Salahkah jika saya tidak suka make-up?

Merupakan hal yang alami jika seorang perempuan ingin tampil cantik. Biasanya hal ini dilakukan dengan berdandan, memoles berbagai produk kecantikan di wajah. Lalu jika tidak melakukannya apakah merupakan hal yang salah?

342 views   |   5 shares
  • Menggunakan eyeliner, maskara, foundation dan lipstik adalah bagian dari kegiatan mempercantik wajah yang dilakukan setiap hari oleh jutaan wanita. Hal ini menjadi wajar, dan bahkan kemudian menjadi pressure bagi wanita yang tidak suka berdandan.

    Sebab, berbagai pendapat berseliweran bahwa wanita cantik adalah mereka yang berdandan. Semakin maksimal riasan di wajah, menjadi penanda pintarnya para wanita ini dalam merawat diri. Benarkah demikian? Apa sih sebetulnya tujuan wanita berdandan? Lalu bagaimana dengan yang tidak suka berdandan, salahkah?

    Meurut sebuah penelitian, kebanyakan wanita berdandan sebanyak 1.500 kali dalam satu tahun, dan dua pertiganya selalu menggunakan make up, sehingga wajahnya bebas make up hanya sekitar 3,5 pekan dalam setahun hidupnya.

    Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan produsen kecantikan St Ives dan dari studi yang dilakukan kepada 1.000 wanita dan 550 pria itu, menyatakan bahwa alasan 1 dari 10 wanita menggunakan make up sepenuhnya untuk membuat lawan jenisnya tertarik. Inilah sebabnya, mereka terus menguras uang dan menggemukkan tas jinjing dengan kosmetik karena yakin bahwa tanpa make up, takkan ada lelaki yang tertarik pada mereka.

    Padahal, hasil survei pun membuktikan bahwa ¾ pria lebih menyukai penampilan alami. Lengkapnya, 40 persen pria berpikir bahwa wanita menggunakan terlalu banyak cat di wajahnya. Jadi, para pria mengatakan alasan mengapa mereka tak tertarik pada seorang wanita karena beberapa alasan; 45 persen pria mengatakan wanita yang terlalu menor, 33 persen mengatakan kulit cokelat yang palsu, 5 persen mengatakan lipstik merah dan 4 persen mengatakan bulu mata dan alis palsu. Sayangnya, sebagian besar wanita merasa lebih baik dengan make up dan 28 persen tidak percaya diri tanpanya.

    Bahkan 17 persen mengatakan mereka akan membatalkan kencan jika tidak siap dengan make up, dan yang lebih ekstrim adalah 14 persen menyatakan bahwa mereka tidak akan keluar rumah tanpa berdandan. Para responden menyatakan dirinya menggunakan make up setidaknya 4 kali sehari, atau 1.460 kali dalam satu tahun. Dahsyatnya, 67 persen mengakui bahwa wajahnya polos tanpa make up hanya 2 kali dalam sebulan.

    Jadi, intinya, menurut Brand Manager St Ives, Paula Uddin, sangat sedikit waktu yang diberikan para wanita untuk membiarkan wajahnya alami apa adanya. Kebanyakan waktu mereka dihabiskan untuk menyembunyikan kecantikan alami tersebut dari mata dunia. Ya, kecantikan alami. Karena sebetulnya Tuhan sudah menciptakan setiap mahluk-Nya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Tidak ada salahnya berdandan, namun memilih untuk tidak berdandan pun bukan merupakan tindakan yang salah. Yang biasanya menjadi salah adalah perasaan negatif terhadap cara memandang diri sendiri. Sebuah survei yang dilakukan oleh Renfrew Center Foundation menemukan bahwa 1 dari 5 perempuan kini mengenal make up lebih dini, yakni di usia 8-18 tahun.

    Ya, perasaan negatif mengenai penampilan tanpa make up sudah dimulai semenjak masih duduk di usia sekolah dasar. Seperti tidak percaya diri, merasa tidak menarik, dan seperti ada sesuatu yang hilang dari wajahnya. Michaela Angela Davis, Image Activist dan manajer editorial di BET Networks, mengatakan bahwa merupakan hal yang wajar jika perempuan ingin berdandan, namun seharusnya dilakukan sewajarnya saja. Lipgloss dan bedak, misalnya. Sebab, berdandan layaknya wanita dewasa akan membuka pintu terjadinya kejahatan seksual karena orang berpikir remaja-remaja ini adalah wanita dewasa.

    Lagi pula, menurut dia, perawatan kecantikan yang paling benar dan wajib dilakukan oleh semua orang bermula dari dalam dirinya. Mengonsumsi makanan sehat, rajin berolahraga, tidur cukup adalah beberapa elemen penting yang wajib menjadi perhatian setiap wanita agar kulitnya cantik alami. Dr. Tan Shot Yen dalam bukunya Nasihat Buat Sehat pun pernah mengungkap bahwa banyak orang yang kelihatan malu bila tak berdandan ke kantor sehingga menyediakan waktu cukup lama untuk bersolek, ketimbang merasa bersalah terhadap tubuhnya karena tak sempat sarapan.

    Merawat tubuh mulai dari memberi asupan makanan dan minuman yang seharusnya, hingga memelihara ketenangan jiwa justru dianggap kewajiban yang membosankan. Kemudian memilih berdandan maksimal agar terlihat cantik. Percayalah, setiap wanita itu cantik, jika ia menyayangi dirinya dengan memberikan setiap kebutuhan tubuhnya.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Salahkah jika saya tidak suka make-up?

Merupakan hal yang alami jika seorang perempuan ingin tampil cantik. Biasanya hal ini dilakukan dengan berdandan, memoles berbagai produk kecantikan di wajah. Lalu jika tidak melakukannya apakah merupakan hal yang salah?
Advertisement
Bergabung dengan jutaan lainnya di seluruh duniamenuju fondasi keluarga yang lebih kuat
-------------------------- atau --------------------------
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr