Apa sajakah yang patut diketahui orangtua baru?

Jangan anggap remeh. Ini saat dimana banyak emosi yang dirasakan, dan banyak ujian yang menghadang.

288 views   |   shares
  • Anda sedang menanti kelahiran anak pertama? Atau sudah lahir? Wah, selamat ya. Menjadi orangtua baru, sebetulnya merupakan fase yang amat menyenangkan. Namun tentunya, tak lepas dari tantangan.

  • Hal terbesar dan paling menantang, tentunya pengasuhan. Sebab kini, Anda dan pasangan dihadiahi anak manusia yang seluruh kehidupannya menjadi tanggung jawab Ayah dan Ibunya. Karena itu Dr. Mehmet Oz, dalam bukunya "Raising Your Child" menuliskan bahwa menjadi orangtua = rumit. Sebab, menjadi orangtua memang mirip dengan pekerjaan detektif yang giat. Di dalamnya tidak selalu ada solusi yang jelas pada setiap misteri yang ditemui.

  • Pelik, sebab Anda akan selalu berhubungan dengan sasaran bergerak dengan kondisi dan faktor yang tak terhitung banyaknya sehingga membuat setiap situasi berbeda satu sama lain. Selain itu, menurut Dr. Oz, menjadi orangtua pun berarti Anda harus menjadi model. Iya, dalam segala hal tentunya. Dari perilaku, cara makan hingga berbagai kebiasaan.

  • Karena itu, tidak ada rumusan orangtua meminta anak menjadi baik, tanpa melakukan perubahan diri sendiri terlebih dulu. Hal yang lebih dahsyat yang diungkap dalam buku ini; menjadi orangtua = menantang gen, bahkan mengubah gen. Wah! Sebab, kita semua tentu tahu bahwa bersatunya ayah dan ibu adalah faktor penentu susunan genetis anak. Sifat fisik dan kepribadian, banyak yang diturunkan langsung dari orangtua.

  • Namun ternyata, informasi terkini membuktikan bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengubah cara gen mengekspresikan diri sedini mungkin sejak janin masih berada di dalam rahim. Oleh Karena itu seorang anak bisa tidak terikat dengan kerja DNA yang dibawanya sejak lahir. Jadi, orang tualah yang berperan paling penting dalam menentukan perkembangan anak dalam segala hal mulai dari kepribadian dan tingkah laku hingga kondisi kesehatannya di masa depan.

  • Berat? Tunggu dulu. Tantangan berikutnya masih ada; pernikahan Anda. Menurut riset dari psikolog SpringboardJohn Gottmanyang merupakan pendiri Relationship Research Institute di Seattle, Amerika Serikat, hampir 70% pasangan merasakan penurunan pada kepuasaan pernikahan di tahun pertama kelahiran bayi.

  • "Cukup banyak pasangan tidak menyadari betapa mengejutkannya masa transisi ini sampai mereka memasukinya selama beberapa bulan," ujar Psikolog Alyson Saphiro, peneliti pendamping di Gottman. Kurang tidur, jarang bercinta dan pertengkaran akibat merasakan peran baru adalah beberapa hal yang menyebabkan orangtua baru stres.

  • Advertisement
  • Wajar, karena, sejak kelahiran si kecil, waktu berduaan pun semakin sedikit. Bahkan banyak istri yang merasa diabaikan suaminya. Kurang tidur pun membuat pasangan jadi mudah emosi dan stres. Ayah dan ibu yang kelelahan membuat mereka sensitif satu sama lain. Kalau sudah begini, gairah seks pun pasti menurun. Ketidakadilan pembagian tugas dalam hal mengurus si kecil dan rumah, adalah alasan lain yang menyebabkan kepuasaan pasangan pada pernikahan menurun.

  • Namun para ahli percaya, semua masalah itu bisa diatasi. Kuncinya adalah komunikasi. "Tujuan utama dari semua ini adalah membangun hubungan yang kuat dan berkomitmen sehingga bisa melalui masa transisi menjadi orangtua. Jadi ketimbang saling menyalahkan, pasangan seharusnya mengatakan, 'kita bisa melalui ini bersama'," saran Saphrio.

  • Direktur program Bringing Baby Home asal Seattle, Carolyn Pirak mengatakan, kunci untuk menciptakan pernikahan yang bahagia setelah kelahiran bayi adalah menemukan cara agar Anda dan suami tetap bisa punya waktu berduaan. Untuk mewujudkan hal itu, Anda dan pasangan harus sadar apa yang terjadi pada kehidupan masing-masing setelah kelahiran si buah hati.

  • Penelitian menunjukkan pasangan yang bisa menjaga keintiman dan keakraban satu sama lain tetap merasa puas pada pernikahannya. Untuk menjaga kedua hal itu, Anda dan suami harus tetap saling rajin berkomunikasi mengenai aktivitas keseharian atau berbagi cerita soal apa pun, bukan hanya soal si kecil.

  • Jika keintiman tetap terjaga, maka, masalah kurang tidur pun bisa diatasi dengan pembagian tugas yang adil karena telah didiskusikan dengan kepala dingin. Setelah itu, kegiatan seksual pun bisa tetap dilakukan dengan romantis. Jika hubungan dengan pasangan harmonis, Anda berdua bisa bekerja sama dengan baik dalam mengasuh si kecil.

  • Menurut Dr. Laura Markham, Psikolog, tanggung jawab utama Anda sebagai orangtua sebetulnya adalah mencintai diri sendiri terlebih dulu. Saat menjadi orangtua, kebutuhan diri sendiri biasanya terlupakan begitu saja. Padahal, jika dipenuhi, justru membuat kita lebih bahagia saat menjalani peran sebagai orangtua. Mencintai diri sendiri sebagai orangtua, justru kunci untuk menjadi ayah dan ibu yang lebih sabar dalam menghadapi perilaku si kecil.

  • Advertisement
  • Ingatlah, anak tidak perlu orangtua yang sempurna. Mereka butuh orangtua yang mau mendengarkan, menunjukkan unconditional love dan memberi mereka support serta bimbingan untuk setiap fase tumbuh kembangnya yang tidak selalu mudah.

  • Menyaksikan sang buah hati tumbuh dengan sehat dan kuat baik secara psikologis maupun fisik merupakan salah satu kebahagiaan yang paling berharga dalam hidup Anda. Oleh karena itu, syukuri apa yang bisa Anda dapatkan hari ini dan berbahagialah.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Apa sajakah yang patut diketahui orangtua baru?

Jangan anggap remeh. Ini saat dimana banyak emosi yang dirasakan, dan banyak ujian yang menghadang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr