Waspada. Ini tanda-tanda minuman kemasan tidak layak dikonsumsi lagi

Minuman dalam kemasan memang masa simpannya cukup lama. Namun tidak berarti selama-lamanya aman terutama jika sudah pernah dibuka. Karena itu banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengonsumsinya, selain tanggal kedaluwarsa.

665 views   |   6 shares
  • Minuman dalam kemasan memang praktis karena bisa dikonsumsi di mana pun kapan pun, kemudian tidak perlu repot membawa kemasannya lagi setelah kosong. Mudah pula, karena tahan lama, jadi dapat disimpan dan dikonsumsi saat butuh. Variasinya pun banyak sekali, kini.

  • Namun, biar bagaimana pun, minuman tetaplah ada saat kedaluwarsa. Selain itu, penyimpanan yang salah pun dapat membuat minuman kemasan tak lagi layak untuk dikonsumsi. Soda, termasuk satu dari jenis minuman yang masih bisa dikonsumsi meski telah melewati batas kedaluarsa, asalkan wadah atau botol minuman tersebut tidak terbuka atau rusak maka soda masih bisa dikonsumsi hingga 3 bulan setelah tanggal kedaluarsa.

  • Sayangnya tidak berlaku untuk minuman teh dalam kemasan. "Bila menerima minuman yang sudah lewat tanggal kedarluasa, ya sebaiknya dibuang." jelas Dr. Nina Amelia dari Meetdoctor.com. Apalagi, bila ada indikasi lain, seperti perubahan warna dan rasa, menurut Nina, mungkin saja minuman yang Anda konsumsi sudah terkontaminasi zat berbahaya apabila diminum. Satu hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah bentuk kemasan minuman saat disajikan. Jika mendapati minuman yang kemasannya sudah penyok atau melengkung ke dalam, maka sebaiknya tukar dengan yang kondisinya masih baik.

  • Hal ini juga pada dasarnya berlaku untuk melihat jus dalam kemasan. Don Schaffner, professor of food science dari Rutgers University, mengatakan untuk menguji jus kemasan masih layak minum atau tidak, kita harus memindahkannya ke wadah transparan. Jangan diminum jika warnanya berubah, misalnya dari kuning menjadi coklat. Namun, jika berubah agak gelap sedikit, sebetulnya jus masih dalam kondisi baik. Setelah itu, coba dicium, untuk mencari bau apak khas jamur.

  • Apabila baunya normal, rasakan sedikit. Sebab, rasa yang berubah jelas menandakan bahwa jus tak lagi layak untuk dikonsumsi. Seperti peringatan Nina, Profesor Schaffner pun menjelaskan jika minuman kemasan sudah dibuka dalam jangka waktu lama, lebih baik tak lagi diminum.

  • Indikator ini pun berlaku pada susu dalam kemasan. Susu yang sudah tidak segar akan menimbulkan aroma yang tak sedap, biasanya tercium bau basi. Buka penutup susu, dan cium bau susu yang ada di dalam kemasan. Susu segar hampir tidak memiliki aroma sama sekali, jika terdapat aroma, bisanya tercium aroma segar. Namun, jika susu berbau tajam (asam) ini menjadi tanda bahwa susu telah basi. Rasa susu juga tidak enak dan terasa asam. Rasa ini timbul akibat bakteri yang berkembang di dalam susu. Hal tersebut berbeda dengan produk olahan susu seperti yoghurt yang memang memiliki rasa asam namun berbeda dengan asam susu basi.

  • Advertisement
  • Susu yang bagus dan masih segar memiliki tekstur cair dan tidak ada gumpalan. Sebaliknya, jika susu terlihat menggumpal dan memisah, itu tandanya sudah basi dan sebaiknya jangan diminum atau dibuat olahan. Perubahan warna biasanya menunjukkan indikasi awal kerusakan. Itu tanda adanya pertumbuhan bakteri dan peningkatan keasaman. Jadi, sebaiknya tidak dikonsumsi.

  • Penyimpanan minuman kemasan pun harus diperhatikan. Tak hanya minuman dengan rasa, namun juga air mineral dalam kemasan. Sebab,tim peneliti dari Universitas Nanjing di Tiongkok dan Universitas Florida melakukan percobaan. Mereka menyimpan 16 merek air dalam kemasan yang dijual di Tiongkok pada tiga suhu, yakni 3,8 derajat celcius, 25 derajat celcius, dan 70 derajat celcius.

  • Pemilihan suhu itu dipilih untuk menyerupai suhu dalam kulkas, suhu ruangan, dan suhu di dalam mobil. "Berdasarkan literatur, ini merupakan temperatur yang bisa dicapai di dalam mobil ketika udara panas," kata ketua peneliti Lena Ma. Kemudian para peneliti mengukur kadar dua zat kimia, antimony dan bisphenol A (BPA) dalam botol setelah disimpan selama 2, 3 dan 4, minggu.

  • Antimony, salah satu bentuk logam, diduga berperan dalam penyakit paru, jantung, dan pencernaan. International Agency for Research on Cancer juga mengelompokkan metal yang disebut antimony trioxide ini punya kemungkinan karsinogen. Sementara itu BPA di dalam tubuh bisa menyerupai estrogen. BPA sendiri ditemukan pada beberapa jenis plastik dan sudah dilarang penggunaannya oleh FDA untuk botol susu bayi dan cangkir bayi belajar minum.

  • Para peneliti menemukan, ketika suhu meningkat dan waktu terlampaui, dideteksi peningkatan level antimony pada botol air. Pada suhu yang sama, kadar BPA hanya ditemukan meningkat pada 3 merek, walau konsentrasinya belum perlu dikhawatirkan.

  • Di suhu 70 derajat atau suhu dalam mobil, konsentrasi antimony secara konsisten meningkat. Para peneliti memperkirakan bahwa dalam skenario terburuk, minum air yang terkontaminasi itu bisa berbahaya, terutama untuk anak. Karena itu, Ma menyarankan untuk menghindari minum air dalam botol yang sudah terpapar panas.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Waspada. Ini tanda-tanda minuman kemasan tidak layak dikonsumsi lagi

Minuman dalam kemasan memang masa simpannya cukup lama. Namun tidak berarti selama-lamanya aman terutama jika sudah pernah dibuka. Karena itu banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengonsumsinya, selain tanggal kedaluwarsa.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr