Anak saya dipukul temannya. Apa yang harus saya lakukan?

Jangan keburu emosi. Ini cara menghadapi perkelahian antara anak-anak

2,464 views   |   18 shares
  • Pasti sedih rasanya melihat buah hati kesayangan dipukul oleh temannya. Sebagai orangtua kita kadang khawatir jika memarahi si pelaku, takutnya orangtua yang bersangkutan tidak akan terima. Untuk itu, sebaiknya apa yang harus kita lakukan agar si pelaku menyadari kesalahannya, tetapi hubungan di antara orangtua tetap terjalin dengan baik?

  • 1. Cari tahu akar perselisihan

  • Pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu apa sebetulnya alasan si pelaku melakukan pemukulan. Dibutuhkan kesabaran karena yang kita hadapi adalah anak-anak, jangan melakukan interogasi dengan memberikan ancaman agar si pelaku bersedia menyampaikan permasalahan sebenarnya dengan jujur.

  • 2. Lihat dari sudut pandang anak

  • Lepas dari siapa yang benar atau salah cobalah untuk memahami situasi permasalahan dari sudut pandang anak. Anak-anak bertengkar sebetulnya adalah hal yang wajar, mereka sedang berusaha memahami bagaimana berinteraksi sosial.

  • 3. Pertimbangkan perasaan si pelaku

  • Sebagai korban tentu saja Anda tidak terima. Akan tetapi, apa iya Anda akan menghukum si pelaku dengan cara yang sama seperti yang ia lakukan kepada anak Anda? Sebagai orangtua dalam menyikapi persoalan semacam ini Anda jangan menilainya sebagai sebuah tindakan kejahatan. Sebaliknya, pertimbangkan perasaan si pelaku, karena ia masih memiliki kesempatan untuk mengubah kebiasaan buruknya dan menjadi pribadi yang lebih baik melalui nasihat.

  • 4. Jangan pernah melakukan kekerasan fisik kepada anak

  • Meskipun Anda kesal dengan tingkah laku si pelaku, tetapi sebagai orang dewasa Anda harus bisa mengendalikan emosi. Jangan sampai tiba-tiba Anda melakukan kekerasan fisik karena hukum dapat menjerat Anda dengan tuduhan melakukan kekerasan fisik kepada anak di bawah umur.

  • 5. Jalin komunikasi dengan si pelaku

  • Anak-anak seringkali tidak menyadari perbuatan yang telah dilakukannya benar atau salah. Oleh karena itu, ketika suasana sudah tenang cobalah jalin komunikasi dengan si pelaku. Tunjukkan suasana yang bersahabat dan gali permasalahan yang sedang terjadi agar Anda bisa memberikan nasihat yang diperlukan.

  • 6. Kerja sama dengan orangtua si pelaku

  • Sadari bahwa tidak ada satu pun orangtua yang baik senang melihat buah hatinya melakukan kekerasan pada orang lain. Jadi, alih-alih memarahi si pelaku cobalah berdiskusi dan membahas perilaku si anak dengan orangtuanya. Biarkan orangtua yang bersangkutan yang memberikan hukuman.

  • 7. Kerja sama dengan guru di sekolah

  • Advertisement
  • Jika peristiwa pemukulan terjadi di lingkungan sekolah, maka libatkan guru-guru di sekolah untuk menegur si pelaku. Kadang memang dibutuhkan syok terapi dari para guru agar perbuatan yang sama tidak diulanginya lagi.

  • Bila orang dewasa yang berbuat kekerasan sangat mudah untuk mengetahui motifnya, tetapi untuk mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak-anak menggunakan cara orang dewasa tentu saja tidak relevan. Semoga kesabaran dan kebijaksanaan kita sebagai orangtua mampu membantu anak-anak untuk hidup rukun dan saling mengasihi satu sama lain tanpa paksaan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Anak saya dipukul temannya. Apa yang harus saya lakukan?

Jangan keburu emosi. Ini cara menghadapi perkelahian antara anak-anak
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr