Merasa terbelenggu karena mendadak jadi ibu rumah tangga?

Redam sindrom 'Stay-at-home-mom blues' dengan 7 langkah ini

585 views   |   18 shares
  • Ibu rumah tangga adalah sebuah peran yang menuntut saya siap 24 jam, seakan tak boleh terlena barang sedetik pun. Terlalu fokus membalas pesan di ponsel saya seringkali dibayar dengan tangisan si kecil yang terjatuh atau minuman yang tumpah dari atas meja. Belum lagi dengan kapasitas energi yang kerap defisit, tak sebanding dengan daftar pekerjaan rumah tangga yang harus diselesaikan atau ajakan bermain yang tak kunjung usai. Setiap pagi saya terbangun dalam kondisi tak segar, sementara di malam hari, sudah tak terhitung berapa kali saya jatuh tertidur tanpa disadari.

  • Seperti pepatah 'rumput tetangga terlihat lebih hijau', rasa iri dan cemburu menyelinap di hati. Kala saya melihat, suami bisa bebas keluar rumah untuk bekerja, atau bercengkrama dengan kawan-kawannya selepas jam kerja. Begitu pula dengan teman-teman working moms yang bisa makan siang cantik dengan setelan kerja menawan. Miris rasanya membandingkan dengan diri yang berbalut daster kumal, keringat bercucuran, dan wajah penuh guratan kepenatan.

  • Selain baby bluesdan Post Partum Depression (PPD) yang marak dibicarakan, ada satu sindrom lagi yang perlu diwaspadai. Sebut saja namanya stay-at-home-mom blues atau sindrom Ibu Rumah Tangga. Kondisi yang saya alami sebagai masa adaptasi kehidupan baru ini dan mungkin Anda juga menghadapinya sekarang.

  • Sebuah studi pada tahun 2012, mengungkapkan bahwa ibu rumah tangga mengalami stres lebih banyak daripada ibu pekerja. Sumber stres ini beragam. Mulai dari kurangnya penghargaan, kegamangan ibu baru dengan tanggung jawab baru hingga kurangnya waktu berinteraksi dengan sesama dewasa.

  • Belenggu stay-at-home-mom blues ini tentu saja perlu dilepaskan. Sebelum saya dan Anda makin terhisap hingga kehilangan kebahagiaan sebagai seorang ibu, mari coba 7 langkah membuat kehidupan Ibu Rumah Tangga menjadi lebih ringan dijalani.

  • Advertisement
  • 1. Mempercantik diri di awal hari

  • Terkadang, kita menghibur diri dengan mengutip sebuah lagu pop populer, "Kamu cantik dari hatimu." Nyatanya, tampil menarik secara visual dapat membangkitkan kepercayaan diri dan berimbas kepada mood yang baik untuk memulai hari. Meskipun Anda tidak berniat untuk pergi ke luar rumah, tetaplah bersolek. Mandilah dengan sabun yang wanginya membangkitkan energi seperti citrus atau buah-buahan. Oleskan body lotion untuk menjadikan kulit bersinar. Kenakan pakaian simpel, namun bersih. Pilihlah warna-warna cerah yang turut menyinari hari Anda. Bubuhkan sedikit make-up di wajah Anda dan akhiri dengan senyum manis yang membawa kehangatan bagi keluarga.

  • 2. Menyusun jadwal kegiatan

  • Manajemen waktu adalah kelemahan terbesar saya. Segudang rencana tersimpan di benak, namun eksekusinya kerap terbentur ini itu. Salah satunya, aneka distraksi yang terjadi dari Si Kecil. Saya pun harus mengakui, menuntut anak-anak untuk selalu sigap adalah sebuah misi mustahil. Kunci dari labirin ini adalah jadwal kegiatan yang komprehensif. Anda dapat membuatnya per minggu, kemudian dibuat lebih rinci untuk jadwal harian. Tuliskan dengan jelas kegiatan yang harus Anda lakukan, durasi, hingga apa saja yang harus Anda siapkan. Seiring dengan bertambah besarnya anak-anak dan semakin lama Anda menjalani hari-hari, Anda akan menyadari bahwa sebuah rutinitas telah terbangun. Anda juga akan mengerti, kapan Anda dapat menyelipkan me-time di tengah padatnya kesibukan rumah tangga Anda.

  • 3. Kerahkan bantuan dari segala penjuru

  • Satu hal yang perlu Anda tanamkan dalam pikiran : Anda tidak harus melalui pertarungan rumah tangga ini sendirian. Delegasikan tugas-tugas yang dapat membuat Anda rileks sejenak demi kewarasan. Gunakan perangkat elektronik yang memudahkan pekerjaan rumah tangga, lupakan teknik manual yang menguras waktu dan tenaga. Jika ada dana berlebih, Anda dapat memperkerjakan Asisten Rumah Tangga (ART) dengan sistem "pulang pergi" untuk mengerjakan beberapa tugas rumah tangga. Pilihan lain, kini tersedia jasa penatu dan pembersihan rumah dengan harga yang cukup terjangkau. Sesekali, Anda juga dapat memesan katering keluarga, untuk berlibur dari dapur. Carilah juga daycare harian terpercaya, dimana Anda dapat menitipkan Si Kecil saat perlu menghadiri sebuah acara penting atau ingin waktu lebih tenang serta fokus dalam mengerjakan kegiatan Anda.

  • Advertisement
  • 4. Tetaplah lakukan hobi dan kegemaran Anda

  • Kesibukan yang menyita waktu, tenaga, dan pikiran menjadi alasan Anda meninggalkan kegiatan favorit Anda. Sekarang, bukalah kembali koleksi novel Anda. Lanjutkan rajutan Anda yang terbengkalai. Daftarkan diri Anda di studio yoga atau pusat kebugaran terdekat. Apapun kegemaran yang membuat Anda merasa hidup dan lebih bahagia, tetap jadikan mereka bagian dari rutinitas harian Anda. Cukup luangkan satu jam sehari, Anda dapat memecahnya menjadi 30 menit di pagi hari dan 30 menit di sore atau malam hari. Berjalannya hobi dan kegemaran akan menambah arti dari kehidupan yang Anda jalani. Bahwa Anda masih berhak untuk bersenang-senang tanpa meninggalkan tanggung jawab yang Anda emban.

  • 5. Pergilah ke luar rumah

  • Mencari suasana baru akan menyegarkan Anda dan anak-anak dari kepenatan. Sempatkan untuk pergi ke luar untuk menikmati atmosfer berbeda dan tentunya ruang untuk mereka berlarian riang gembira. Tak melulu harus pergi ke mal, Anda dapat berpiknik di taman, berjalan-jalan mengelilingi kompleks, atau menikmati jajanan di kedai favorit.

  • 6. Bersosialisasi, bukan mengisolasi

  • Menghabiskan waktu dengan anak-anak, awalnya terlihat menyenangkan. Namun, setiap hal perlu keseimbangan. Sebagai seorang dewasa dengan kemampuan sosial lebih tinggi, Anda perlu bertemu dan berinteraksi dengan sesama orang dewasa. Buatlah janji bertemu dengan sahabat-sahabat Anda di akhir pekan. Bergabunglah dengan komunitas atau support group untuk berinteraksi dengan tujuan yang jelas. Sempatkan beramah-tamah dengan tetangga atau sesama orang tua murid di sekolah Si Kecil. Sisihkan waktu satu atau dua bulan sekali untuk mengikuti seminar, workshop, atau pelatihan guna menambah pengetahuan dan keterampilan Anda. Anda bukanlah katak dalam tempurung. Keluarga Anda pun akan merasakan manfaatnya, memperoleh seorang istri dan ibu yang cakap serta bahagia.

  • 7. Mintalah dukungan dari pasangan

  • Hal terpenting yang Anda perlukan untuk meyakinkan diri terus melangkah adalah dukungan dari suami tercinta. Ia perlu mengetahui dan memahami apa yang Anda alami serta rasakan. Duduklah bersama dan sampaikan harapan serta hambatan yang Anda alami, sehingga nantinya Anda dapat mencari solusi bersama-sama. Fokuskan juga perjalanan Anda berdua sebagai orang tua, untuk mendalami "mengapa" ketimbang "bagaimana" Anda harus berlaku sebagai orang tua. A happy wife makes a happy life.

  • Advertisement
  • Bangkitlah perlahan dari rasa stres dan depresi Anda. Jangan ragu untuk berbagi dan berkonsultasi jika Anda merasa sindrom ini makin membelenggu, sebelum masa depan keluarga Anda terancam karenanya.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Merasa terbelenggu karena mendadak jadi ibu rumah tangga?

Redam sindrom 'Stay-at-home-mom blues' dengan 7 langkah ini
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr