"Gegar budaya". Apa itu dan bagaimana cara menghadapinya?

Perbedaan budaya sering membuat orang bingung atau salah tingkah, bagaimana menghindari hal ini?

181 views   |   1 shares
  • Perbedaan budaya sering membuat orang bingung atau salah tingkah, bagaimana menghindari hal ini? Kalau Anda tiba-tiba harus tinggal di negara lain, misalnya Jepang, sedangkan Anda tidak tahu menahu soal budaya orang Jepang, Anda akan mengalami 'gegar budaya'. Anda akan canggung melihat mereka terbiasa duduk di lantai dan makan dengan meja yang rendah. Atau Anda akan mual melihat bagaimana mereka makan ikan mentah, sesuatu yang tidak pernah Anda lakukan sebelumnya.

  • Begitu juga jika suatu waktu Anda pergi bertamu ke rumah orang Amerika dan mereka tidak menyuguhkan minuman apalagi makanan kepada Anda, mungkin Anda berpikir "Sungguh tidak sopan!" Anda membandingkannya dengan tatacara orang Indonesia yang selalu menyuguhkan sesuatu bagi tamu-tamunya.

  • Seorang dosen arkeologi mengajarkan bahwa tidak ada budaya yang aneh. Yang ada adalah budaya-budaya yang berlainan. Sesuatu yang biasa bagi sebuah bangsa mungkin merupakan suatu hal yang istimewa bagi bangsa lainnya. Karena itulah kita perlu mempelajari budaya suatu bangsa sebelum kita datang dan tinggal di negaranya. Dengan demikian paling tidak kita akan paham mengapa mereka melakukan hal itu.

  • Jika kita hanya mengetahui suatu budaya tetapi kita tidak menyelami asal mula budaya itu, kita mungkin masih tidak dapat menerima budaya itu. Misalnya kita memahami cara hidup orang Jepang yang banyak dipengaruhi oleh gempa bumi yang sering mengguncang negara kepulauan tersebut, kita akan paham mengapa mereka melakukan semua itu. Atau kita memahami bagaimana makanan bukan lagi barang yang penting bagi warga AS melihat betapa banyak makanan terbuang percuma di negara ini, kita akan mengerti mengapa mereka tidak merasa perlu menawarkan jamuan kepada tamunya.

  • Bagi pasangan antar ras, penting untuk mempelajari budaya pasangannya dan tidak hanya mengandalkan kepada perasaan cinta saja. Perbedaan pandangan dan cara berpikir mereka dapat menimbulkan perselisihan di antara keduanya. Misalkan seorang suami Asia yang mementingkan orangtuanya akan membuat istrinya yang berasal dari negara Barat merasa diabaikan.

  • Padahal bukan begitu maksudnya. Sejak kecil si suami dididik untuk bersikap hormat dan menghargai orangtuanya, sementara si istri berpandangan bahwa sesudah menikah tidak ada yang lebih penting daripada keluarganya. Pandangan berbeda seperti ini bila tidak dipahami akan menimbulkan gegar budaya dan jurang yang dalam bila tidak segera diatasi.

  • Sebaliknya, adapula anak muda yang tanpa persiapan tinggal di negara asing dan menyerap seperti bunglon apa saja yang dilihatnya tanpa menyaring pantas tidaknya hal itu untuk dirinya. Anak muda seperti ini sering membuat dirinya menjadi bahan tertawaan orang yang melihatnya tanpa dirinya sadar. Dia mengalami gegar budaya dan tidak berusaha memahami budaya itu, dia hanya ingin merasa dirinya menjadi bagian dari budaya itu dengan cara yang salah. Akibatnya dia hanya mempermalukan dirinya dan menjadi badut yang tidak kocak di mata orang lain.

  • Advertisement
  • Yang terbaik dalam hal ini adalah menerapkan budaya orang lain sesudah mempelajari dan memahaminya. Kita mungkin akan heran melihat ada orang asing yang menunjuk arah dengan jempolnya, tetapi sebetulnya dia melakukan itu karena sudah mempelajari bahwa menurut budaya kita tidaklah sopan menuding dengan telunjuk padahal menurut budayanya sendiri hal itu boleh-boleh saja. Nah, kita mungkin harus mengikuti pepatah Barat yang mengatakan "Bila Anda di Roma, lakukanlah apa yang dilakukan orang-orang setempat." Maksudnya Anda akan lebih dihargai penduduk setempat bila Anda memahami budaya mereka.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

"Gegar budaya". Apa itu dan bagaimana cara menghadapinya?

Perbedaan budaya sering membuat orang bingung atau salah tingkah, bagaimana menghindari hal ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr