Apa yang menjadikan Anda terpanggil untuk menjadi sukarelawan?

Menjadi relawan, hari gini? Saat semua orang berlomba-lomba untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Apa masih ada orang yang mengikuti panggilan untuk bekerja tanpa dibayar? Pasti ada. Karena panggilan hati harusnya tidak salah.

215 views   |   shares
  • Apa sih yang disebut dengan relawan? Ya, orang yang tanpa dibayar menyediakan waktunya untuk mencapai sebuah tujuan dengan tanggung jawab besar. Bekerja sukarela, membantu tenaga profesional.

  • Lalu bagaimana mungkin seseorang terpanggil menjadi sukarelawan, di zaman sekarang, saat mencari pekerjaan yang berbayar untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja sudah sulit didapatkan? Namun sebetulnya tak hanya mengenai uang. Benar, menjadi relawan adalah panggilan. Sesuatu yang muncul dari hati, dan biasanya sulit dibendung.

  • Sebab manusia, memang ditakdirkan sebagai makhluk sosial. Yang senang berbagi dan tidak bisa hidup sendiri, membantu sesama, adalah kebutuhan tiap kita. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak, kan?

  • Tak harus panggilan nurani

  • Meskipun demikian, sebetulnya menjadi relawan pun tak harus berawal dari panggilan nurani karena melihat banyak kejadian menyedihkan di sekitar.

  • Tak ada salahnya juga kok jika memulai sebuah tindakan dengan alasan seperti tugas kuliah, kegiatan kantor, kegiatan orangtua murid di sekolah anak, atau bahkan ingin mencari jodoh, misalnya? Biasanya ini akan menjadi jalan untuk membuka pintu hati, karena terenyuh saat menjalani tugas sebagai relawan yang mau tidak mau.

  • Banyak manfaatnya

  • Karena itu, bagi saya, menjadi relawan itu memang banyak manfaatnya. Dan kata siapa, menjadi relawan berarti membuang waktu, tenaga dan bahkan uang? Banyak orang sering berkata, menjadi relawan adalah pilihan idealis yang bertentangan dengan realita. Sebab, kenyataannya kita semua butuh makan. Iya memang. Tetapi jalan rezeki sebetulnya datang bisa dari pintu mana pun, kok.

  • Dengan niat tulus membantu sesama dalam sebuah organisasi non-profit, misalnya. Di situ kita bisa banyak sekali belajar. Kita akan menemukan banyak orang baru, belajar berorganisasi, dan memperluas pergaulan dari akar rumput hingga stakeholders. Banyak orang dari berbagai latar belakang di sekitar kita. Dan bukan tidak mungkin, ada pemasukan tambahan bagi kita yang mau terus belajar.

  • Tidak mudah mencela

  • Atau, Anda sering geregetan melihat ribut-ribut di media sosial, mengenai kinerja pemerintah, angka kemiskinan, bencana dan lain sebagainya. Akan jauh lebih baik jika Anda terjun langsung ke lapangan dan menjadi relawan, ketimbang ikut terlibat konflik dunia maya. Apalagi Anda sibuk ribut di internet, di tengah jam kerja. Wah, terlalu banyak yang Anda korbankan.

  • Padahal, mengorbankan waktu dan tenaga dengan menjadi relawan di luar jam kantor jelas lebih bermanfaat. Untuk orang yang membutuhkan, dan bagi Anda juga. Sebab dengan itu, Anda akan amat terbantu untuk memandang dunia dari perspektif baru yang sebelumnya belum pernah Anda lihat, bahkan bayangkan. Dengan ini, Anda akan memahami situasi sebenarnya di lapangan.

  • Advertisement
  • Jadi Anda bisa memahami alasan-alasan terjadinya suatu hal, yang selama ini selalu diributkan di medsos. Menjadi relawan akan membuat Anda lebih bijak dalam menyikapi segala hal yang terjadi di sekitar, karena telah memahami secara holistik. Anda tidak mudah ribut dan mencela.

  • Bersyukur setiap hari

  • Lelahnya menjalani rutinitas membuat kita jadi lupa mensyukuri hal-hal kecil. Anda ingin kembali menjadi orang yang bersyukur? Ya ini bisa jadi alasan untuk menceburkan diri ke dunia sukarelawan. Anda akan dibuat menjadi orang yang terus menyadari bahwa Anda sangat beruntung. Anda akan mampu merenung dan mengenal diri sendiri. Anda juga jadi tahu, apa keahlian Anda, dan baru menyadari bahwa sebetulnya selama ini Anda bisa melakukan ini dan itu.

  • Melihat orang atau hewan yang nasibnya tidak sebaik Anda pun akan membuat Anda jadi lebih peduli dan ini akan membantu Anda merasakan desir hangat di hati yang selama ini hampa karena sibuk dengan macet, tugas dan kelelahan. Rasa ini akan membahagiakan hati, dan membantu kita berpikir positif. Ini tentu akan membuat Anda juga lebih sehat.

  • Memberi apa yang dimiliki

  • Anda pun lambat laun menyadari, bahagia itu bukan hanya soal uang, tapi bagaimana rasanya bahagia membantu orang lain, melindungi binatang dari kepunahan, menolong orang lain yang kesusahan. Menjadi relawan, sebetulnya, hanya butuh komitmen dalam diri sendiri untuk mengabdi dan berkontribusi dengan merelakan waktu, tenaga, pikiran, dan jasa kita tanpa dibayar apa-apa.

  • Anda tidak perlu mempertentangkan kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan. Anda juga tidak perlu membanding-bandingkan berbagai masalah yang terjadi di sekitar kita dengan musibah-musibah yang jauh di pelupuk mata. Lakukan sebisanya. Lakukan semampunya. Lakukan sebaiknya-baiknya.

  • Jadi, apa yang menjadikan Anda terpanggil untuk menjadi sukarelawan?

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Apa yang menjadikan Anda terpanggil untuk menjadi sukarelawan?

Menjadi relawan, hari gini? Saat semua orang berlomba-lomba untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Apa masih ada orang yang mengikuti panggilan untuk bekerja tanpa dibayar? Pasti ada. Karena panggilan hati harusnya tidak salah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr