4 tes pendengaran yang dapat dilakukan pada bayi Anda

4 hal berikut dapat Anda lakukan untuk skrining pendengaran anak Anda.

1,304 views   |   4 shares
  • Kehadiran bayi yang baru lahir pastilah membawa warna baru di kehidupan Anda. Rumah menjadi lebih hangat dan ceria. Ada saja tingkah si bayi yang membuat kita sebagai orang dewasa suka tersenyum bahkan terpana sendiri. Namun, sebagai orang tua baru terkadang ada saja hal-hal yang membuat kita panik ketika itu pertama kali terjadi. Misalnya saja ketika sang bayi terlelap begitu pulas, tak jarang kita panik dan bertanya-tanya apakah dia baik-baik saja? Apakah dia bernafas? Atau ketika sang bayi tidak berespon terhadap panggilan kita.

  • Kebanyakan rumah sakit sudah melakukan screening pendengaran kepada bayi kita sebelum kita pulang. Bayi yang lahir prematur atau faktor genetik atau bila ibu terkena virus TORCH ketika hamil mempunyai risiko gangguan pendengaran lebih tinggi daripada bayi pada umumnya.

  • Tes untuk mendeteksi apakah ada gangguan pendengaran pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan cara:

    1. Oto Acoustic Emission (OAE) dilakukan dengan cara memasangkan earphone di telinga bayi dan diputarkan suara yang tidak bisa kita tangkap. Jika pendengaran bayi normal akan ada pantulan suara yang terefleksi balik di telinga tengah. Tes ini sebaiknya dilakukan pada umur 2 hari atau sebelum 1 bulan.

    2. Branstem, Evoked, Response, Audimetry (BERA) dilakukan bila hasil tes OAE dicurigai mempunyai gangguan pendengaran. Tes ini dilakukan dengan cara memasang alat elektroda di telinga bayi yang sedang tertidur. Alat akan merekam respon otak terhadap suara yang diputar.

  • Bila bayi Anda tidak memiliki risiko gangguan pendengaran tidak ada salahnya Anda juga menguji pendengaran bayi Anda.

  • Berikut ada 4 tes pendengaran yang dapat Anda lakukan kepada bayi Anda:

    1. Pada bayi yang baru lahir Anda dapat membuat suara misalkan dengan bertepuk tangan. Bayi akan kaget sehingga ia menggerakkan kaki dan tangannya (reflek Moro).

    2. Pada umur 3 bulan bagian otak yang membantu pendengarannya mulai lebih aktif. Bayi akan tersenyum ketika mendengar suara Anda. Bahkan mungkin ia akan mulai mengoceh. Anda dapat memanggil namanya, berbicara atau bernyanyi untuknya. Lihatlah bagaimana respon bayi Anda. Jika ia terlihat tidak konsentrasi belum tentu ia mempunyai gangguan pendengaran. Bisa saja ia memerlukan rangsangan lebih.

    3. Menginjak umur 4 bulan, bayi mulai dapat mencari sumber suara. Anda dapat membunyikan alat musik atau barang lainnya bergantian di sisi telinganya. Hati-hati jangan membunyikan terlalu keras dan terlalu dekat di telinganya. Anda juga dapat melakukan permainan dengannya. Keluar dari pandangannya dan panggilah namanya atau mengeluarkan berbagai macam suara. Bayi yang tidak memiliki gangguan pendengaran akan menoleh dan mencari ke sumber suara.

    4. Pada umur 1 tahun bayi mulai dapat mengenali lagu favoritnya. Ia dapat mengucapkan kata-kata tunggal seperti "pa-pa" "ma-ma" atau "ba-ba". Ia akan memberikan respon ketika namanya dipanggil. Bahkan ia sudah dapat menirukan kata-kata yang Anda ucapkan.

  • Advertisement
  • Sering-seringlah bercerita kepada bayi Anda. Berinteraksilah dengannya sehingga ia akan memiliki ikatan yang kuat kepada Anda. Walaupun kita akan kelihatan seperti badut yang berbicara sendiri, ternyata bayi mengerti lho. Ceritakan apa yang Anda lakukan sepanjang hari bersama dengannya. Ketika mandi Anda dapat bercerita tentang apa yang sedang Anda lakukan, misalnya, "yuk kita mandi. Bersihkan tangannya ya." Bahkan Anda dapat bernyanyi atau membacakan buku untuk bayi Anda sedari dini. Sehingga dia memiliki perbendaharaan kata yang banyak ketika nanti dia belajar berbicara. Hindari memberikan gadget untuk membuat dia tenang. Peluklah dia, tentramkan dia dengan suara Anda. Terlalu sering menonton video hanya akan membuat bayi menjadi pasif.

  • Jadilah orangtua yang proaktif dan rajin mencari tahu terutama tentang tumbuh kembang bayi kita. Periksalah milestone bayi kita apakah ia mencapai milestone usianya. Bila ada milestone yang belum ia capai, jangan malu untuk berkonsultasi kepada dokter anak Anda. Adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik banyak bertanya daripada menyesal di kemudian hari.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

4 tes pendengaran yang dapat dilakukan pada bayi Anda

4 hal berikut dapat Anda lakukan untuk skrining pendengaran anak Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr