Bagaimanakah Anda mencintai tubuh Anda?

Mencintai tubuh Anda berarti menjaganya dari segala keburukan, serta memenuhi segala kebutuhannya; baik fisik, psikologis maupun spiritualitas. Tak perlu terus termakan tekanan sebab Anda yang paling tahu diri Anda sendiri.

269 views   |   3 shares
  • Tubuh kita, adalah hasil dari apa yang selama ini kita tabung. Apakah kita menabung kebaikan, atau keburukan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental? Namun, apa pun hasil tabungan itu, ternyata pembicaraan terkait berat badan, penampilan dan topik yang membahas fisik masih selalu jadi topik yang paling menarik.

  • Ketahuilah bahwa menurut penelitian, topik-topik tersebut berhubungan dengan perasaan tak puas terhadap tubuh sendiri. Demikian menurut hasil penelitian Mount Allison University, Canada yang dipimpin Louise Wasylkiw, Ph.D, dilansir Womens Health. Saat kita tak puas terhadap tubuh sendiri, bisa dibilang kita tak bahagia.

  • Padahal, untuk menjadi bahagia, perempuan sebaiknya belajar mencintai tubuh sendiri. Meyakini bahwa mereka punya citra tubuh positif. Sebab menurut Dr. Tan Shot Yen dalam bukunya Sehat Sejati yang Kodrati, dikatakan, sejujurnya tak ada satu pola makan pun yang bisa membuat manusia tetap bertahan bila keseimbangan kebutuhan fisik, emosi dan spiritual tidak seimbang.

  • Jadi, mencintai tubuh sendiri, harus muncul dari diri sendiri meskipun kita mampu membeli semua kebutuhan pangan yang paling baik kualitasnya, bahkan mempunyai asisten handal untuk mengurus anak hingga rumah, tetapi jika kelaparan emosi dan spiritual masih menggantung, seorang manusia akan tetap merasa lelah, jenuh, kosong dan tidak mencintai dirinya sendiri.

  • Patut diingat bahwa banyak penyakit muncul yang tidak lagi berhubungan dengan infeksi, atau malnutrisi. Namun karena seseorang tidak cukup mencintai tubuhnya sendiri. Ya, pola makan sehat dan rajin bergerak hingga giat belajar merupakan upaya dalam rangka merawat kesehatan fisik tubuh. Hal ini juga tak kalah pentingnya dengan memperhatikan emosi dan spiritual. Ini semua harus dilakukan bersamaan.

  • Dalam buku Heal Your Body, tulisan L.L. Hay menuliskan bahwa rasa sedih karena kehilangan menjadi penyebab teratas sebagai penyebab emosional yang membuat PH sel menjadi asam. Sifat keasaman inilah yang akan memengaruhi banyak organ tubuh yang mestinya mendapat lingkungan yang bersifat basa untuk dapat berfungsi sempurna, antara lain jantung, paru, lambung, hati, pankreas, dan usus halus.

  • Kesehatan dan kesejahteraan sel-sel tubuh (nantinya menjadi organ lalu sistem organ) dapat bermasalah hanya karena seseorang secara berulang-ulang ditekan oleh masalah emosional dan spiritual. Karena itu, kita harus mulai melepaskan hal-hal yang selama ini "memberi makan" sel-sel tubuh dengan vibrasi yang merugikan. Sebab akan tiba saatnya orang berada pada satu titik kelelahan dan suatu hari tubuh akan berteriak "berhenti!" dalam bentuk penyakit. Karena teriakan emosional sudah tak dihiraukan.

  • Advertisement
  • Duka dan kesedihan, menurut R. Foster Greng dalam bukunya How we choose to be happy, bisa berawal dari penyakit fisik yang timbul. Dan begitupun sebaliknya, penyakit fisik bisa berawal dari duka dan kesedihan. Mereka yang mempunyai penyakit berat terkadang bisa merasa seperti "dikhianati" tubuhnya sendiri lalu diam-diam mulai menyalahkan diri, merasa menjadi korban.

  • Semua ini akan berujung pada stres yang justru menjadi pencetus terlepasnya hormon dan zat kimia yang dibentuk tubuh untuk menigkatkan kesadaran mental, meningkatkan kecepatan denyut jantung untuk menambah aliran darah ke organ tubuh yang penting dan mendorong hati meningkatkan gula darah sebagai antisipasi kebutuhan energi yang lebih tinggi.

  • Efek sampingnya tentu memperburuk situasi, sebab, dalam jangka waktu panjang, hal-hal tersebut dapat menekan kepekaan insulin (sehingga gula darah sulit turun) dan pengeroposan tulang.

  • Tubuh kita merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisah. Kegiatan menjaga fisik dengan berbagai cara harus seimbang dengan kegiatan menjaga kestabilan emosi juga spiritualitas. Semuanya saling berkait, jika tidak makan sehat maka tubuh mudah sakit, dan stres muncul untuk kemudian memperburuk situasi. Begitupun sebaliknya, terlalu banyak pikiran dan menekan perasaan akan mengakibatkan fisik sakit, dan hasilnya pun memperburuk keadaan.

  • Maka, yang dimaksud dengan mencintai tubuh sendiri artinya; menjaga seluruh aspek untuk terus melanjutkan hidup dengan hati yang tenang, pikiran jernih dan fisik yang kuat. Tidak perlu heboh untuk terus terlihat kurus, putih dan cantik. Karena sehat secara fisik dan mental adalah segalanya yang Anda butuhkan untuk mampu tetap bersemangat dan berkreasi.

  • Bergerak, melatih motorik halus dan kasar, berpelukan, menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar, makan sehat juga seimbang, dan jangan hanya makan secara fisik sebab Anda butuh makanan psikis dan spiritual juga. Jadilah berbahagia. Dekatkan diri pada Tuhan YME. Sebab kepuasan batin tidak didapat karena mampu belanja barang bagus di mal, atau bergaul dengan orang-orang yang sebetulnya terus menerus memberi tekanan pada Anda. Berikan batin Anda sesuatu yang sungguh-sungguh dirindukannya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bagaimanakah Anda mencintai tubuh Anda?

Mencintai tubuh Anda berarti menjaganya dari segala keburukan, serta memenuhi segala kebutuhannya; baik fisik, psikologis maupun spiritualitas. Tak perlu terus termakan tekanan sebab Anda yang paling tahu diri Anda sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr