bahwa olahraga membuat tubuh mengeluarkan oksigen aktif 10 kali lipat dari kondisi biasa.

    Hal ini menjadi berbahaya jika dilakukan terus menerus, sebab, ketika konsumsi oksigen bertambah, dari dalam tubuh pun akan menghasilkan racun mematikan yang disebut oksigen aktif dalam jumlah banyak. Ini adalah oksigen yang sangat kuat daya oksidasinya dan memicu terjadinya reaksi kimia terhadap bermacam-macam materi yang akan melukai sel di dalam tubuh. Hasilnya adalah berbagai macam kerusakan seperti penuaan sel, penurunan fungsi hati dan penyumbatan pembuluh darah.

    Tak hanya itu, olahraga juga memiliki risiko kematian mendadak. Mengapa? Karena orang-orang yang melakukan aktivitas olahraga, apalagi jika sudah tenggelam dalam kompetisi, kebanyakan terlalu memaksakan diri sehingga mempermudah terjadinya masalah yang berhubungan dengan jantung maupun pembuluh darah otak.

    Mencoba melampaui batas kemampuan diri hingga titik maksimal hanya akan menyakiti tubuh secara signifikan dan menimbulkan masalah kesehatan. Maka, olahraga menjadi tepat jika dilakukan hanya untuk bersenang-senang. Dan tidak perlu dilakukan terus menerus secara rutin.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menurunkan berat badan: Olahraga atau diet?

Cara apa yang sebetulnya paling baik untuk menurunkan bobot tubuh?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr