Ternyata, menikah mampu mengurangi tingkat stres!

Kenaikan kadar Kortisol dalam darah akan menyebabkan stres, beberapa di antaranya dapat diatasi dengan hubungan pernikahan yang berkualitas.

387 views   |   17 shares
  • Dalam ilmu kesehatan, hormon stres dikenal dengan nama Kortisol. Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa stres menyebabkan gangguan kesehatan dipicu oleh kenaikan kadar Kortisol dalam darah. Ada banyak cara dikemukakan oleh para ahli untuk menurunkan kadar Kortisol, beberapa di antaranya dapat dilakukan dalam sebuah ikatan pernikahan. Apa sajakah itu? Yuk simak di bawah ini:

  • 1. Bangun kebersamaan yang langgeng

  • Saat dua pribadi bersatu dalam cinta dan memasuki bahtera kehidupan rumah tangga, tentu diawali dengan perasaan bahagia. Perasaan dicintai dan dihargai secara terus menerus dapat menurunkan kadar hormon Kortisol. Bahkan kepenatan dalam pekerjaan dan masalah-masalah lain yang timbul di luar rumah, dapat segera terobati saat memasuki rumah dan disambut dengan senyuman dan kehangatan. Kadar Kortisol yang mula-mula tinggi dapat segera turun karena perasaan nyaman dan bahagia atas sambutan lembut serta penuh cinta dari pasangan.

  • 2. Sentuhan kasih

  • Segera setelah memasuki rumah, usahakan untuk meninggalkan urusan pekerjaan dan urusan pribadi yang tidak perlu dibawa ke dalam rumah. Setelah selesai makan malam, luangkan waktu untuk bersantai berdua dengan belaian kasih dan pelukan mesra. Ceritakan kegiatan Anda berdua selama satu hari, sambil diiringi musik relaksasi yang romantis. Bangun kemesraan dalam hubungan seperti ini dapat meningkatkan kadar hormon endorfin dan menurunkan hormon kortisol dalam tubuh.

  • 3. Semarakkan rumah dengan tawa

  • Tertawa diyakini dan terbukti dapat menurunkan hormon Kortisol. Karenanya cari cara agar Anda dan dia dapat tertawa setiap saat bersama di rumah. Jika sulit berkelakar, Anda mungkin bisa mencoba mendengarkan radio atau menonton siaran televisi yang lucu. Beberapa orang mungkin lebih menyukai film drama yang sedih, namun segera ganti perasaan sedih dengan suasana riang setelahnya. Bila tidak, maka Anda menghadirkan stres dalam keluarga karena perasaan sedih meningkatkan kadar hormon kortisol.

  • Advertisement
  • 4. Olahraga

  • Walau dapat dilakukan sendiri, namun olahraga bersama-sama dengan pasangan tentu akan jauh lebih menyenangkan. Olahraga ringan yang menyegarkan, dan menyehatkan ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan Anda dan pasangan. Hidup sehat luar dalam kan!

  • 5. Bercinta

  • Kenikmatan dan rasa bahagia saat bercinta menghasilkan hormon endorfin yang baik untuk menurunkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Para peneliti menemukan bahwa pasangan yang rutin bercinta memiliki kadar kortisol lebih rendah dibanding mereka yang jarang. Selama bercinta, tubuh Anda memproduksi dopamine, senyawa yang bekerja melawan hormon stres.

  • Masih ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan oleh pasangan suami-istri dalam menciptakan suasana nyaman di rumah. Selain tugas sebagai orang tua untuk membesarkan dan mendidik anak, Anda tetap harus mengusahakan kegiatan berkulitas yang dapat mempererat tali kasih dan membawa kepuasan dalam kehidupan pernikahan Anda. Hal-hal seperti itulah yang akan membuang stres dalam tubuh dan bonusnya Anda tetap sehat serta awet muda.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Ternyata, menikah mampu mengurangi tingkat stres!

Kenaikan kadar Kortisol dalam darah akan menyebabkan stres, beberapa di antaranya dapat diatasi dengan hubungan pernikahan yang berkualitas.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr