Coba cek, apakah anak Anda sangat tergantung pada televisi?

Namun yang Anda perlu khawatirkan adalah apakah saat ini anak Anda termasuk anak yang sudah begitu tergantung pada televisi?

222 views   |   shares
  • Layar kaca yang dimaksud di sini adalah televisi. Perangkat ini bisa dibilang sudah menjadi salah satu kebutuhan primer bagi kehidupan manusia. Jika Anda perhatikan, hampir semua rumah pasti memiliki barang elektronik yang satu ini. Bahkan ada juga yang memilikinya tidak hanya satu unit, tetapi masing-masing kamar diisi dengan barang tersebut.

  • Artinya sudah jelas bahwa layar kaca memiliki pengaruh atau hubungan yang kuat dengan keseharian Anda dan keluarga. Di mana melalui layar kaca Anda bisa mendapatkan berbagai hiburan, pengetahuan, informasi, perkembangan yang sedang terjadi dan lain-lain. Banyak hal positif yang dapat Anda dan keluarga peroleh. Namun dampak negatifnya juga tentu ada terutama bagi anak-anak Anda yang masih belum bisa membedakan mana tayangan baik mana yang bukan.

  • Antara orang tua dan anak-anak jelas kebutuhan atau konsumtif akan tayangan-tayangan pada layar kaca pasti berbeda. Anak-anak berumur di bawah 10 tahun tentu menyukai tayangan yang berbau anak-anak, misalnya acara musik anak-anak atau film kartun. Anak-anak berumur di atas 10 tahun mungkin lebih menyukai tayangan edukasi atau film bercerita tentang anak sekolahan. Semakin besar anak semakin banyak juga tayangan yang diminatinya. Oleh sebab itu, Anda harus membimbing anak sesuai usianya ketika anak hendak menonton televisi.

  • Namun yang Anda perlu khawatirkan adalah apakah saat ini anak Anda termasuk anak yang sudah begitu tergantung pada televisi?

  • Dwi Andini (35 tahun), ibu dari Azizah (8 tahun) menjelaskan bahwa: "Untungnya anak saya tidak terlalu suka berlama-lama berada di depan layar kaca. Bukan karena saya membatasi, tetapi karena anaknya sendiri tidak begitu suka. Karena saya memang ibu pekerja dan baru pulang pada waktu sore hari, saya jelas tidak bisa mengawasi dia. Dia hanya ditemani oleh saudara saya. Tetapi saya tidak cemas, karena saya tahu Azizah tidak terpengaruh pada sajian-sajian layar kaca. Biasanya di akhir pekanlah kami baru menonton televisi bersama, itu pun jika acara televisinya menarik baru kami bisa berlama-lama di depan televisi."

  • "Dulu anak pertama saya (Michael) sempat sangat tergantung pada layar kaca, mulai bangun tidur yang dicarinya hanya film kartun. Entah berapa jam sudah yang dia habiskan di depan TV. Jika filmnya habis, saya terpaksa menyetel DVD film kesukaannya agar dia tidak menangis. Jadi semua aktivitasnya sehari dilakukan di depan TV, mulai dari makan, tidur dan bermain. Hal tersebut berlangsung sampai anak saya akan masuk TK. Di situlah dampak buruk yang baru saya rasakan. Dia tidak mau sekolah jika belum nonton. Saya sadar, dia seperti itu karena kesalahan saya juga dalam mendidik. Dulu saya tidak paham bahwa membiarkan anak tanpa membuat aturan dalam menonton akan berakibat buruk." (Vanny, 33 tahun)

  • Advertisement
  • Anak yang tergantung pada layar kaca dapat Anda tandai melalui perilakunya, pendidikannya, kesehatan fisiknya dan pergaulannya. Anak yang sudah tidak bisa terlepas dari yang namanya televisi, cenderung akan menjadi anak yang tidak aktif, malas bergerak, malas belajar dan biasanya kuper atau kurang pergaulan. Sehingga anak biasanya mengalami perubahan sikap yang tidak biasanya, penurunan prestasi dan kreativitas, semangat belajar dan bermain menjadi menurun, konsumtif karena seringnya melihat iklan-iklan yang sasarannya memang buat mereka, atau bisa jadi mengalami peningkatan berat badan.

  • Lantas, apakah dengan begitu Anda lalu mematikan TV dan menjauhkannya dari anak? Tentu saja tidak. Bagaimanapun layar kaca memberikan kontribusi yang baik bagi anak asal tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan anak. Tentu saja tetap dalam pengawasan Anda agar tidak menjadi candu bagi anak. Yang perlu Anda lakukan adalah pengarahan, pembatasan waktu menonton dan pengalihan. Pengalihan bisa Anda lakukan dengan sering mengajak anak mengobrol dan bermain bersama, mengajak anak ke toko buku atau ke taman bermain, mengikutsertakan anak ketika bersih-bersih rumah, atau mengarahkan anak pada hobi, bakat atau minatnya. Kegiatan-kegiatan positif seperti demikian dapat mengurangi anak dari ketergantungan menonton.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Coba cek, apakah anak Anda sangat tergantung pada televisi?

Namun yang Anda perlu khawatirkan adalah apakah saat ini anak Anda termasuk anak yang sudah begitu tergantung pada televisi?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr