Bagaimana mencegah temper tantrum pada anak?

Orangtua harus bisa memahami karakter anak, orangtua juga harus bisa mengendalikan emosi anak sebelum mereka mengamuk.

373 views   |   3 shares
  • Orangtua tidak perlu khawatir menghadapi buah hatinya yang tiba-tiba marah besar, dalam dunia psikologi kondisi semacam ini dikenal dengan istilah temper tantrum. Temper tantrum adalah luapan emosi anak di saat ia sedang berusaha menunjukkan kemandiriannya dengan cara negatif. Umumnya tantrum dialami anak rentan usia 2 hingga 4 tahun.

  • Apa yang menyebabkan anak mengalami tantrum?

  • Penyebab tantrum pada setiap anak berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya: Faktor keluarga, lingkungan serta gaya hidup. Namun demikian, secara umum penyebab tantrum pada anak dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, antara lain:

  • 1. Anak kecewa tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, contoh: Anak ingin menyusu tapi orangtua sedang sibuk dengan pekerjaan.

  • 2. Anak tidak mampu melakukan sesuatu, contoh: Anak ingin mengambil sesuatu tapi gagal karena jauh dari jangkauan.

  • 3. Anak berharap orang lain melakukan sesuatu untuk dirinya, contoh: Anak ingin digendong tapi orangtua sedang sibuk melakukan sesuatu.

  • 4. Anak tidak memahami apa yang sedang diinginkannya, contoh: Anak ingin tidur tapi dirinya belum mengantuk.

  • 5. Anak tidak mampu menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan dirinya, contoh: Anak sedang sakit tapi tidak tahu cara menyampaikan.

  • 6. Anak putus asa tidak mampu mengendalikan situasi yang diharapkannya, contoh: Ingin selalu ditemani oleh ayah tapi ayah harus bekerja, ingin tinggal di rumah saudara tapi harus segera pulang, ingin dibelikan mobil warna biru tapi orangtua justru membelikannya robot-robotan.

  • 7. Anak salah mengerti, contoh: Orangtua sedang bercanda tapi anak menganggap hal tersebut sebagai sebuah sindiran.

  • 8. Anak sedang lapar, haus, capek, mengantuk, bosan, sakit, kesal, ketakutan, atau cemas.

  • 9. Anak sedang meniru perilaku orang dewasa.

  • Apa yang harus orangtua lakukan untuk mengatasi anak tantrum?

  • Biasanya orangtua baru menyadari si kecil mengalami tantrum setelah ia menunjukkan emosinya dan hal ini wajar karena munculnya tantrum sendiri terkadang bukan disebabkan oleh adanya persoalan di dalam diri anak, melainkan karena si anak sedang mengembangkan kemampuan belajarnya. Ada pun beberapa cara yang orangtua bisa lakukan untuk mengatasi tantrum, adalah:

  • 1. Cegah sebelum anak mengamuk

  • Orangtua harus bisa memahami karakter anak, orangtua juga harus bisa mengendalikan emosi anak sebelum mereka mengamuk. Berikan kepada anak perhatian yang cukup dan tunjukkan kepedulian supaya mereka merasa tidak diabaikan.

  • Advertisement
  • 2. Lebih tanggap dengan keinginan anak

  • Pahami ketika anak berusaha menyampaikan sesuatu dan bantu mereka mewujudkannya. Jika menurut Anda apa yang diinginkan oleh anak berbahaya, maka berikan pemahaman mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan.

  • 3. Jangan kalah dengan amarah anak

  • Agar anak-anak tidak menjadi kebiasaan, maka setiap kali mereka marah jangan menuruti apa yang mereka inginkan. Sebagai orangtua Anda harus mampu melihat situasi apakah harus menuruti keinginan anak atau justru membiarkannya. Anak-anak perlu belajar bahwa segala hal yang mereka inginkan tidak selalu harus dituruti.

  • 4. Coba tenangkan dengan alternatif lain

  • Sebagai orangtua memang dituntut harus kreatif menghadapi kemarahan anak. Kadang, ketika marah anak-anak tidak tahu apa sebenarnya yang ia inginkan. Untuk mengatasi hal ini cobalah mengalihkan perhatian anak, Anda bisa sejenak menggendongnya atau mengajaknya berjalan-jalan di sekitar rumah.

  • 5. Jadilah konsisten

  • Butuh waktu bagi anak untuk bisa mengendalikan emosinya, sebagai orangtua Anda harus bisa ekstra sabar menghadapi perilaku anak semacam ini. Namun demikian, agar anak-anak cepat belajar dibutuhkan konsistensi dari Anda dalam mendidik mereka. Bantu selalu anak-anak karena apa pun situasinya sejatinya mereka sedang belajar dan sangat membutuhkan kasih sayang.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Bagaimana mencegah temper tantrum pada anak?

Orangtua harus bisa memahami karakter anak, orangtua juga harus bisa mengendalikan emosi anak sebelum mereka mengamuk.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr