7 alasan yang dapat dimaklumi jika Anda berbohong pada anak

Berbohong tetaplah berbohong meski itu untuk tujuan baik sekalipun. Tapi..

198 views   |   shares
  • Setiap orangtua diharapkan mampu menjadi pelopor kejujuran bagi anak-anak. Namun, dalam kasus "White Lies" meskipun ditujukan kepada anak sendiri apakah hal tersebut dapat dimaklumi? Seringkali berbohong demi kebaikan menjadi alasan utama mengapa orangtua kerap melakukannya. Namun, berbohong tetaplah berbohong meski itu untuk tujuan baik sekalipun. Bukankah lebih baik mengungkapkan sesuatu secara jujur, hal ini untuk menghindari rasa kecewa yang mungkin muncul di kemudian hari.

  • Dalam sebuah jurnal artikel yang dimuat, dikatakan: "Permakluman yang diberikan kepada perilaku bohong sangat beragam tergantung konteksnya. Membohongi 1000 rupiah pada orang kaya akan lebih bisa dimaklumi daripada membohongi 1000 rupiah pada orang miskin. Masyarakat umumnya akan mengecam mereka yang tega membohongi orang miskin, tapi justru dapat memaklumi jika hal tersebut dilakukan pada orang kaya. Bohongnya seorang anak kadang juga lebih mudah dimaklumi ketimbang hal tersebut dilakukan oleh orang dewasa. Jadi, kebohongan sebenarnya sesuatu yang sangat fleksibel. Kadang dimaklumi, kadang dikecam, semua tergantung pada konteksnya."

  • Berikut 7 alasan yang dapat ditolerir ketika orangtua terpaksa harus berbohong kepada buah hatinya:

  • 1. Berbohong saat ekonomi keluarga memburuk

  • Ketika anak-anak minta dibelikan sesuatu, tapi Anda tidak ingin membuat anak-anak cemas mengetahui bahwa Anda baru saja kehilangan pekerjaan. Untuk itu, Anda berjanji kepada mereka akan membelikan, hanya saja setelah Anda memperoleh pekerjaan kembali.

  • 2. Berbohong saat tidak ada makanan di rumah

  • Anda menyadari bahwa makanan yang tersedia di rumah kurang, tetapi Anda lebih mengutamakan kesehatan anak-anak dengan mengatakan, "Makanlah ayah atau ibu masih belum lapar." Atau Anda ingin menyisihkan lauk untuk anak-anak dengan beralasan, "Ayah atau ibu tidak suka ikan ini, makanlah."

  • 3. Berbohong saat anak sakit

  • Anda sangat khawatir dengan kondisi kesehatan buah hati yang sedang sakit dan mengatakan, "Tidurlah, ayah atau ibu masih belum mengantuk." Padahal saat itu Anda sudah sangat kelelahan.

  • 4. Berbohong saat anak ingin memberikan sejumlah uang

  • Meskipun Anda sedang butuh uang, tetapi Anda menyadari bahwa buah hati Anda masih belum memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya. Oleh karena itu Anda pun mengatakan, "Simpanlah nak uang itu, ayah atau ibu masih memiliki sedikit tabungan."

  • Advertisement
  • 5. Berbohong saat anak ingin mengajak tinggal bersama

  • Meskipun Anda sebetulnya ingin tinggal bersamanya, tetapi Anda tahu bahwa setelah berumah tangga ada norma-norma yang perlu Anda jaga. Oleh karena itu Anda pun beralasan dengan mengatakan, "Terima kasih nak, ayah atau ibu memiliki kenangan indah dengan rumah ini dan ingin menjaganya."

  • 6. Berbohong saat anak gagal mencapai sesuatu

  • Meskipun sedih karena buah hati Anda gagal mencapai sesuatu, Anda tidak ingin membuatnya kecewa. Untuk membangkitkan semangat dan membesarkan hatinya Anda pun terpaksa harus berbohong dengan mengatakan bahwa kegagalan yang dia capai hanyalah sebuah keberhasilan yang tertunda.

  • 7. Berbohong untuk kebaikan anak

  • Sering orangtua berkata pada buah hatinya, "Jangan makan jambu mete terlalu banyak, nanti jadi monyet" atau "Jangan makan di depan pintu, nanti sulit jodoh" dan sebagainya. Meskipun terdengar janggal, tapi jika diresapi dengan baik ucapan bohong semacam itu bertujuan untuk kebaikan si anak sendiri. Contoh, makan jambu mete terlalu banyak dapat membuat seseorang sakit perut dan makan di depan pintu dapat menghalangi seseorang untuk masuk ke rumah dan alasan kesopanan.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

7 alasan yang dapat dimaklumi jika Anda berbohong pada anak

Berbohong tetaplah berbohong meski itu untuk tujuan baik sekalipun. Tapi..
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr