7 pantangan dalam mendidik anak

Pernahkah Anda merasa terlalu keras dalam mendidik anak Anda? Ada baiknya perhatikan pantangan dalam mendidik anak berikut ini supaya perasaan tersebut dapat teratasi dan Anda menjadi orang tua yang lebih bijak.

1,225 views   |   11 shares
  • Setiap pasangan suami istri tentu memiliki kebahagiaan yang luar biasa ketika kemudian dikaruniai buah hati setelah menikah. Memiliki keturunan merupakan impian setiap orang, namun menjadi seorang ayah ataupun ibu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Banyak sekali para orang tua yang tidak berhati-hati dalam mendidik buah hatinya, yang tanpa disadari justru memberikan pengaruh yang negatif pada diri si anak.

  • Berikut 7 pantangan yang harus Anda hindari dalam mendidik anak:

  • 1. Bicara tidak tepat sasaran

  • Sampaikan maksud yang Anda inginkan atau butuhkan pada saat Anda menegur buah hati ketika perilaku mereka tidak Anda sukai. Komunikasikan secara intensif dengan jelas dan mudah dimengerti oleh anak Anda dan jangan segan untuk mengucapkan terima kasih padanya ketika ia sudah menuruti apa yang Anda katakan. Beberapa orang tua seringkali justru mengalami seakan anak mereka sengaja melakukan apa yang tidak diperbolehkan, hal ini disebabkan karena komunikasi yang disampaikan tidak tepat sasaran karena kurangnya penjelasan secara rinci. Seringkali hanya kata-kata, "Papa/Mama tidak suka bila kamu begini/begitu!" atau " Papa/Mama tidak mau kamu berbuat seperti itu lagi!". Akibatnya anak tidak tahu apa yang diinginkan oleh orang tuanya dan merasa kesal karena tindakannya selalu salah.

  • 2. Ucapan dan tindakan tidak sesuai

  • Anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, dan ia akan sangat menghormati orang-orang yang menepati janji baik itu janji akan hadiah ataupun janji berupa sanksi. Pikirlah terlebih dahulu sebelum Anda berjanji apakah Anda benar-benar bisa menepati janji tersebut. Jika memang ada janji yang tidak bisa Anda penuhi pada buah hati, segeralah minta maaf, dan berikan kesempatan pada anak untuk menentukan apa yang bisa Anda lakukan bersamanya untuk mengganti janji itu.

  • 3. Menjadi pendengar yang buruk

  • Kebanyakan orang tua merupakan pendengar yang buruk bagi anak-anaknya. Seringkali jika terjadi suatu masalah, orang tua lebih suka menyela tanpa mau mendengarkan alasan ataupun asal usul kejadiannya. Sikap seperti ini justru akan membuat anak akan bersikap sama seperti apa yang Anda lakukan, dan ia akan belajar untuk mengabaikan Anda. Jadilah pendengar yang baik, perhatikan setiap ucapannya, tunjukkan bahwa Anda tertarik untuk mendengar setiap persoalan yang dihadapinya.

  • 4. Selalu menuruti permintaan anak

  • Betapapun sayangnya kita pada anak, janganlah memberlakukan pola asuh seperti ini. Rasa sayang kepada anak tidak harus ditunjukkan dengan selalu menuruti apa yang dimintanya. Ajarkan tentang nilai baik dan buruk terhadap sesuatu hal, yang mana benar dan yang salah. Anak yang selalu dituruti keinginannya hanya akan bertumbuh menjadi anak yang egois dan semaunya, semakin hari tuntutannya hanya akan menjadi lebih besar dan orang tua akan kesulitan membendungnya.

  • Advertisement
  • 5. Terlalu banyak larangan

  • Kurangilah sifat perfeksionis Anda sebagai orang tua dalam mendidik anak, sebaliknya berikanlah izin untuknya melakukan hal-hal yang baik dan positif. Bangunlah situasi saling memercayai antara Anda dan anak Anda. Memberikan terlalu banyak larangan pada anak karena mengutamakan kesempurnaan hanya berakibat buruk bagi anak. Pada saatnya anak akan menjadi tidak tahan dan melakukan perlawanan.

  • 6. Menghukum secara fisik

  • Rasa sensitif akan perilaku anak yang berbuat kesalahan akan cenderung muncul ketika orang tua dalam kondisi emosi, biasanya dimulai dengan suara yang keras, lalu kemudian akan meningkat menjadi tindakan fisik yang menyakiti anak. Percaya atau tidak, anak akan meniru tindakan orang tuanya yang suka memukul, anak yang suka memukul temannya pada umumnya adalah anak yang sering dipukuli di rumahnya.

  • 7. Menunda hukuman

  • Jika Anda menjanjikan sanksi sebagai konsekuensi terhadap suatu perbuatan yang dilarang, jangan menunggu waktu yang terlalu lama, menunda atau bahkan membatalkan karena alasan lupa atau kasihan. Jalankan kesepakatan yang sudah Anda buat dengan anak Anda, menunda atau membatalkan akan berakibat anak bertendensi untuk melanggar kembali karena menganggap orang tuanya tidak konsisten. Jika Anda merasa kasihan Anda dapat mengurangi bobot sanksi yang diberikan dengan pengurangan bobot kesukaan mereka seperti jam menonton tv atau bermain video game.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

7 pantangan dalam mendidik anak

Pernahkah Anda merasa terlalu keras dalam mendidik anak Anda? Ada baiknya perhatikan pantangan dalam mendidik anak berikut ini supaya perasaan tersebut dapat teratasi dan Anda menjadi orang tua yang lebih bijak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr