Ternyata, dari orangtua anak-anak belajar mengonsumsi jajanan minim nutrisi

Jika Anda menyayangi anak-anak jangan biarkan kebiasan buruk mengonsumsi makanan berlemak tinggi menular kepada mereka, sebaliknya tunjukkan kepada mereka agar lebih mencintai sayuran dan buah-buahan agar masa depan mereka bahagia.

141 views   |   shares
  • Banyak orangtua tidak menyadari bahwa menu makanan yang dikonsumsi sangat memengaruhi kesehatan, khususnya bagi anak-anak. Menu makanan yang dikonsumsi mereka sangat penting untuk menunjang tumbuh kembangnya. Akan tetapi, banyak orangtua beralasan selama si anak doyan makan, maka apa pun yang diminta si anak pasti akan dituruti. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak benar dan harus segera diubah, selain berbahaya bagi kesehatan orangtua secara tidak langsung telah "membunuh" buah hatinya secara perlahan.

  • Mengingat betapa pentingnya menu makanan sehat bagi anak, berikut ini ada beberapa kebiasaan buruk orangtua yang harus segera diubah agar kesehatan anak selalu terjaga.

  • Gemar mengonsumsi junk food

  • Makanan cepat saji atau biasa dikenal dengan istilah junk food diakui memiliki citarasa lezat, tidak hanya itu cara penyajian yang cepat dan dibungkus dalam kemasan yang menarik membuat banyak orang tergoda untuk selalu mencicipinya. Tapi tahukah Anda bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji menjadi penyebab utama meningkatnya angka obesitas dan penderita darah tinggi. Anak-anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji membuat mereka mengalami kekurangan gizi penting bagi pertumbuhannya.

  • Gemar mengonsumsi gorengan

  • Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi makanan goreng tertinggi di dunia, padahal terlalu sering mengonsumsi gorengan sangat buruk bagi keseahatan. Agar memiliki tubuh yang sehat tidak ada cara lain kecuali mengurangi asupan gorengan. Bagi anak-anak, sebaiknya Anda mengajarkan mereka untuk lebih menyukai makanan segar supaya kesehatan tubuh mereka selalu terjaga.

  • Gemar mengonsumsi makanan manis

  • Makanan manis mudah dijumpai dalam aneka bentuk dan cita rasa, di samping itu harga yang terjangkau membuat banyak orang tidak kesulitan untuk menikmatinya. Sayangnya, terlalu sering mengonsumsi makanan manis menjadi penyebab meningkatnya angka penderita kencing manis. Anak-anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan manis ditengarai menjadi penyebab utama anak mengalami kerusakan gigi.

  • Gemar mengonsumsi makanan berlemak tinggi

  • Orang dewasa rata-rata cenderung gemar mengonsumsi makanan berlemak tinggi seperti jeroan, makanan berkuah santan, sate, dan sebagainya. Dalam jumlah yang cukup mengonsumsi makanan berlemak tinggi memang tidak akan menyebabkan seseorang jatuh sakit, tetapi dalam jangka panjang makanan berlemak tinggi menjadi penyebab utama munculnya beragam penyakit berbahaya seperti jantung, stroke dan asam urat. Jika Anda menyayangi anak-anak jangan biarkan kebiasan buruk mengonsumsi makanan berlemak tinggi menular kepada mereka, sebaliknya tunjukkan kepada mereka agar lebih mencintai sayuran dan buah-buahan agar masa depan mereka bahagia.

  • Advertisement
  • Gemar mengonsumsi snack atau makanan ringan

  • Makanan ringan memiliki jumlah kalori yang sangat tinggi, selain itu ada banyak zat tambahan lain seperti pengawet, pewarna buatan, pemanis buatan, karbohidrat, minyak trans dan garam. Anda tentu bisa membayangkan jika kebiasaan mengonsumsi makanan ringan sampai menular kepada anak, anak-anak akan rentan mengalami kegemukan, diabetes tipe 2, asam urat, hipertensi, jantung dan stroke pada usia muda.

  • Gemar mengonsumsi mie instan

  • Mie instan menjadi idola banyak orangtua ketika malas memasak. Namun, tahukah Anda mengonsumsi mie instan dalam jangka lama dapat memicu munculnya penyakit kanker, hipertensi dan lupus. Sebuah survei yang pernah dilakukan oleh samishare.com terhadap salah satu produk mie instan menemukan fakta bahwa dalam tiap sajian 1040 mg mengandung natrium sebanyak 45% atau hampir setengahnya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Ternyata, dari orangtua anak-anak belajar mengonsumsi jajanan minim nutrisi

Jika Anda menyayangi anak-anak jangan biarkan kebiasan buruk mengonsumsi makanan berlemak tinggi menular kepada mereka, sebaliknya tunjukkan kepada mereka agar lebih mencintai sayuran dan buah-buahan agar masa depan mereka bahagia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr