Cerdas menghadapi pertengkaran antara anak-anak

Kesulitan dalam mengambil sikap ketika anak-anak bertengkar, terkadang membuat Anda bingung apakah harus membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri ataukah mengambil tindakan untuk melerainya?

274 views   |   1 shares
  • Pertengkaran yang terjadi antara kakak dan adik sudah menjadi hal umum dan biasa terjadi dalam sebuah keluarga. Entah itu pada anak usia balita, remaja bahkan ketika mereka dewasa pun, pertengkaran masih saja bisa terjadi.

  • Sebagai orangtua ketika melihat pertengkaran terjadi di antara anak-anak Anda, tentu saja Anda akan bertindak untuk membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di antara mereka.

  • Namun, seringkali sikap yang Anda lakukan tidak dapat menyelesaikan apa-apa.

  • Hampir semua orangtua berpikir pertengkaran yang terjadi di antara saudara memberi kesan kurang baik tentang keluarga mereka. Namun, sebenarnya dari pertengkaran, ada hal positif yang dapat anak peroleh yaitu kemampuan anak untuk belajar mengontrol emosi sendiri, memengaruhi emosi orang lain dan belajar menyelesaikan masalahnya sendiri.

  • Namun, ketika pertengkaran tersebut sampai menyebabkan ada pihak yang terluka, dirugikan dan merasa ada haknya yang dirampas oleh saudaranya maka hal tersebut merupakan konflik yang membahayakan dan perlu ditindaklanjuti oleh orangtua.

  • Kesulitan dalam mengambil sikap ketika anak-anak bertengkar, terkadang membuat Anda bingung apakah harus membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri ataukah mengambil tindakan untuk melerainya?

  • Lalu, orangtua harus bagaimana?

  • "Kebetulan saya mempunyai 2 anak, yang kakak berusia 7 tahun dan yang adik berusia 2 tahun. Di usia mereka saat ini hampir setiap hari terjadi pertengkaran. Biasanya penyebabnya seputar rebutan mainan dan saling mengganggu. Biasanya ketika mereka bertengkar, saya memberikan mereka waktu sampai sejauh mana mereka berusaha untuk berhenti bertengkar. Ketika salah satu dari mereka ada yang menangis, barulah saya turun tangan dan menyelesaikannya. Pertengkaran anak-anak seusia mereka biasanya tidak begitu serius. Namun, tetap perlu perhatian dari kita agar tidak menjadi kebiasaan yang buruk ketika mereka tumbuh dewasa." (Aisyah, 36 tahun, Pare)

  • Tidak semua pertengkaran anak-anak terjadi karena keegoisan mereka. Ada kalanya pertengkaran yang terjadi disebabkan karena keisengan seorang kakak pada adiknya, saling meledek, saling menggoda atau si adik hanya mencari perhatian dari orang-orang di sekitarnya.

  • "Jika pertengkaran tersebut terjadi di depan saya, saya pasti melerainya. Apalagi jika pertengkaran yang terjadi sudah berlangsung lama, dikhawatirkan akan memicu pertengkaran yang lebih panas lagi di antara kedua anak saya. Saya tidak mungkin menjadi penonton saja saat pertengkaran terjadi pada anak-anak saya. Saya tentu akan menanyakan penyebabnya apa, berusaha mencari jalan keluarnya tetapi tidak memihak siapa pun agar anak-anak mudah untuk didamaikan. Memihak salah satu anak hanya akan membuat kecemburuan sosial terjadi, sehingga pertengkaran berpotensi untuk terjadi kembali." (Jesica, 41 tahun, IRT)

  • Advertisement
  • "Sebelum mengambil keputusan untuk membiarkan atau melerai si kakak dan si adik yang bertengkar, biasanya saya mengamati penyebab pertengkaran mereka. Setelah itu, saya baru bisa mengambil tindakan bagaimana cara menghentikan perselisihan mereka. Misalnya, ketika pertengkaran terjadi karena si adik merebut buku bacaan si kakak dan si kakak bersikukuh untuk mempertahankan bukunya. Saat itu saya mengalihkan perhatian si adik dengan memberikannya buku bacaan yang lain. Dengan begitu pertengkaran pun selesai." (Imma, 30 tahun, Wiraswasta)

  • Membiarkan tidak berarti tidak berbuat apa-apa, ada kalanya Anda harus menahan diri untuk tidak ikut campur langsung agar anak-anak mempunyai kesempatan belajar mengungkapkan pendapat dan argumen mereka. Melerai bukan hanya memisahkan kakak adik yang sedang bertengkar tetapi membuat keadaan dan hubungan persaudaraan kembali membaik seperti semula.

Baca, hidupkan, bagikan!

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Cerdas menghadapi pertengkaran antara anak-anak

Kesulitan dalam mengambil sikap ketika anak-anak bertengkar, terkadang membuat Anda bingung apakah harus membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri ataukah mengambil tindakan untuk melerainya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr