Waspadalah, 7 penyakit ini mengintai si perut buncit

Sadari risiko memiliki tubuh dengan bobot melebihi batas ideal!

565 views   |   10 shares
  • Memiliki perut buncit kerap dianggap sebagai tanda kemakmuran, tetapi nyatanya tidak demikian. Memiliki perut buncit justru merupakan tanda seseorang mengalami obesitas yang jika tidak segera ditangani dapat menganggu kesehatan. Sayangnya, bukan hal yang mudah menghilangkan perut buncit dalam sekejap. Tidak hanya itu, perut buncit juga dapat mengganggu penampilan seseorang dan menyebabkannya dapat tampil kurang percaya diri.

  • Lalu, apa penyebabnya?

  • Perut buncit terjadi karena asupan makanan melebihi kebutuhan energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas. Selain itu, riwayat kegemukan pada keluarga disertai dengan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat, jarang berolahraga, faktor usia, ketidakseimbangan hormonal dan stres ditengarai semakin memperparah munculnya timbunan lemak di perut.

  • Bilamana seseorang dianggap memiliki perut buncit?

  • Cobalah ukur lingkar pinggang untuk mengetahui apakah Anda termasuk seseorang dengan perut buncit atau tidak. Seorang laki-laki disebut memilikiperut buncitjika ukuran lingkar pinggangnya lebih dari 90 cm dan pada wanita jika lingkar pinggangnya lebih dari 80 cm.

  • Mengapa perut buncit berbahaya?

  • Jika Anda tergolong berperut buncit, waspadalah. Sebab ada beberapa risiko penyakit yang mengintai kesehatan Anda seperti di antaranya:

  • 1. Kematian dini

  • Centers for Disease Control and Preventiondi Amerika menyebutkan, sekitar tiga ratus ribu kematian terjadi setiap tahunnya di Amerika dan 70% di antaranya diperkirakan akibat obesitas. Orang dengan kondisi tubuh mengalami kegemukan cenderung berisiko meninggal di usia yang lebih muda ketimbang mereka dengan berat badan normal.

  • 2. Penyakit jantung

  • Orang dengan perut buncit cenderung berisiko mengalami serangan jantung. Hal ini disebabkan karena kadar trigliserida yang tinggi, timbunan lemak yang menyelimuti jantung sehingga membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah mengalir ke seluruh tubuh.

  • 3. Kencing manis

  • Masih menurut Centers for Disease Control and Prevention,di Amerika rata-rata penderita diabetes 80% di antaranya adalah mereka dengan kelebihan berat badan. Lebih lanjut dijelaskan, kenaikan berat badan yang terjadi sebanyak 5-10 kg dari berat badan ideal akan meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit kencing manis tipe 2 sebanyak dua kali lipat ketimbang mereka dengan berat badan normal.

  • Advertisement
  • 4. Serangan stroke

  • Stroke terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah di otak. Serangannya dipicu oleh tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan kurangnya aktivitas fisik. Kondisi perut buncit akan semakin memperparah munculnya stroke, bahkan ketika orang tersebut masih usia muda.

  • 5. Kanker

  • Obesitas yang dialami oleh orang dengan perut buncit meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker seperti usus besar, kanker empedu, kanker prostas, kanker ginjal dan kanker payudara. Jika Anda wanita yang mengalami kenaikan berat badan lebih dari 10 kg dari usia 18 tahun hingga paruh baya, maka berhati-hatilah karena kondisi tersebut memungkinkan Anda menderita kanker payudara lebih besar daripada mereka yang berhasil mempertahankan berat badan tetap stabil.

  • 6. Gangguan pernapasan

  • Orang dengan perut buncit kerap mengalami kesulitan bernapas baik ketika sedang beraktivitas maupun saat sedang istirahat. Dalam kasus yang lebih berat perut buncit ditengarai menjadi penyebab seseorang menderita asma, bronkitis akut, hingga insfiensi pernapasan.

  • 7. Gangguan psikologis

  • Tidak hanya berdampak pada para pria, perut buncit juga sangat mempengaruhi kondisi psikologi para wanita. Umumnya, kondisi perut buncit membuat seorang wanita menjadi lebih gampang minder karena menganggap dirinya tidak bisa tampil menarik.

  • Bagaimana cara mengencilkan perut buncit yang benar?

  • Saya pribadi adalah mantan penderita perut buncit. Dulu ketika masih duduk di bangku SMA tak jarang teman-teman saya menyebut saya dengan julukan bumil (Ibu Hamil), hal ini akibat kebiasaan buruk saya yang doyan ngemil tapi minim aktivitas tubuh, sehingga menyebabkan timbunan lemak di perut saya jauh dari kata ideal. Namun, sejak masuk di bangku kuliah kebiasaan buruk tersebut sudah mulai saya kurangi. Bahkan setelah menikah dan memiliki seorang putri ukuran perut saya tetap bisa dibilang stabil, yaitu berkisar antara 75-80 cm.

  • Adapun beberapa kebiasaan yang kerap saya lakukan untuk menjaga ukuran perut tetap stabil, adalah:

  • 1. Olahraga kardio secara teratur (Sepeda, jogging, lari)

  • 2. Menjaga pola makan dengan mengurangi asupan karbohidrat

  • Advertisement
  • 3. Sebisa mungkin menghindari camilan manis

  • 4. Istirahat yang cukup

  • 5. Menghindari stres

  • 6. Mengubah gaya hidup (Hindari menggunakan kendaran bermotor untuk bepergian jika bisa ditempuh dengan jalan kaki)

  • 7. Konsumsi lebih banyak serat (Buah-buahan dan sayuran)

  • 8. Minum air putih lebih banyak, hindari mengonsumsi minuman berkarbonasi

  • 9. Sebisa mungkin kurangi gorengan

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Waspadalah, 7 penyakit ini mengintai si perut buncit

Sadari risiko memiliki tubuh dengan bobot melebihi batas ideal!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr