3 hal yang seringkali kita lakukan dan ternyata menyakiti perasaan orangtua kita

Ternyata, kita sudah seringkali menorehkan luka di hati orangtua kita. Mari perbaiki sebelum terlambat.

1,952 views   |   12 shares
  • Menghadapi Ayah dan Ibu yang memasuki usia senja, tak jarang memicu konflik dengan Anda yang juga tengah meniti kehidupan berkeluarga. Adanya generation gap dan perbedaan pola pikir menjadi latar belakang masalah demi masalah yang mewarnai hubungan Anda dengan orang tua tercinta.

  • Di antara perselisihan dan perbedaan pendapat yang terjadi antara Anda dengan orang tua, ternyata ada 3 hal yang seringkali Anda lakukan dan menorehkan luka di dalam hati mereka. Kenali 3 hal tersebut untuk segera Anda perbaiki di masa mendatang:

  • 1. Menyalahkan 'dosa' parenting di masa lalu

  • Emotional scar yang membekas sejak kecil, menimbulkan kesan mendalam bagi Anda. Ketika Anda belum dapat berdamai dengan masa lalu, Anda akan membawa luka ini dan seringkali, alam bawah sadar Anda malah membuat Anda mengulangi kesalahan tersebut dalam perjalanan parenting Anda. Tak cukup sampai di situ. Ketika Anda mengalami tantangan berat dengan anak-anak Anda, Anda menyalahkan orang tua Anda atas kegagalan mereka menempa Anda. Anda berpikir, seandainya mereka menjalankan tugas sebagai Ayah dan Ibu dengan lebih baik, Anda pun akan menjadi orang yang lebih baik.

  • Kutipan dari J.K. Rowling, novelis laris asal Inggris ini begitu menohok. Anda tidak dapat selamanya menyalahkan orang tua Anda atas kesalahan pengasuhan mereka di masa lalu. Ketika Anda sudah memasuki gerbang kedewasaan, tanggung jawab kehidupan sudah dipegang penuh oleh Anda sendiri.

  • Kisah seorang wanita yang dituturkan oleh Beverly Amsel, PhD, seorang terapis asal New York, mengungkapkan betapa sikap menyalahkan orang tua ini dapat bertransformasi menjadi dendam yang merasuk dan merusak diri Anda. Saat Anda memilih untuk terus menimpakan kesalahan kepada orang tua yang membuat Anda merasa tidak berguna atau tidak berhasil memenuhi ekspektasi diri Anda sendiri, Anda tidak menyadari bahwa Anda sendiri yang menjerumuskan diri ke dalam jurang keputusasaan. Sepanjang Anda belum berdamai dengan masa lalu dan membuka pintu maaf, Anda akan selalu stuck dan sulit untuk melangkah menjadi orang yang lebih baik. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memaafkan orang tua Anda?

  • Advertisement
    • Mulai mendekat dan tidak menghindar

    • Membuat ekspektasi yang realistis terhadap orang tua, berfokus pada masa kini dan masa depan

    • Mengingat dan mengambil kebaikan yang mereka tunjukkan

    • Menunjukkan kemandirian Anda dalam mengambil keputusan tanpa mengurangi rasa hormat

    • Konsisten untuk berbesar hati dan tetap berusaha menyayangi mereka dengan tulus, apapun yang terjadi

  • 2. Menganggap mereka manusia tua renta yang tak berdaya

  • Berinteraksi dengan orang tua yang memasuki lanjut usia, sama rumitnya dengan berkomunikasi dengan balita Anda. Fisik dan mental yang menurun dari kondisi prima, seringkali dibarengi dengan penyangkalan. Alih-alih membantu, uluran tangan Anda dianggap sebagai upaya 'meremehkan' atau rasa tidak percaya akan kemampuan mereka. Sebut saja tindakan-tindakan sederhana ini ternyata dapat membuat orang tua Anda tersinggung :

    • Kesal mengulang-ulang jawaban atas pertanyaan yang sama

    • Menunjukkan nyata kalau mereka pelupa

    • Mengoreksi dan mengkritik perbuatan atau perkataan mereka yang Anda pandang 'ketinggalan zaman', tidak nyambung, atau keliru

    • Mengomentari ketidakmampuan mereka terhadap sebuah pekerjaan akibat halangan usia

  • Sebagai kaum yang lebih muda dan telah melalui tahap kedewasaan, seyogyanya Anda melapangkan dada dan ikhlas menghadapi tingkah orang tua Anda. Perlahan dan dengan sopan, gunakan referensi norma agama dan sosial sebagai pengingat. Hindari menuding kesalahan, berikan opsi untuk tindakan yang lebih baik atau pantas, dengan alasan yang masuk akal. Bagaimanapun, orang tua Anda berhak menentukan pilihan dalam hidupnya. Terbukalah selalu untuk membantu meringankan beban mereka dan tetap menghargai segala usaha yang mereka lakukan dalam sisa hidup mereka.

  • Untuk hal-hal krusial yang berkaitan dengan kesehatan dan keamanan mereka, lakukan pengawasan berkala dan tertibkan hidup menggunakan perangkat atau sarana yang memastikan orang tua Anda selalu sehat walafiat. Sistem keamanan dengan prosedur rinci, tenaga tambahan untuk membantu pengawasan, rajin memantau pemeriksaan kesehatan, melakukan dokumentasi lengkap terhadap seluruh catatan medis, adalah beberapa hal yang dapat Anda terapkan.

  • Advertisement
  • 3. Pertikaian di ranah finansial

  • Urusan uang selalu menjadi isu sensitif dalam hubungan keluarga. Termasuk dengan Ayah dan Ibu tercinta Anda. Keluhan dan keengganan Anda untuk membantu mereka, dengan alasan Anda sudah cukup terbebani dengan keluarga Anda sendiri, tentunya menyayat hati mereka. Ditambah jika Anda dan saudara-saudara terus menuntut mereka untuk menyerahkan saja seluruh aset untuk Anda kelola. Orang tua Anda akan merasa tersinggung karena berpendapat, ini adalah hasil jerih payah mereka. "Mengapa saya si pemilik harta, harus membiarkan diri terkungkung untuk memakai uang saya sendiri?" begitulah kira-kira isi pikiran mereka.

  • Kenali dengan rinci, masalah-masalah keuangan yang umumnya melanda para lansia ini.

    • Masalah pertama, muncul dari cara orang tua Anda mengelola keuangan mereka. Tak sedikit karena minimnya informasi, para lansia tergoda untuk menginvestasikan harta mereka tanpa mengukur risiko, hanya berpaku pada iming-iming return yang tinggi. Harta pun terkuras dalam waktu singkat tanpa disadari.

    • Masalah kedua, persiapan untuk dana kesehatan, terutama karena asuransi cenderung tidak menanggung lansia ini.

    • Masalah ketiga, hutang dan pajak, di mana Anda perlu memantau serta menyelesaikan tugas administratif ini dengan efektif dan efisien.

    • Berkonsultasilah dengan perencana keuangan, jika Anda belum dapat membantu pengelolaan secara menyeluruh. Libatkan orang tua Anda dalam sesi konsultasi. Masukan dari pakar keuangan umumnya akan dipandang lebih terpercaya, khususnya jika didukung dengan sumber informasi yang reliabel.

    • Terakhir, dan kerap menjadi masalah besar, adalah mengenai pembagian warisan. Persoalan yang satu ini sebaiknya dibicarakan secara bijaksana dengan seluruh keluarga. Hendaknya, Anda melibatkan notaris atau pengacara, sehingga langkah-langkah yang Anda lakukan sesuai dengan hukum yang berlaku. Sebisa mungkin, berikan keputusan terbesar waktu pembagian kepada orang tua Anda, namun segala persiapan telah dilakukan sejak kini supaya tidak terjadi perselisihan akibat administrasi yang tidak rapi atau belum siap.

  • Apapun yang dilakukan Ayah dan Ibu di masa lalu serta ketidaksempurnaan mereka di masa kini, terimalah apa adanya. Teruslah menyayangi dan mendoakan mereka. Kelak, Anda akan berada di posisi yang sama dengan mereka. Tindakan Anda saat ini akan menjadi teladan anak-anak Anda untuk melakukan kebaikan yang sama kepada Anda di masa tua Anda nantinya.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

3 hal yang seringkali kita lakukan dan ternyata menyakiti perasaan orangtua kita

Ternyata, kita sudah seringkali menorehkan luka di hati orangtua kita. Mari perbaiki sebelum terlambat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr