Bagaimana bila pasangan 'pergi' mendahului Anda?

Tidak jarang pasangan lansia meninggal pada waktu yang tidak berjauhan, seakan-akan mereka begitu kehilangan pasangannya sehingga merasa tidak dapat hidup lebih lama.

746 views   |   6 shares
  • Tidak jarang pasangan lansia meninggal pada waktu yang tidak berjauhan, seakan-akan mereka begitu kehilangan pasangannya sehingga merasa tidak dapat hidup lebih lama. Bayangkan mereka sudah hidup bersama mungkin sekitar 50 tahun, menghadapi pahit manis kehidupan ini bersama. Lalu ketika mereka kehilangan teman hidupnya kehidupan mereka terasa sepi dan tidak berarti lagi. Tidak heran bila kadang-kadang hanya dalam jangka tidak begitu lama, pasangan yang ditinggalkan itu ikut mati.

  • Tetapi tragedi ini tidak hanya terjadi pada pasangan lansia, pada pasangan muda, penyakit, kecelakaan, bencana alam, atau musibah lainnya dapat menyebabkan perginya salah satu dari mereka. Dan kejadian yang tidak terduga ini tentunya sering menimbulkan syok serta kesedihan yang mendalam. Apa yang dapat mereka lakukan?

  • Sesudah syok berlalu, yang dapat dilakukan hanyalah menerima kenyataan. Ini tentunya diiringi dengan kesedihan yang tak terkira. Bagi yang masih muda, satu-satunya cara ialah mendekatkan diri dengan sang Pencipta dan menyibukkan diri. Lambat laun dengan berlalunya waktu kesedihan akan terkikis sedikit demi sedikit dan saat inilah mereka hendaknya membuka kesempatan untuk berkenalan dengan orang lain.

  • Kehilangan tidak selalu diakibatkan oleh kematian. Kadang-kadang salah satu pasangan merasa jenuh dan ingin meninggalkan perkawinannya. Seperti kisah berikut ini yang dialami oleh seorang kenalan dekat penulis. Perkawinannya diguncang oleh orang ketiga, rekan kerja si istri menjalin hubungan akrab dengannya. Kenalan penulis ini berusaha keras menghentikan hubungan itu, namun usahanya sia-sia. Suatu hari, sepulang kerja dia melihat rumahnya sepi, istri maupun kedua anak lelakinya tidak terlihat. Yang dia temukan hanyalah cincin kawin istrinya tergeletak di meja makan. Pria ini langsung paham akan apa yang terjadi. Betapapun dia tidak ingin memercayai kenyataan pahit ini, betapapun sakitnya hati seperti ditikam dalam-dalam, dia tahu apa yang terjadi. Istrinya pergi meninggalkan dia dengan membawa kedua anak mereka.

  • Selang beberapa hari dia mengetahui bahwa istrinya berada di rumah mertuanya. Istrinya berbohong kepada anak-anaknya dengan berkata bahwa mereka sedang liburan. Selama bulan-bulan mendatang dia berusaha keras memenangkan kembali hati istrinya. Namun semuanya sudah berakhir, menjelang Natal istrinya menegaskan bahwa dia tidak akan pernah kembali. Bersamaan dengan itu si istri mengatakan dia sudah menemukan pria lain yang lebih dia sukai. Mau tidak mau si suami, dengan sangat sedih, mengurus perceraian mereka.

  • Advertisement
  • Anak-anak mereka datang setiap akhir pekan ke rumah ayahnya. Anak-anak kecil yang masih murni itu menjadi korban dari perpisahan orangtuanya. Pada saat mereka diajak ayahnya makan ke suatu tempat, salah satu anak itu, yang lebih besar dan lebih mengerti keadaan, berkata, "Papa dulu mama suka makan di sini bersama kita." Atau pada kesempatan lain ketika mereka akan pergi berlibur, si anak bertanya, "Apakah mama ikut dengan kita?" padahal dia sudah tahu jawabannya. Namun hati anak-anaknya masih berharap yang sebaliknya. Ucapan-ucapan seperti ini membuat trenyuh hati si ayah yang masih rawan akibat perceraian itu.

  • Untungnya kisah ini diakhiri dengan "happy ending". Si ayah membuka hatinya untuk berkenalan dengan wanita-wanita lain. 2 tahun sesudah kejadian yang hampir membuatnya bunuh diri, dia bertemu dengan istrinya yang sekarang ini. Seorang wanita yang mampu membuatnya berdiri kembali dan menemukan kehidupan baru. Mereka dianugerahi seorang bayi perempuan yang lucu dan kakak si bayi itu masih bertanya, "Papa apakah adik ini akan tinggal juga bersama kita dan datang setiap akhir pekan saja kemari?" Kali ini si ayah dapat menjawab dengan senyum, "Tidak, nak, adikmu akan tinggal dengan ayah dan ibu barumu di sini selalu."

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Bagaimana bila pasangan 'pergi' mendahului Anda?

Tidak jarang pasangan lansia meninggal pada waktu yang tidak berjauhan, seakan-akan mereka begitu kehilangan pasangannya sehingga merasa tidak dapat hidup lebih lama.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr