Sejauh apa kita boleh membantu anak menyelesaikan PR mereka?

Namun perlu diingat juga bahwa membantu anak mengerjakan PR ada batasannya. Anda tidak boleh mengambil alih sepenuhnya PR anak, apa pun alasannya.

190 views   |   shares
  • Membantu anak ketika mengalami kesulitan adalah kewajiban setiap orangtua. Namun, bagaimana dengan membantu anak mengerjakan PR? Apakah hal tersebut merupakan kewajiban Anda juga?

  • PR atau pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru kepada murid-murid merupakan bagian yang tak pernah terpisahkan dari kegiatan proses belajar. Dewasa ini, hampir setiap hari anak pulang sekolah membawa PR. Bahkan anak TK pun sudah merasakan yang namanya PR.

  • Sebagai orangtua terkadang Anda mungkin merasa kasihan dan prihatin terhadap keadaan anak Anda dengan PR yang menumpuk yang dibawa pulang ke rumah. Anda mungkin berpikir, apakah waktu belajar di sekolah yang cukup lama masih kurang dalam memberikan pelajaran kepada anak Anda? Anda beranggapan PR akan membebankan anak Anda yang sudah lelah seharian belajar di sekolah dan akhirnya PR yang menjadi tugas anak Anda menjadi tanggung jawab Anda.

  • Tidak semua orangtua memahami mengapa pihak sekolah memberikan PR. Bukan semata-mata membebankan anak Anda, tetapi untuk memperdalam ilmu yang sudah diberikan di sekolah, selain itu manfaat PR juga positif jika Anda melihatnya dari segi pandang yang positif juga. PR dapat membantu membentuk karakter anak menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, mandiri dan menghargai kewajibannya.

  • Oleh sebab itu, peran Anda sebagai orangtua adalah mendukung, mengawasi dan membantu anak Anda mengerjakan PR. Namun perlu diingat juga bahwa membantu anak mengerjakan PR ada batasannya. Anda tidak boleh mengambil alih sepenuhnya PR anak, apa pun alasannya.

  • Lalu bagaimana dengan Anda, sejauh mana Anda bisa membantu anak Anda dalam mengerjakan PRnya?

  • "Saya adalah tipe ibu yang sangat memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan anak saya, termasuk mengenai tugas atau PR yang diberikan oleh pihak sekolah. Menurut saya, setiap guru pasti sudah memahami kemampuan setiap murid-muridnya. Sangat tidak mungkin, seorang guru memberikan PR yang melebihi batas kemampuan murid-muridnya. PR adalah sarana untuk mengevaluasi kembali ilmu yang telah didapat di sekolah atau media pembelajaran di luar lingkungan sekolah. Hanya saja terkadang anak-anak berpikir PR itu sebagai beban tambahan. Wajarlah apalagi bagi anak-anak SD. Pola pikir mereka masih sering berfokus pada waktu bermain. Makanya mereka sering bersungut-sungut saat harus mengerjakan PR karena waktu bermain mereka semakin berkurang. Tetapi, sebagai ibu saya tidak boleh kehilangan akal. Kebetulan saya punya anak yang masih kelas 1 SD dan hampir tiap hari ada PR. Awalnya dia sering mengeluh tapi seiring berjalannya waktu dia sudah terbiasa dengan adanya PR. Saat mengerjakan PR dia selalu meminta saya untuk mendampinginya. Ketika dia mengalami kesulitan menemukan jawabannya barulah di situ saya membantunya. Namun tidak serta merta saya langsung memberi tahu jawabannya, saya tetap membimbing dan mengajari dia agar dia sendiri yang bisa menemukan jawabannya." (Melisa, 29 tahun, IRT, Kediri)

  • Advertisement
  • " Saya mempunyai satu orang anak perempuan dan sekarang dia duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 6. Anak saya tergolong mandiri. Dia tahu jika PR adalah kewajiban yang harus dia dikerjakan. Karena dia juga sudah tahu konsekuensi jika tidak mengerjakan PR. Sejauh ini, dia bisa mengerjakan PRnya sendiri. Namun terkadang saya hanya membantu menjelaskan kembali materi-materi pelajaran yang dia kurang paham." (Ester, 38 tahun, Kediri )

  • "Biasanya saya hanya membantu mengecek dan mengoreksi kembali tugas atau PR yang selesai dikerjakannya. Apakah semuanya sudah benar atau masih ada yang salah. Jika masih ada yang salah dan dia tidak tahu jawaban yang benarnya barulah saya membantunya. Yang penting beri keyakinan pada anak bahwa ia mampu mengerjakan PRnya sendiri. Dan terakhir jangan lupa memberikan pujian atau reward terhadap usahanya. Hal itu dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dalam mengerjakan PR di kemudian hari." ( Monica, 35 tahun, Kediri).

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Sejauh apa kita boleh membantu anak menyelesaikan PR mereka?

Namun perlu diingat juga bahwa membantu anak mengerjakan PR ada batasannya. Anda tidak boleh mengambil alih sepenuhnya PR anak, apa pun alasannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr