Suamiku ‘alergi’ pekerjaan rumah tangga. Ternyata, ini alasannya!

Kenali alasan di balik sikap suami yang 'picky' soal pekerjaan rumah tangga

415 views   |   3 shares
  • Perdebatan Anda dan suami mengenai pembagian tugas rumah tangga, ternyata bukan hal yang aneh. Jutaan pasangan mengalami masalah dan sama, di mana urusan tugas rumah tangga ini menjadi salah satu kerikil pernikahan yang kerap tak tersingkirkan.

  • Ditambah lagi, dengan era di mana semakin banyak istri bekerja dan mendatangkan penghasilan bagi keluarga, peran suami tak selalu menjadi pencari nafkah utama (breadwinner). Tidak sedikit keluarga yang menggantungkan nafkah utama di pundak Ibu atau Ibu memiliki penghasilan lebih besar dari Ayah.

  • Sebuah studi yang dilakukan oleh pasangan peneliti Dan Cassino dan Yasemin Besen-Cassino memaparkan penemuan mereka atas fenomena istri yang unggul dari segi pendapatan ketimbang suami. Bagi sebagian pria, kondisi ini membuat mereka merasa inferior hingga memberikan sebuah reaksi atas "kehilangan harga diri". Ya, para singa jantan yang terluka ini memilih untuk mengabaikan tugas rumah tangga, menambahkan beban kepada para istri, atau menghindar saat diminta untuk membantu.

  • Psikolog Joshua Coleman menyampaikan bahwa keengganan pria untuk turun tangan dalam pekerjaan rumah tangga, dapat berawal dari masa kecilnya. Mereka dapat berkaca dari perilaku Ayah dan cara pengasuhan di mana anak laki-laki dijunjung tinggi status dan kekuasaannya. Penolakan terhadap tugas rumah tangga bisa jadi merupakan cara untuk menunjukkan arti "kebebasan" bagi mereka.

  • Ternyata, latar belakang pasangan Anda pun mempengaruhi bagaimana kesediaannya untuk membantu Anda dalam pekerjaan rumah tangga. Para pria denganlatar belakang berikut akan lebih kooperatif untuk menyingsingkan lengan baju membantu Anda di rumah :

    • Menikah menjelang atau telah memasuki usia 30-an

    • Pindah dari lingkungan rumah di mana mereka dibesarkan

    • Frekuensi kontak dengan orangtua yang tidak terlalu sering

    • Sudah pernah menikah sebelumnya

  • Advertisement
  • Jika Anda perhatikan, sesungguhnya pria tidak sepenuhnya menolak pekerjaan rumah tangga. Namun, mereka lebih selektif, atau hanya menyukai pekerjaan tertentu saja. Simon Oaks, penulis Will Marry for Food, Sex and Laundry, menyebutkan bahwa pria cenderung menyukai pekerjaan "maskulin". Pekerjaan ini adalah tugas rumah tangga yang mengandung "bahaya" (seperti perlu memanjat tangga atau berkaitan dengan hal berisiko), membutuhkan banyak energi (mengangkat dan mendorong), menggunakan peralatan khusus, dan menunjukkan hasil yang jelas. Tugas yang menuntut detail atau langkah-langkah rinci, bukanlah menjadi favorit mereka.

  • Ada fakta menarik. Ternyata para pria lebih memilih memasak dan inilah tugas yang disukai banyak pria. Sebuah studi memaparkan bahwa pria menilai memasak sebagai salah satu bentuk rekreasi. Ditambah dengan tren para koki pria yang menjadi pesohor atau wirausahawan kuliner sukses, para pria pun makin getol menunjukkan eksistensi mereka sebagai peracik hidangan handal.

  • Meskipun pengakuan dan persamaan hak gender makin kencang didengungkan, tatanan nilai tradisional yang telah terbentuk, menjadikan wanita, sebesar apapun penghasilannya, sebagai pihak yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap urusan tugas rumah tangga. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Janell C. Fetterolf dan Laurie Rutman, psikolog dari Universitas Rutgers, New Jersey, AS.

  • Bicarakan pembagian kerja rumah tangga ini dengan rinci bersama pasangan karena masalah yang terlihat sederhana ini sesungguhnya krusial bagi masa depan keluarga Anda. Psikolog John Gottman mengungkapkan bahwa pria yang melakukan banyak tugas rumah tangga memiliki kehidupan seksual yang lebih baik dan pernikahan yang lebih mesra. Selain itu, harmoni yang juga terbangun dengan istri tercinta, menjadikan teladan yang baik bagi anak-anak dan membawa kebahagiaan bagi mereka. Imbasnya, anak-anak pun akan lebih berprestasi secara akademik dan mampu bersosialisasi dengan nyaman.

  • Advertisement
  • Marilah redam ego Anda berdua dan mulailah bahu-membahu bekerja di rumah. Rasakan kehangatan dan koneksi yang mendalam dalam kerja sama yang terlaksana kompak.

Bantu kami menyebarkan

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Suamiku ‘alergi’ pekerjaan rumah tangga. Ternyata, ini alasannya!

Kenali alasan di balik sikap suami yang 'picky' soal pekerjaan rumah tangga
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr