Yuk ciptakan 'disiplin' yang kreatif dan mampu menimbulkan efek jera pada anak

Dalam tumbuh kembangnya, tak jarang seorang anak melakukan hal-hal yang salah. Sudah sewajarnya bagi orang tua untuk mendidik anak bahkan mendisiplinkannya ketika melakukan kesalahan. Namun, bukan dengan cara memukul atau menyakitinya.

638 views   |   9 shares
  • Hukuman untuk anak-anak tak selalu memberikan efek positif bagi perkembangan karakter dan pada sisi emosionalnya. Yang terutama bukanlah tentang hukuman tersebut saja tetapi pelajaran yang didapat dari kesalahan oleh si anak tanpa melupakan akibat yang harus diterima jika melakukan kesalahan itu sendiri. Hal ini memang tidak mudah dilakukan, sebab tidak semua orang tua dapat menerapkan kedisiplinan pada anak tanpa kehilangan kesabaran dan emosi.

  • Di masa sekarang, peraturan kedisiplinan sudah banyak sekali berubah seiring perkembangan zaman yang berdampak pada perilaku dan sikap. Untuk itu sebagai orang tua, Anda harus bisa menerapkan kedisiplinan pada anak tanpa harus kehilangan kesabaran, anak-anak tetaplah anak-anak, mereka dapat menerima konsekuensi kesalahan yang Anda berikan tanpa harus dengan tindakan emosional namun tetap memberi pengaruh terhadap kedisipilinan mereka.

  • Untuk membantu Anda mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kreativitas pada cara Anda menghukum atau mendisiplinkan anak, ada banyak hukuman yang lebih bersifat edukatif dan kreatif tanpa perlu memberikan bentuk hukuman yang menyakitkan bagi sang anak, di antaranya adalah:

  • 1. Memberikan ekspresi wajah marah

  • Ekspresi wajah marah yang Anda perlihatkan pada anak yang melakukan kesalahan bertujuan untuk memperlihatkan ketidaksetujuan terhadap perilaku atau perbuatan anak, serta memberikan pertanda bahwa Anda tidak menyukai perbuatan tersebut. Saat anak melihat perubahan ekspresi wajah Anda, dengan sendiriya ia akan menyadari bahwa apa yang diperbuatnya adalah sebuah kesalahan. Melakukan hal ini bagi seorang anak juga berarti hukuman.

  • 2. Memberikan waktu sendiri

  • Hal ini dapat Anda lakukan pada anak yang telah melakukan kesalahan, maksudnya adalah memberikan ruang dan waktu tersendiri untuk anak agar dapat merenungkan kesalahan yang diperbuatnya. Lama waktu yang diberikan ditentukan dari seberapa besar anak dapat mengerti maksud dan tujuan dari pelanggaran yang yang diperbuatnya. Hukuman ini cocok untuk anak yang berlaku tidak sopan terhadap guru atau orang tua atau kepada temannya.

  • 3. Memberikan tugas sebagai hukuman

  • Sama seperti halnya jika Anda pernah mengalami di hukum menulis ratusan kali sebuah kalimat yang sama di buku atau di papan tulis, hal ini sebenarnya baik karena selain memberikan efek jera pada anak tetapi sebenarnya ada efek edukasi pada hukuman tersebut. Anda juga dapat menerapkan hal ini sesuai dengan kesalahan yang diperbuat oleh anak Anda, tugas tidak hanya berkaitan dengan menulis, namun di dalamnya Anda juga dapat memberikan pengetahuan misalnya tentang menjaga kebersihan dengan memberikan tugas menyapu dan sebagainya.

  • Advertisement
  • 4. Meminta maaf

  • Sederhana namun hal ini penting dan sebenarnya dengan meminta anak Anda untuk meminta maaf kepada orang yang sudah disakitinya sudah merupakan sebuah tindakan menghukum. Anda tentu memahami bagaimana beban dan sulitnya seserang untuk meminta maaf meskipun salah, hal ini lah yang membuatnya menjadi hukuman bagi sang anak. Untuk itu dengan meminta anak Anda untuk melakukan hal ini juga akan membuatnya lebih bertanggung jawab atas segala perbuatannya.

  • 5. Hukuman fisik

  • Maksud hukuman fisik disini adalah tidak dengan memukul atau menyakiti anak, namun hukuman ini dapat Anda terapkan jika memang anak Anda dinilai sudah cukup keterlaluan tetapi masih memiliki tujuan baik lain yang akan didapat oleh anak. Berikan hukuman yang membuat anak Anda menjadi sedikit berolahraga seperti berdiri dengan satu kaki bergantian. Contoh lain misalnya ketika anak mengeluarkan perkataan yang buruk atau berbohong, hukumannya berupa anak diminta untuk mengeluarkan lidahnya dan memegang lidah dengan jarinya selama beberapa menit dan lain sebagainya.

  • Itulah beberapa tips agar dapat mendisiplinkan anak dengan cara yang kreatif yang dapat Anda coba di rumah. Setiap orang tua tentu memiliki cara-cara tersendiri yang unik agar dapat menerapkan kedisiplinan pada anak-anaknya, agar mereka dapat mempelajari sesuatu tanpa harus merasakan tekanan karena hukuman yang menyakiti mereka.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Yuk ciptakan 'disiplin' yang kreatif dan mampu menimbulkan efek jera pada anak

Dalam tumbuh kembangnya, tak jarang seorang anak melakukan hal-hal yang salah. Sudah sewajarnya bagi orang tua untuk mendidik anak bahkan mendisiplinkannya ketika melakukan kesalahan. Namun, bukan dengan cara memukul atau menyakitinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr