Ukuran kepala bayi lebih besar dari ukuran normal. Apa saja faktanya?

Jika Anda sering merasa khawatir, apakah ukuran kepala bayi Anda normal atau terlalu besar, karena komentar orang, maka, sudah saatnya melakukan pemeriksaan.

8,428 views   |   13 shares
  • "Ih kepalanya besar ya.." mungkin ini ucapan yang paling sering Anda dengar dari orang-orang saat melihat bayi Anda. Oke, yang perlu Anda lakukan bukan merasa bangga, dan bukan juga merasa khawatir. Namun melakukan pemeriksaan. Sebab, kepala yang terlihat besar, belum tentu "terlalu besar" untuk seorang anak, namun belum tentu juga normal.

  • Ya, orangtua dan dokter sebaiknya tak mengabaikan pertumbuhan lingkar kepala anaknya. Setiap kali melakukan pemeriksaan berat dan tinggi badan bayi atau imunisasi, lingkar kepala bayi diukur secara rutin untuk mengetahui pertumbuhan otaknya. "Jika kepala bayi tidak tumbuh cukup cepat, mungkin saja ada beberapa jenis cedera otak selama kelahiran, atau lahir dengan beberapa kelainan", kata Joanne Cox, MD, kepala asosiasi dokter anak di Rumah Sakit Anak Boston.

  • Ukuran lingkar kepala berkaitan dengan volume otak. Bila ukuran lingkar kepala si bayi tak pernah dipantau secara rutin, maka dokter dan orangtua tak akan pernah tahu apakah ukurannya normal atau tidak. Ukuran lingkar kepala bayi dan anak memang berbeda-beda pada setiap individu. Paramater yang sering dipakai oleh seorang klinisi untuk menentukan batas normal ukuran lingkar kepala dengan memakai growth chart WHO.

  • Ukuran lingkar kepala normal sekitar 30 sampai 37 cm. Pertumbuhan lingkar kepala akan bertambah 2 cm setiap bulan pada usia 0-3 bulan. Pada usia 4-6 bulan akan bertambah 1 cm per bulan, dan pada usia 6-12 bulan pertambahannya 0,5 cm per bulan. Sampai usia 5 tahun biasanya sekitar 50 cm. Usia 5-12 tahun hanya naik sampai 52-53 cm setelah usia 12 tahun akan menetap tidak akan membesar lagi.

  • Faktor yang berpengaruh

  • Menurut spesialis anak, Dr. Widodo Judarwanto SpA, proses pertumbuhan dan perkembangan susunan saraf pusat dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi dan juga lingkungan yang berupa stimulasi atau rangsangan. Jika terkait dengan lingkar kepala, faktor yang paling sering adalah keturunan. Ukuran lingkar kepala anak tidak jauh berbeda dengan ukuran lingkar kepala dengan salah satu orangtuanya bila mereka dewasa kelak. Faktor lain yang berpengaruh adalah gangguan saat dalam kandungan bisa karena infeksi kehamilan, kelainan kromosom atau kelainan genetik.

  • Advertisement
  • Gangguan pada ukuran kepala tidak normal

  • Jika lingkar kepala yang lebih kecil daripada standar, atau tidak menunjukkan pertumbuhan yang baik jika dibandingkan dengan angka sebelumnya di kurva, biasa disebut Mikrosefali; sering disebabkan gangguan saat dalam kandungan bisa karena infeksi kehamilan seperti infeksi TORCH (toksoplasma, rubella, sitomegalo virus, dan herpes), kelainan kromosom atau kelainan genetik. Penyebab lainnya karena gangguan secara keseluruhan, pertumbuhan fisik bayi kecil maka kepalanya juga kecil. Hal ini biasanya disebabkan karena faktor genetik atau asupan gizi ibu ke bayi kurang.

  • Bila ukuran lingkaran kepala si bayi lebih besar daripada 2 standar ukuran normal, dikatakan bahwa bayi mengalami kelainan makrosefali. Sebagian besar kasus makrosefali disebabkan karena hidrosefalus, yaitu kepala besar karena cairan di dalam otaknya berlebihan. Bila dicurigai kelainan makrosefali harus pula dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya karena kita tidak bisa menduga kelainan struktur di dalam otaknya. Untuk mengetahui kelainan hidrosefalus dan ganguan lainnya dapat dilakukan pemeriksaan USG atau CT-scan.

  • Martha R. Herbert, seorang neurolog di Center for Morphometric Analysis RS Massachusetts juga pernah mengatakan bahwa dalam neuroanatomi seorang penyandang autisme, kebanyakan mengalami "kepala besar". Jumlahnya ada sekitar 15-35 persen. Penelitian untuk mengetahui apakah makrosefali sebagai penyebab autisme, atau malah autisme yang menyebabkan kepala seseorang membesar, masih terus berlanjut.

  • Namun, jangan terlalu khawatir, sebab proses pertumbuhan otak setiap anak kan berbeda-beda juga. Yang paling penting adalah rutin melakukan pemeriksaan dan menyesuaikan dengan kurva. Memberi stimulasi atau rangsangan juga amat baik untuk tumbuh kembanng otak, serta tentunya jangan lupa nutrisi dari asupan. Dr. Widodo menjelaskan, Beberapa nutrisi makanan diyakini meningkatkan perkembangan sistem saraf pusat di otak dan sirkulasi oksigen dan replikasi DNA seperti DHA dan AA , zat besi, taurin, kolin dan zinc. Sumber nutrisi yang utama berbagai kandungan tersebut banyak didapatkan di dalam ASI. Sehingga pemberian ASI tidak bisa disangkal lagi tidak bisa dikalahkan oleh pemberian susu formula yang mana pun.

  • Pencegahan sejak dini pun bisa kok dilakukan, misalnya melakukan konseling sebelum menikah sejak merencanakan untuk punya anak sangat penting. Kontrol secara teratur ke dokter kandungan untuk mendeteksi adanya kelainan kehamilan sejak dini khususnya infeksi TORCH, menjadi hal yang krusial.

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ukuran kepala bayi lebih besar dari ukuran normal. Apa saja faktanya?

Jika Anda sering merasa khawatir, apakah ukuran kepala bayi Anda normal atau terlalu besar, karena komentar orang, maka, sudah saatnya melakukan pemeriksaan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr