Menggunakan gadget dan sadar akan bahayanya

Selain sederet manfaat, bahaya menggunakan gadget pun tak kalah banyak.

223 views   |   3 shares
  • Di masa kini, saat semua pekerjaan dan bahkan tugas sekolah dikirim via surat elektronik, rentangan jarak antara keluarga pun dapat diatasi dengan pesan singkat atau bahkan telepon video, bahkan berbagai informasi dapat ditemukan hanya dengan sekali klik; mustahil jika kita tidak bersentuhan sama sekali dengan gawai atau gadget.

  • Meski sebetulnya kita juga sama-sama tahu, tidak semua hal mengenai gawai, adalah baik. Banyak juga dampak buruknya seperti:

  • 1. Insomnia

  • Saat telah lelah bekerja yang kita lakukan justru asyik main game, nonton film atau bersosialisasi di medsos.

  • 2. Obesitas

  • Sebuah pernyataan menohok dilontarkan oleh Jason Mendoza, asisten di Baylore College of Medicine: Pada dasarnya, semakin banyak Anda menonton TV, semakin berat badan Anda. Tak hanya terbatas oleh televisi, tapi juga seluruh perangkat yang berkaitan dengan komputer.

  • 3. Risiko kematian

  • Kita sering mendengar larangan mengemudi sembari menelepon. David Strayer, psikolog dari Utah University, mengatakan, saat menelepon, pikiran tidak tertuju ke jalan raya. Apalagi jika obrolan terasa mengasyikan dan terkadang kita lupa tangan kita sudah terlepas dari kemudi.

  • 4. Kehilangan keluarga

  • Penelitian dilakukan AVG Technologiesyang melakukan survei terhadap 6.000 anak-anak usia 8-13 tahun di Brasil, Australia, Kanada, Prancis, Inggris, Ceko, dan Amerika Serikat. Lewat survei ini ditemukan fakta sekitar 32 persen anak merasa tidak penting ketika ibu maupun ayah mereka sibuk mengurusi smartphonenya.

  • 5. Kehilangan pekerjaan

  • Menurut penelitian dari Profesor Piers Steel dari Haskayne School of Business, University of Calgary, Kanada, menunjukkan bahwa lebih dari 80% pekerja kantor mengaku suka menunda. Gadget adalah salah satu pemicu untuk menunda-nunda pekerjaan.

  • Ketergantungan terhadap ponsel /gadget

  • Seseorang dapat dikatakan terjangkit gangguan ini adalah seseorang yang hampir tidak dapat meninggalkan ponselnya, lebih sering memelototi ponselnya, dan jika ponselnya beberapa saat tidak berdering dia akan menganggap ponselnya bermasalah, atau bahkan sering tertipu ketika mendengar dering ponsel orang lain adalah dering ponselnya. Selain itu, penderita gangguan ini juga hampir di setiap waktu luangnya sering digunakan untuk memainkan ponselnya tanpa sengaja atau tanpa dia inginkan. Sehingga dapat dikatakan ponselnya telah "membelenggu" kehidupannya.

  • Advertisement
  • Sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Dimitri Mahayana, Chairman Lembaga Riset Telematika Sharing Vision menjelaskan 5-10% maniak gadget terbiasa menyentuh perangkatnya 100-200 kali dalam sehari, dan apabila waktu efektif manusia beraktivitas 16 jam atau 960 menit sehari, maka orang yang kecanduan gadget akan menyentuh gadget 4,8 menit sekali.

  • Bila angka interaksinya selekat itu, maka pecandu gadget akan sulit menjalani kehidupan nyata. Jangankan melakukan pekerjaan, untuk diajak ngobrol saja pasti sulit. Kiprah orang-orang semacam ini (dan boleh jadi kita termasuk di antaranya) di dunia nyata akan berkurang.

  • Maka, tulis Dimitri, mari kembalikan gadget pada fungsi awalnya: Sebagai alat yang bisa meningkatkan produktivitas kita bersama, bukan malah memperoleh berbagai sisi kontraproduktif darinya.

  • 1. Harus ada waktu tanpa gadget

  • Kita harus prioritaskan waktu pribadi kita di atas kepentingan segalanya, terutama jika kita sudah berada di rumah. Jangan biarkan semua dari kita asyik sendiri, berselancar masing-masing di dunia maya ketika berkumpul. Tidak ada tegur sapa dan obrolan hangat, gilirannya akan merenggangkan semuanya.

  • 2. Jangan biasakan mengakhiri dan memulai hari Anda dengan gadget

  • Ketika mau tidur, kita ingin cek status terbaru kolega di akun media sosial, ketika baru bangun pun segera menyimak apakah ada obrolan terbaru dalam medium chatting yang kita miliki. Jika kebiasaan ini kita pelihara, dengan sendirinya kita terbiasa mengabaikan hal penting yang dekat dengan kita dan malah memberi perhatian kepada orang jauh. Bahkan, lama-kelamaan, kita akan memaksakan selalu merespons dunia maya sekalipun tidak tepat misalnya saat sarapan dengan keluarga/menyetir.

  • 3. Jangan sembunyikan kebiasaan kita saat menggunakan gadget

  • Jika Anda merasa keluarga atau seseorang akan marah dengan kebiasaan kita, itulah pertanda kebiasaan kita memang salah.

  • 4. Para ahli Jepang menyarankan tips untuk menjauhi kecanduan dari ponsel

  • Kurangi penggunaan ponsel, misalnya ketika keluar rumah jangan membawa charger ponsel. Matikan fungsi pemberitahuan tidak penting pada ponsel, seperti pemberitahuan game dan aplikasi sosial media.

  • Jadi, mari kita kembalikan lagi gadget kepada fungsi utamanya; membantu kita agar lebih mudah berkomunikasi, dan menyelesaikan pekerjaan, hingga menjadi lebih produktif di saat jam kerja.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menggunakan gadget dan sadar akan bahayanya

Selain sederet manfaat, bahaya menggunakan gadget pun tak kalah banyak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr