Hamil ketika baru saja bergabung di kantor baru. Bagaimana sebaiknya?

Apakah yang harus dilakukan untuk tetap bersikap profesional tanpa mengesampingkan kesempatan berharga ini?

266 views   |   3 shares
  • Pekerjaan baru dan kehamilan adalah sama-sama anugerah yang patut disyukuri. Sayangnya, jika terjadi secara bersamaan, Anda tentulah bingung menghadapinya. Di satu sisi, Anda sedang berusaha keras untuk menunjukkan performa terbaik. Sisi lain, kehamilan membatasi fisik dan mental Anda.

  • Bayangkan Anda bersusah payah menyelesaikan laporan kerja, dalam kondisi mual muntah akibat morning sickness (yang ternyata berlangsung tidak hanya di pagi hari saja). Kecemasan lain adalah dengan status karyawan baru, yang belum genap setahun bekerja, kemungkinan besar ada beberapa benefit yang belum dapat Anda nikmati, seperti cuti melahirkan penuh dan cover biaya persalinan.

  • Dilema besar di tengah kebahagiaan yang membuncah. Apakah yang harus dilakukan untuk tetap bersikap profesional tanpa menyampingkan kesempatan berharga ini?

  • 1. Bicara empat mata dengan atasan

  • Bijaknya, Anda perlu segera memberitahukan atasan Anda tentang kehamilan ini. Setelah pemeriksaan lengkap di dokter kandungan, Anda telah mengetahui usia kehamilan dan perkiraan hari atau minggu persalinan. Datanglah kepada atasan Anda dan berbicara empat mata secara personal mengenai hal ini. Hindari menyebarkan berita kepada rekan-rekan kerja sebelum Anda memberitahukan atasan. Gosip di kantor biasanya tersebar secepat kilat. Membuat atasan Anda menjadi yang terakhir mengetahui hal ini, tentu akan membuatnya berpikir bahwa Anda tidak menghargainya.

  • 2. Tanyakan hak Anda

  • Setelah atasan, pihak yang perlu Anda beritahukan langsung adalah bagian SDM atau Human Resources (HR). Selain melaporkan perkiraan waktu persalinan, Anda dapat bertanya dan berkonsultasi mengenai hak-hak Anda, misalnya pengaturan cuti melahirkan, pembayaran gaji selama cuti, dan benefit terkait biaya kesehatan. Apabila Anda masih berada dalam masa percobaan, Anda wajib mengetahui apakah kehamilan ini akan berpengaruh terhadap penilaian kinerja Anda dan masa depan Anda di perusahaan. Bekali diri Anda dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku dan pengetahuan tentang tata tertib perusahaan. Komunikasi yang lancar antara Anda dan bagian SDM akan mempermudah langkah Anda dalam bekerja tanpa mencemaskan masa depan Anda kala persalinan kelak.

  • Advertisement
  • 3. Koordinasikan dengan rekan kerja

  • Jikapekerjaan Anda berkaitan dengan tim, maka personel tim Anda perlu mengetahui kondisi Anda. Kelola kembali pembagian tugas dan jika perlu, Anda harus mulai memproyeksikan kapan Anda bersiap untuk melakukan pengalihan tugas Anda sedikit demi sedikit, sebelum mulai mengambil cuti.

  • 4. Rapikan manajemen kerja Anda

  • Berkaitan dengan masa cuti Anda, Anda perlu "mengamankan" area kerja Anda dengan melakukan manajemen proses dan hasil kerja yang rapi. Catatlah prosedur kerja secara rinci. Simpanlah dokumen-dokumen dengan teratur untuk memudahkan pengganti Anda mengaksesnya. Lakukan pengawasan dan pemeriksaan berkala untuk memastikan semua sudah terencana, terlaksana, serta terekam dengan lengkap.

  • 5. Perhatian kepada penilaian kinerja

  • Anda tidak dapat lari dari penilaian kinerja maupun audit berkala. Oleh karena itu, pahami betul indikator-indikator penilaian yang berlaku dalam pekerjaan Anda. Kemudian, buatlah skala prioritas untuk memenuhi setiap indikator dalam rentang waktu yang tersisa bagi Anda sebelum meninggalkan kantor untuk persalinan.

  • 6. Bersiaplah untuk segala kemungkinan

  • Setelah cuti melahirkan selesai, banyak hal dapat terjadi. Anda mungkin saja tetap lanjut bekerja, terpaksa mengundurkan diri, atau memperpanjang cuti. Pikirkan masak-masak keputusan Anda dan persiapkan support system yang sesuai dengan keputusan Anda tersebut. Anda sudah dapat mencari-cari pengasuh atau tempat penitipan, jika berniat untuk kembali bekerja. Jika Anda terpaksa mengundurkan diri, beritahukan kepada atasan setidaknya 2 minggu sebelum Anda kembali masuk bekerja, sehingga atasan Anda dapat mempersiapkan pengganti tanpa terburu-buru.

  • Tunjukkan profesionalisme Anda dengan berlaku jujur dan berusaha menjalankan tanggung jawab Anda, meskipun Anda sedang berbadan dua. Pada dasarnya, karyawan yang sedang hamil akan terlindungi hak-haknya di tempat kerja. Selama Anda tidak mendapatkan diskriminasi atau perlakuan tidak menyenangkan terkait kondisi kehamilan Anda, tetaplah bekerja seperti biasa untuk memajukan perusahaan dan diri Anda.

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Hamil ketika baru saja bergabung di kantor baru. Bagaimana sebaiknya?

Apakah yang harus dilakukan untuk tetap bersikap profesional tanpa mengesampingkan kesempatan berharga ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr