Jangan anggap remeh sulit tidur Anda di setiap malam

Berikut hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghalau insomnia

102 views   |   2 shares
  • Sulit tidur yang diderita seseorang belum tentu karena depresi atau banyak pikiran, bisa jadi depresi baru timbul setelah seseorang kekurangan jam tidurnya, lho. Ya sebab, susah tidur atau biasa disebut Insomnia, dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari alasan yang terkait dengan kondisi fisik atau fisiologis, hingga alasan psikologis. Alasan yang terkait dengan kondisi fisik ini bisa jadi sangat sederhana seperti keadaan ruang tidur yang kurang nyaman, suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, atau kebisingan.

  • Contoh lain misalnya disebabkan oleh adanya perubahan shift kerja hingga mengharuskan seseorang terjaga sepanjang malam, atau misalnya perubahan zona waktu setelah menempuh perjalanan lintas negara atau lintas benua (jet lag). Kondisi-kondisi yang memaksa perubahan dalam rutinitas tidur seperti ini dapat mengganggu ritme tidur seseorang hingga menyebabkan munculnya insomnia.

  • Alice Gregory, seorang Guru Besar Psikologi di University of London mengatakan, kurang tidur pada malam hari bisa membuat seseorang tak bisa mengendalikan emosinya. Dia pun mengungkapkan bagaimana kurang tidur pada akhirnya bisa memicu depresi.

  • Ia menuturkan sebuah penelitian yang fokus pada amigdala, yaitu area otak yang memainkan peran penting terkait emosi dan tingkat kecemasan seseorang. Dalam penelitian itu, mereka yang kurang tidur menunjukkan respons amigdala sangat besar ketika diberikan gambaran emosi negatif dibanding mereka yang cukup tidur. Bagian otak yang mengatur amigdala juga terlihat lemah. Itu artinya, ketika kurang tidur, mereka kurang mampu mengendalikan emosinya.

  • Alice juga melakukan penelitian genetik untuk melihat hubungan antara depresi dan insomnia. Orang yang insomnia juga akan lebih rentan mengalami depresi. Selain itu, insomnia dan depresi juga sama-sama menurunkan sistem kekebalan dan menimbulkan peradangan dalam tubuh. Sebab memang saling berkaitan, penyebab insomnia bisa juga karena adanya beban pikiran yang menumpuk, tekanan dalam pekerjaan, dan alasan-alasan lain yang membebani kondisi psikologis seseorang hingga membuatnya sulit tidur.

  • Oleh karena itu, ada orang-orang yang mengalami insomnia sebagai konsekuensi dari kesulitan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam hidupnya, ujar Nancy Foldvary-Schaefer, DO, MS, direktur Cleveland Clinic's Sleep Disorders Center. Padahal tidur adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Jika, depresi menyebabkan seseorang sulit tidur, justru akan memperburuk kondisinya, karena kurang tidur adalah salah satu penyebab depresi. Seperti lingkaran setan, jadinya.

  • Advertisement
  • Dengan tidur sebenarnya sesorang melakukan pembersihan diri dari "sampah penyebab kelelahan". Mengutip penelitian para ahli kimia, Lulu Xie dari AS dalam journal science mengungkapkan, dalam sehari produk "sampah" yang berasal dari seluruh kegiatan otot tubuh - sebagian besar terdiri atas dioksida dan asam laktat - menumpuk dalam darah dan mempunyai efek toksik pada saraf, menyebabkan rasa lelah dan mengantuk. Selama tidur "sampah" ini dimusnahkan, sehingga saat bangun tubuh terasa segar. Namun puncak rasa segar, menurut para ahli tadi, baru dirasakan dua jam sesudahnya.

  • Tes yang pernah dilakukan terhadap beberapa ratus pria yang bersedia menjadi sukarelawan untuk tidak tidur selama berhari-hari menunjukkan, setelah 4 - 8 hari, memang tidak terjadi kemerosotan fisik yang berarti. Namun dalam 24 jam saja tidak tidur, gejala gangguan mental serius sudah terlihat, seperti cepat marah, memori hilang, timbul halusinasi, ilusi, dll. Meski begitu, dengan tidur kembali keesokan harinya semua gangguan itu hilang. Malah ada ahli menyatakan, mendingan orang tidak makan dan minum daripada tidak tidur. Tes laboratorium pada hewan menunjukkan, mereka bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum sampai 20 hari, tapi tidak tidur hanya bertahan tidak lebih dari lima hari.

  • Berbagai penelitian tersebut menunjukkan betapa aktivitas tidur itu penting. Sebab, "Semua orang memang perlu tidur (di malam hari) sesuai kebutuhan," komentar Joyce Walsleben, Ph.D., psikolog asal AS. "Kalau tidak, otak akan menyuruh kita tidur di siang hari." Sebab, sebenarnya tidur tidak sekadar mengistirahatkan tubuh, tapi juga mengistirahatkan otak, khususnya serebral korteks, yakni bagian otak terpenting atau fungsi mental tertinggi, yang digunakan untuk mengingat, memvisualkan serta membayangkan, menilai dan memberikan alasan sesuatu.

  • Dengan begitu, memperbaiki kualitas tidur dipercaya dapat mencegah, atau bahkan mungkin mengobati depresi. Peneliti menemukan, ketika insomnia dapat diatasi, kecemasan dan gejala depresi pun berkurang. Jadi bagaimana caranya, agar tidak terus terjaga semalaman?

    1. "buang" semua masalah sebelum tidur: Pastikan Anda telah memetakan permasalahan yang terjadi hingga ke akarnya. Sehingga akan lebih mudah untuk mencari solusi.

    2. Pastikan kamar terasa nyaman bagi Anda

    3. Hindari makanan dan minuman mengandung kafein sejak sore hari

    4. Olahraga rutin seperti jalan kaki, membereskan rumah, yoga

    5. Jangan lupa bersyukur atas segala nikmat yang Anda miliki

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Jangan anggap remeh sulit tidur Anda di setiap malam

Berikut hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghalau insomnia
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr