Alasan mengapa sebaiknya tidak membiasakan anak makan sambil menonton TV

Makan sambil menonton TV akan menimbulkan banyak dampak negatif. Alih-alih memudahkan proses makan anak agar cepat, hal ini malahan membuat anak tak lagi menikmati proses makan, mengenal rasa dan menghilangkan belajar.

491 views   |   3 shares
  • Kegiatan makan, bukan hanya berfungsi untuk mengisi perut semata. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan tersebut, terutama untuk anak-anak. Dari melatih motorik halus -karena melatih tangan untuk makan-, juga mengenal jenis dan rasa makanan, hingga belajar warna dan jumlah. Makan, harusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dan banyak manfaatnya bagi tumbuh kembang anak.

  • Sayangnya, banyak orangtua atau pengasuh yang enggan "ribet" dalam mengajak anak belajar lewat proses makan. Jadi, anak kemudian diajak makan sambil menonton televisi. Kegiatan ini bahkan biasanya kebablasan dan berlanjut hingga anak tumbuh besar. Ia terbiasa makan sambil menonton. Hal ini, ternyata, bukan hal yang baik untuk dibiasakan.

  • American Academy of Pediatrics bahkan mengeluarkan pernyataan berisi anjuran keras yang melarang anak usia di bawah dua tahun untuk menonton TV. Dua alasan utama yang melandasi larangan ini adalah:

  • 1. Dampak dari tayangan yang ditonton sangat tidak bisa diprediksi. Pada jangka panjang, dampak negatif terhadap fisik juga terlihat pada banyaknya anak yang menderita obesitas (kegemukan) akibat makan sambil menonton TV.

  • 2. Memengaruhi proses belajar makan pada anak. Di usia ini, anak sangat memerlukan latihan untuk belajar makan dengan baik. Saat belajar makan, sebaiknya anak hanya fokus pada makanan yang ada di hadapannya. Apalagi kalau ia sedang mempelajari jenis makanan baru. Acara TV hanya akan mengalihkan perhatian dan menghambat proses belajarnya.

  • Jadi, melarang anak makan sambil menonton bukan hanya soal apa yang ditonton dan dampaknya, tetapi juga tentang pembiasaan perilaku makan yang baik, yang seharusnya sudah diterapkan sejak dini pada si kecil.

  • Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Appetite juga mengungkapkan bahwa keluarga yang makan di depan televisi cenderung mengonsumsi makanan kurang sehat dan kurang menikmati makanan. Menurut, salah seorang peneliti dari University of Minnesota mengungkapkan orangtua seharusnya memanfaatkan waktu makan bersama keluarga ini. "Waktu makan keluarga merupakan faktor penting dalam kesehatan anak," ujarnya seperti dilansir dari Reuters.

  • Selain itu, makan sambil menonton televisi juga mengurangi kesempatan untuk bersosialisasi antara keluarga. Penelitian ini melihat faktor risiko obesitas pada 120 keluarga yang memiliki anak usia 6 hingga 12 tahun. Hasilnya, keluarga yang tidak menonton televisi ternyata lebih sehat secara signifikan dari keluarga lain. Sementara keluarga yang gemar menonton televisi sambil makan cenderung punya pola makan sangat bebas.

  • Advertisement
  • Anak-anak yang tidak menonton televisi juga memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami obesitas dibanding anak yang menonton televisi. "Anak yang tidak terganggu dengan televisi akan lebih punya kesempatan untuk menikmati makan. Mereka juga bisa mencoba makanan baru dan lebih mudah menerima pilihan makanan sehat yang disediakan," ujar Eileen Fitzpatrick, salah seorang peneliti yang berasal dari The Sage Colleges di New York.

  • Anak makan sambil menonton televisi juga cenderung terpengaruh dengan tontonan di televisi. Dalam tontonan anak akan melihat contoh makanan tidak sehat sehingga mereka mencontoh apa yang mereka lihat. Selain itu, makan sambil menonton televisi juga membuat anak tidak berpikir saat makan sehingga tidak menyadari saat makan berlebihan dan tidak dengan gizi yang seimbang.

  • Sebuah studi di University of Illinois, Chicago, mengungkapkan kebiasaan makan sambil menonton TV merupakan perilaku yang tidak sehat. Hal tersebut akan mengganggu dan 'bahkan' berbahaya bagi kesehatan, seperti gangguan konsentrasi. Dr. Barbara Fiese mengatakan, "Mereka (para orangtua) yang kurang memerhatikan hal ini, menimbulkan keadaan yang memprihatinkan. Ketika para orangtua tidak memantau anaknya dalam cara makan, hal ini menjadikan struktur tumbuh kembang anak menjadi tidak baik."

  • Oleh karenanya, orangtua dituntut untuk mengawasi dan membiasakan anak untuk ikut makan bersama di meja makan agar anak paham, bahwa makan sambil menonton TV dapat merusak kesehatan badan sejak dini. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa keluarga yang makan bersama-sama memiliki nutrisi yang lebih baik secara keseluruhan. Hal ini juga menurunkan risiko berbagai penyakit dan obesitas. Anak-anak dan orangtua mereka akan lebih banyak makan sayuran, sehingga mendapatkan lebih banyak vitamin dan nutrisi.

  • Bahkan, sebuah penelitian tahun 2005 di Universitas Columbia, membuktikan remaja yang makan bersama keluarga mereka setidaknya lima kali seminggu lebih mungkin mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah. Anak-anak yang makan dengan keluarga mereka juga memiliki sikap yang lebih positif tentang masa depan mereka.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Alasan mengapa sebaiknya tidak membiasakan anak makan sambil menonton TV

Makan sambil menonton TV akan menimbulkan banyak dampak negatif. Alih-alih memudahkan proses makan anak agar cepat, hal ini malahan membuat anak tak lagi menikmati proses makan, mengenal rasa dan menghilangkan belajar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr