Anda mengalami pelecehan? Jangan takut. Ini yang bisa Anda lakukan

Pelecehan dapat menimpa siapa saja. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi jika Anda menjadi korbannya?

589 views   |   3 shares
  • Pelecehan seksual dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Walau tidak pandang bulu, pelecehan lebih sering menimpa wanita ketimbang pria. Pelecehan seksual tidak hanya sebatas tindakan' seperti memegang, meraba dan pemaksaan yang menjurus ke arah seksual, lebih dari itu pelecehan juga dapat terjadi lewat verbal (kata-kata) dan hal non-verbal yang walau tidak mengganggu namun dapat membuat risih contohnya, lewat pandangan.

    Khususnya wanita, Anda harus mengetahui terlebih dahulu batasan sebuah pelecehan seksual verbal atau non verbal. Pelecehan seksual verbal adalah pelecehan yang dilakukan dengan cara melakukan lelucon yang berbau gender atau seks. Misalnya memperlihatkan gambar porno, menyebar rumor tentang kehidupan seks seseorang, atau berbicara menjurus ke arah seksual dan pornografi yang membuat tidak nyaman objek maupun pendengarnya. Mengutip buku 'KUHP serta komentar-komentarnya' karya R. Soesilo, yang disebut sebagai perbuatan cabul (pelecehan) adalah segala perbuatan yang melanggar rasa kesusilaan, atau perbuatan lain yang keji, dan semuanya dalam lingkungan nafsu berahi kelamin. Misalnya seseorang menunjukan wajah menggoda, bermain mata, menjilat bibir atau bahkan menunjukkan kemaluan.

    Apapun bentuknya, jika adanya ketidakinginan atau penolakan pada apapun bentuk-bentuk perhatian yang bersifat seksual yang Anda (objek) alami maka hal itu termasuk sebagai bentuk pelecehan seksual. Pahami hal ini, dan jangan sampai terjadi pada Anda.

    Banyak bentuk pelecehan baik verbal maupun non-verbal yang terjadi di sekitar kita. Misalnya di lingkungan rumah, tempat umum, sekolah atau kantor. Jika Anda mengalaminya, lakukanlah 6 hal berikut:

  • 1. Menjelaskan

    Banyak orang tanpa sadar melanturkan lelucon-lelucon berbau porno hanya untuk bercanda dan lelucon tanpa mengetahui efeknya bagi pendengarnya. Mungkin mereka bahkan juga tidak memahami bahwa apa yang dilakukan tersebut adalah sebuah aksi pelecehan. Jika yang melakukan adalah orang yang Anda kenal baik atau dekat dengan Anda, jelaskan padanya bahwa hal tersebut tidak nyaman bagi Anda (pendengarnya). Tekankan bahwa hal tersebut tidak Anda inginkan dan bahwa itupun termasuk salah satu jenis pelecehan seksual.

  • 2. Meminta bantuan

    Banyak korban pelecehan seksual malu atau takut untuk mengadukan pelecehan yang dialaminya. Jika Anda salah satunya, jangan ragu meminta tolong pada orang yang Anda percayai. Minta bantuan orang terdekat untuk memberi dukungan pada Anda. Ketahuilah bahwa aksi pelaku pelecehan justru menyukai korban yang takut untuk berbicara. Bisa jadi mereka malah lebih gencar melakukan aksinya tersebut.

  • 3. Minta pertanggung jawaban

    Orang yang melakukan kesalahan, tentu perlu bertanggung jawab atas kesalahan yang dia buat. Pelecehan dalam bentuk kecil sekalipun adalah sebuah pelecehan jika korban merasa dirugikan. Setidaknya si pelaku pelecehan harus tahu bahwa perbuatannya itu salah, meminta maaf secara terbuka dan berjanji tidak mengulangi aksinya.

  • 4. Melaporkan

    Jika si pelaku tidak juga jera, menolak meminta maaf dan mengakui kesalahannya, laporkan kejadian tersebut. Jika si pelaku adalah rekan kerja, laporkan pada atasan Anda. Jika orang tersebut adalah tetangga, laporkan pada ketua RT sekitar atau bisa juga langsung melaporkan pada pihak berwajib seperti polisi, Dinas Tenaga Kerja hingga Lembaga Bantuan Hukum. Beritahu si pelaku jika Anda tidak main-main memintanya untuk tidak mengganggu Anda.

  • 5. Jangan takut

    Semakin Anda takut, seringkali membuat pelaku pelecehan merasa 'di atas angin' untuk meneror hidup Anda. Jika pelecehan terjadi, beranilah mengambil sikap dan melawannya. Jangan takut untuk meminta bantuan pikah-pihak berwanang. Masih banyak orang di luar sana menjadi korban dan takut untuk melaporkan. Semoga keberanian Anda ini dapat bermanfaat bagi mereka yang masih hidup dalam ketakutan.

  • 6. Belajar bela diri

    Penting bagi Anda para wanita, untuk mengetahui sedikit ilmu pertahanan diri. Hal ini akan menghindarkan Anda dari segala bentuk perilaku pelecehan yang kerap menghantui para wanita. Jika perlu, bawa benda-benda yang dapat membantu pertahanan diri seperti air bubuk cabai dan lain sebagainya. Jangan ragu-ragu mempraktikkannya setiap saat Anda merasa terancam.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya mahasiswa akhir di Institut Kesenian Jakarta, Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami yang saya cintai. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Anda mengalami pelecehan? Jangan takut. Ini yang bisa Anda lakukan

Pelecehan dapat menimpa siapa saja. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi jika Anda menjadi korbannya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr