Pantau tumbuh kembang buah hati dengan cerdas dan mudah

Apa saja yang perlu Anda lakukan dalam memantau tumbuh kembang anak tanpa bertanya pada dokter?

237 views   |   1 shares
  • "Anak kamu sudah bisa jalan belum?"

  • "Anaknya si A sudah bisa jalan lho. Anaknya umurnya lebih kecil kan dari anakmu?"

  • "Bayi mu kecil tuh. ASI nya tidak cukup kali."

  • "Si X ngomongnya pakai Bahasa Inggris lho. Anak kalian tidak mau diajarin Bahasa Inggris juga?"

  • "Bawa ke dokter lah anakmu itu. Periksa kenapa kok sakit mulu."

  • "Memang ASI-nya masih cukup? Gak mau ditambah susu untuk tambah nutrisi?"

  • Kalimat-kalimat di atas hanyalah perwakilan dari pelbagai lontaran dari orang-orang sekitar kepada kita para Ibu. Ada yang bisa ditanggapi dengan senyuman hangat atau senyuman ketus, adapula kalimat-kalimat yang bisa mengena di hati dan terbawa-bawa sampai berhari-hari, seperti anaknya kecil, kurang kali ASInya, kok sakit mulu, dll. Ucapan-ucapan yang mungkin karena peduli namun tak jarang membuat kita mempertanyakan diri sendiri, apakah sebagai Ibu sudah mengambil keputusan yang tepat untuk memberi ASI, apakah sebagai Ibu sudah mendidik dan mengajari anak dengan baik sehingga akhirnya mulai membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain. Ujung-ujungnya kita memaksa anak kita harus sama seperti anak lain. Memaksa dia untuk makan lebih banyak, memaksa dia untuk duduk atau berjalan, atau mulai melatih dia berbahasa asing dan mengakibatkan anak kita stres. Padahal setiap anak memiliki keunikan dan talentanya masing-masing. Setiap anak mempunyai pola pertumbuhannya sendiri. Tidak adil jika kita memaksakan kehendak dan pola kita kepadanya.

  • Daripada kita stres terhadap apa kata orang, lebih baik kita memperlengkapi diri kita dengan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak. Tidak ada salahnya bila kita terus belajar sehingga kita tidak mudah panik dan mengurangi kunjungan ke dokter, selain karena biaya mahal, di rumah sakit itu justru banyak virus.

  • - Rajinlah membaca dan mencari tahu tentang tumbuh kembang anak

  • Selama hamil, saya suka membaca berbagai buku yang berisi informasi tentang cara merawat bayi, apa yang akan ia lakukan dalam 0-12 bulan, atau buku tentang ASI eksklusif. Saya juga senang membaca artikel, bahkan sampai saat ini ketika anak saya sudah 1 tahun. Jika menemukan artikel menarik saya biasanya juga memberikan pada suami sehingga dia juga memahami tumbuh kembang bayi kami. Ilmu-ilmu inilah yang menjadi bekal kami sehingga kami tidak perlu sering-sering mengunjungi dokter.

  • - Gabung dengan milis atau forum

  • Banyak sekali milis atau forum ibu-ibu di internet. Daripada hanya membaca berita gosip, ada baiknya jika Anda mengikuti forum tumbuh kembang anak. Banyak sekali ilmu, pengalaman yang dapat kita ikuti di situ. Misalnya saja ada thread tentang "Home Treatment" ini berisi informasi apa yang bisa kita lakukan ketika anak kita sakit dengan treatment di rumah. Selain ilmu, kita juga bisa membaca pengalaman dan cerita dari berbagai kasus di forum itu. Kita juga bisa saling mendukung lho.

  • Advertisement
  • - Sosial media

  • Di sosial media seperti Twitter atau Facebook, banyak akun-akun yang bisa Anda ikuti untuk memperlengkapi diri Anda. Misalnya @ayahasi, @drOei, dll. Anda bisa search tentang tumbuh kembang bayi di facebook atau artikel. Seperti baru-baru ini saya menemukan artikel tentang alergi pada anak yang menarik di facebook. Saya mendapatkan pencerahan ketika membacanya, tanpa harus bertanya kepada dokter. Ini jika kasusnya tidak perlu konsultasi ke dokter ya.

  • - Timbangan dan ukuran meteran

  • Anda bisa menimbang dan mengukur tinggi anak Anda tanpa harus ke rumah sakit jika Anda memiliki timbangan dan meteran di rumah. Bila Anda tidak memiliki meteran, Anda bisa saja menggunakan tali atau pita untuk mengukurnya lalu diukurkan di penggaris. Anda juga bisa menimbang bayi Anda di timbangan biasa. Caranya Anda menimbang diri Anda sendiri, lalu gendong bayi Anda dan kurangi hasilnya. Selisihnya adalah berat anak Anda.

  • Nah, langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah menyadari bahwa setiap anak berbeda. Ada anak yang hidup untuk makan, ada yang makan untuk hidup. Ada anak yang memang pembawaannya mungil ada yang pembawaannya tinggi besar. Anak laki-laki juga berbeda dengan anak perempuan. Karakter dan temperamen anakpun berbeda-beda. Hal yang terpenting adalah anak kita sehat dan milestonenya sesuai dengan umurnya. Jika Anda menemukan milestone yang telat jauh dari umurnya, tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi pada dokter.

  • Berikut beberapa referensi tentang tumbuh kembang anak :

    1. Tahapan tumbuh dan kembang pada bayi laki-laki
    2. Pedoman tahapan tumbuh kembang pada bayi usia 1 hingga 12 bulan
    3. Pesatnya tumbuh kembang bayi usia 0 hingga 6 bulan
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Pantau tumbuh kembang buah hati dengan cerdas dan mudah

Apa saja yang perlu Anda lakukan dalam memantau tumbuh kembang anak tanpa bertanya pada dokter?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr