Suami sudah lama tidak berpenghasilan. Bagaimana sebaiknya istri bersikap?

Menerima kekurangannya dan tetap bertahan. Tapi, sampai kapan?

2,106 views   |   9 shares
  • Riak-riak dalam rumah tangga seringkali terjadi di luar dugaan. Ujian berat Anda dan pasangan salah satunya dapat berasal dari masalah tersensitif, yaitu finansial. Karena satu dan lain hal, berbeda dengan rumah tangga pada umumnya, suami Anda tidak dapat memberikan nafkah materi kepada keluarga. Entah belum rezeki atau kondisi yang tidak memungkinkan, suami tidak bekerja sehingga tidak mampu memberikan penghasilannya kepada keluarga.

  • Situasi yang tidak mengenakkan ini bagi sebagian orang, menjadi alasan untuk meninggalkan suami tercinta. Namun, Anda dapat tetap tegar berdiri dan memberikan dukungan Anda kepadanya sebagai seorang istri. Inilah 5 cara yang dapat Anda lakukan:

  • 1. Memberinya keyakinan bahwa ini hanya kondisi sementara

  • Kehilangan kesempatan untuk menjadi pencari nafkah utama adalah salah satu pukulan terberat bagi mental dan harga diri seorang pria. Bagi kebanyakan pria pun, mengakui bahwa menganggur meresahkan mereka, berat dilakukan. "Ini akan membuatku terlihat lemah dan cengeng." Begitulah pikir mereka. Pandailah membaca situasi dan perasaan pasangan Anda. Hindari menghujaninya dengan pertanyaan bertubi-tubi mengenai masalah pekerjaannya dan mengapa ia tidak lagi bekerja. Biarkan ia merenung sejenak, namun tetaplah di sisinya untuk memeluknya hangat dan menyediakan bahu Anda untuknya bersandar. Semakin Anda menekannya, ia akan merasa terpojok dan pada akhirnya akan memilih untuk menghindar atau menutup diri. Berikan kesan dan pandangan bahwa Anda memahami situasi ini, di mana kondisi ini tidaklah permanen dan bukan lubang hitam tiada ujung. Secercah harapan akan membangkitkan diri suami untuk melangkah maju dan tidak berkubang dalam duka terus-menerus.

  • 2. Mendorong tanpa 'menyetir'

  • Setelah suami Anda menunjukkan tekad untuk bangkit dari keterpurukan, tahan dulu keinginan Anda untuk tancap gas. Biarkan ia memilih sendiri caranya untuk mencari nafkah. Terkadang, naluri keibuan mendorong Anda untuk mengambil alih segalanya. Mencarikan lowongan, menuliskan surat lamaran, hingga melatihnya wawancara. Well, ia bukan anak lelaki balita Anda. Hargailah pilihannya, sepanjang pekerjaan yang diinginkannya bermanfaat dan baik, tidak melanggar norma ataupun hukum. Jika ia tidak menanyakan pendapat Anda atau meminta bantuan Anda terlebih dahulu, belum saatnya Anda turut campur dalam perjuangan barunya.

  • Advertisement
  • 3. Tawarkan peran baru

  • Sementara ia menunggu kesempatan baru, bukalah kesempatan baginya untuk melakukan peran baru, terlebih Anda pun mendapatkan posisi baru sebagai pemberi nafkah utama. Libatkan ia lebih sering dalam pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak-anak. Berdiskusilah mendalam dengan suami, utarakan maksud Anda, bahwa peran ini bukanlah peran yang hina atau memalukan. Justru inilah blessing in disguise, di mana suami dapat "menebus" waktu berkualitas dengan anak-anak yang selama ini mungkin terenggut karena kariernya.

  • 4. Jaga kehormatannya

  • Satu lagi kesabaran ekstra yang perlu Anda sediakan. Menghadapi pertanyaan dari berbagai pihak mengenai keadaannya tidak bekerja. Semiring apapun omongan di luar sana, tetaplah menjadi istri yang teguh meyakini bahwa keadaan akan kembali baik suatu saat nanti. Anda tidak perlu berbohong tentang pekerjaan suami atau berapa uang yang dimilikinya. Arahkan pembicaraan dengan menitikberatkan kepada sisi positif dari suami Anda. Kepeduliannya kepada anak-anak, waktu ibadah yang tersedia lebih banyak, dan usahanya untuk mencari solusi. Selain itu, Anda juga perlu mengkomunikasikan kepada anak-anak Anda mengenai ujian yang sedang dihadapi keluarga Anda. Kemas penyampaian Anda dengan menganjurkan anak-anak untuk melakukan penyesuaian gaya hidup (sesuai dengan kondisi keuangan yang berubah), memberikan dukungan kepada Ayah, dan meminta doa restu mereka untuk keadaan yang lebih baik. Dengan sikap positif Anda, anak-anak pun akan terbawa untuk rela menerima keadaan dan turut mendukung orang tua mereka melalui badai ini bersama.

  • 5. Ubah keluhan menjadi pembuka ide

  • Sangatlah penting untuk menjaga suasana kondusif dan semangat positif dalam hubungan Anda. Salah satu cara yang dapat Anda terapkan adalah mengubah keluhan-keluhan Anda tentang hal-hal yang tidak tercapai menjadi pembuka ide kreatif untuk mewujudkannya. Tak ada kunjungan rutin ke mal? Sekarang Anda dapat banyak "berkencan" di rumah sambil menonton berdua atau makan tengah malam nan romantis. Hadiah-hadiah tak lagi ia belikan untuk hari spesial? Bagaimana jika Anda membuat proyek berdua, mengerjakan hadiah yang Anda idamkan. Terbukalah dengan segala bentuk kemungkinan untuk menciptakan karya dari ide-ide Anda. Ini pun dapat menjadi peluang wirausaha yang menambah pundi-pundi keluarga Anda di masa mendatang.

  • Advertisement
  • Tetaplah memelihara keyakinan Anda pada pria istimewa ini. Ingatlah janji suci Anda, for better or worst.Anda seyogyanya tetap di sisinya untuk selalu mendukung, mendoakan, dan menopangnya demi keutuhan keluarga.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Suami sudah lama tidak berpenghasilan. Bagaimana sebaiknya istri bersikap?

Menerima kekurangannya dan tetap bertahan. Tapi, sampai kapan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr