‘Vaping’ mengandung bahaya bagi kesehatan Anda dan generasi muda. Waspadalah!

Terlepas dari klaim bahwa vaping lebih aman dari rokok konvensional, rokok elektrik tetap menyimpan risiko yang merugikan kesehatan. Bukan hanya pengguna yang merasakan dampak negatifnya, namun juga perokok pasif yang ada di sekeliling mereka.

663 views   |   27 shares
  • Himbauan dan larangan merokok, mencetuskan ide munculnya produk baru "pengganti" rokok konvensional. Rokok elektrik (e-cigarettes) atau dikenal dengan julukannya vape, menjadi pilihan mereka yang ingin berhenti merokok atau ingin merokok di tempat-tempat dengan larangan merokok. Pada dasarnya, cara kerja rokok elektrik adalah memanaskan cairan menjadi uap yang kemudian dihirup dan dihembus seperti rokok konvensional. Cairan tersebut terdiri atas nikotin, penambah rasa, dan bahan kimia lainnya.

  • Keamanan rokok elektrik menjadi pertanyaan besar karena beberapa bahaya yang terkandung di dalamnya, yaitu :

  • 1. Bahaya dari nikotin cair

  • Rokok elektrik tetap menggunakan nikotin di dalam campuran cairan yang akan diuapkan. Tentu saja, nikotin memberikan efek ketergantungan. Bagi Anda yang sudah terbiasa mengonsumsinya, akan muncul rasa gelisah bahkan depresi (untuk tingkat ketergantungan tinggi) ketika berhenti menggunakannya. Nikotin akan menyakiti pembuluh darah arteri Anda dan mengganggu kesehatan jantung.

  • Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Athens Medical School,menemukan bahwa 30 menit vaping memberikan efek negatif yang sama dengan merokok konvensional selama 5 menit. Efek tersebut terlihat pada kekakuan pembuluh aorta (pembuluh darah arteri terbesar), yang menjadi indikator risiko penyakit jantung. Semakin kaku aorta, semakin sulit jantung memompa darah dalam sistem sirkulasi tubuh.

  • Tak hanya bagi pengguna vape, nikotin juga berbahaya bagi anak dan wanita hamil karena merusak otak dan meningkatkan risiko keguguran bahkan kecacatan pada janin.

  • 2. Bahaya dari bahan-bahan kimia dalam vape

  • Rokok elektrik juga mengandung aneka bahan kimia yang berisiko bagi kesehatan pemakainya. Sebut saja :

    • Diasetil dalam penambah rasa, yang berbahaya bagi paru-paru jika terhirup

    • Propilen glikol atau gliserin, jika diuapkan akan mengandung formaldehid yang dapat memicu kanker

    • Baterai lithium sebagai bahan bakar, dapat meledak dan menyakiti penggunanya, seperti ditemukan pada kasus di negara Inggris

  • Advertisement
  • 3.Vapingtidak sepenuhnya mengganti rokok konvensional

  • Jika Anda beranggapan kalau pengguna vaping akan setia menggunakannya, ternyata tidak sepenuhnya benar. Staton Glantz, seorang profesor kesehatan dari University of California, AS, menyebutkan bahwa 70 hingga 90 persen pengguna vape adalah dual users. Maksudnya, mereka tetap melanjutkan kebiasaan merokok konvensional, selain juga melakukan vaping. Glantz juga menyampaikan analisis berdasarkan penelitian yang dilakukannya bahwa perokok yang melakukan vaping memiliki kemungkinan 30 persen lebih rendah untuk berhenti merokok, dibandingkan dengan mantan perokok yang sama sekali tidak mencoba vaping.

  • Kegelisahan lain timbul dari para remaja yang tertarik untuk mencoba vaping. Sejak diperkenalkannya vaping, jumlah remaja yang mencoba semakin bertambah. Iming-iming "tidak berbahaya seperti rokok" dan aneka rasa, begitu menggiurkan untuk kaum muda yang sedang gemar mencoba-coba ini. Padahal, remaja yang telah mencoba rokok elektrik memiliki kemungkinan lebih besar untuk mencoba rokok konvensional di kemudian hari. Begitulah hingga lingkaran setan ini berlanjut tiada ujung.

  • Di Amerika Serikat, telah diberlakukan peraturan bahwa remaja di bawah usia 18 tahun tidak dapat membeli rokok elektrik dan mereka yang berada di rentang usia 18-27 tahun, tetap harus menunjukkan identitas yang berlaku saat membeli rokok elektrik. Pemberian sampel gratis juga dilarang dan rokok elektrik tidak diperbolehkan ada di dalam vending machine, kecuali di area yang dikhususkan untuk dewasa.

  • Terlepas dari klaim yang dikedepankan bahwa vaping lebih aman dari merokok konvensional, menggunakan rokok elektrik tetap menyimpan risiko yang merugikan kesehatan. Selain itu, bukan hanya pengguna yang merasakan dampak ini, namun juga perokok pasif yang ada di sekelilingnya.

Bantu kami menyebarkan

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

‘Vaping’ mengandung bahaya bagi kesehatan Anda dan generasi muda. Waspadalah!

Terlepas dari klaim bahwa vaping lebih aman dari rokok konvensional, rokok elektrik tetap menyimpan risiko yang merugikan kesehatan. Bukan hanya pengguna yang merasakan dampak negatifnya, namun juga perokok pasif yang ada di sekeliling mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr