Masih wajarkah nyeri haid Anda setiap bulan? Ini cara mengetahuinya

Nyeri berlebihan saat haid bisa jadi gejala penyakit yang dampaknya fatal jika tak segera ditangani

1,110 views   |   5 shares
  • Nyeri haid adalah sesuatu yang umum dialami oleh wanita di hari-hari pertamanya, setiap bulan. Seperti dilansir CNN Indonesia, survei tahun 2009 menemukan sebanyak 72 persen perempuan Indonesia mengalami masalah kewanitaan dan 62 persen di antaranya adalah nyeri haid.

  • Susan Brill, MD, direktur divisi kesehatan remaja di RS Universitas Saint Peter, New Jersey, bahkan menjelaskan bahwa nyeri yang dapat hilang setelah mengonsumsi painkillers biasanya bukan tanda penyakit serius. Sebab, rasa nyeri yang membuat bagian perut dan pinggang terasa begitu sakit normal itu terjadi karena proses ilmiah yang terjadi dalam tubuh. Rasa itu muncul ketika tubuh melepaskan hormon prostaglandin yang bekerja merangsang kontraksi otot yang diperlukan untuk meluruhkan dinding rahim. Mudahnya, otot rahim mendorong darah turun ke bawah.

  • Namun, Mary Jane Minkin, MD, profesor klinis kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas Yale menjelaskan; nyeri haid atau yang biasa disebut dismenorea ada dua macam, yaitu dismenorea primer dan sekunder. Dismenorea primer disebabkan faktor ketidakseimbangan hormon steroid seks. Dan biasanya terjadi mulai dari nyeri ringan atau berat pada perut bagian bawah sampai bokong dan paha.

  • Selain itu, ada juga gangguan lainnya seperti mual, muntah dan gangguan buang air besar. Disebut normal jika nyeri ini terjadi di hari pertama dan kedua, tidak berlanjut hingga hari terakhir.

  • Nah, yang tidak wajar disebut dismenorea sekunder. Sebab terjadi karena adanya penyakit lain. Biasanya gejala ini terjadi karena ada masalah organik. Biasanya kelainan organ di bagian pelvis. Bisa jadi fibroid, endometriosis (masuknya darah yang meluruh ke dalam perut, dan radang panggul) atau PID (Pelvic Inflammatory Disease).

  • FIBROID

  • Ciri khasnya: Darah yang keluar terlalu banyak hingga 'banjir'. Beberapa wanita mengalami menstruasi yang berlangsung hingga berminggu-minggu, kadang-kadang tanpa jeda nyata antar periode haid. Yang disebut Fibroid, menurut dr. Brill, adalah tumor non-kanker yang tumbuh dari dalam atau pada dinding otot rahim, istilah lainnya adalah miom. Biasanya terjadi di usia 30-40 tahun.

  • Dalam beberapa kasus indikasi pertama adanya fibroid adalah kesulitan untuk hamil (infertilitas) atau memertahankan kehamilan (keguguran). Aliran darah yang berkurang membuat dinding rahim tidak kondusif untuk perkembangan embrio. Penyebab pasti fibroid tidak diketahui namun diduga terkait dengan hormon estrogen. Risiko fibroid tampaknya diwariskan dalam keluarga meskipun gaya hidup dan diet juga turut berperan. Wanita yang kelebihan berat badan memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi sehingga risiko fibroid juga lebih tinggi. Wanita yang telah memiliki anak berisiko lebih rendah. Semakin sering hamil, semakin rendah risikonya.

  • Advertisement
  • ENDOMETRIOSIS

  • Ciri khasnya: Nyeri terus-terusan dan mendalam terjadi hingga hari-hari terakhir menstruasi. Naturopatic dari Australia, Dr. Lara Briden mengatakan, "waktu" inilah tanda peringatan yang harus diperhatikan. Selain itu, gejala umumnya nyeri panggul kronis, nyeri menstruasi, nyeri saat bersanggama atau nyeri saat buang air besar.

  • Endometriosis sendiri merupakan penyakit kronik di mana jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim ditemukan tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Jaringan ini membentuk lesi endometrium yang sangat sering ditemukan pada indung telur dan semua organ di dalam panggul wanita.

  • Gejala endometriosis biasanya sudah bisa terjadi pada saat remaja putri pertama kali mendapatkan menstruasi. Bila tidak segera diobati, nyeri haid endometriosis akan semakin parah dan ukurannya terus membesar hingga si penderitanya kesulitan mendapatkan keturunan. Sayangnya jarang yang memperhatikan dan melakukan pemeriksaan, sebab nyeri haid di usia remaja amat umum terjadi.

  • PELVIC INFLAMMATORY DISEASE (PID)

  • Ciri khasnya: Nyeri di perut bagian bawah, demam, cairan keputihan yang tidak biasa dengan bau tak sedap, sensasi terbakar (pedih atau panas) ketika buang air kecil juga pendarahan di antara periode menstruasi. Namun memang nyerinya tidak separah endometriosis atau fibroid.

  • Menutur Dr. Brill, PID biasanya disebabkan bakteri dari penyakit kelamin menular seperti chlamydia atau gonorrhea yang tak langsung diatasi. Meski tak menutup kemungkinan, bisa juga terjadi bukan karena hubungan seksual. Sayangnya, karena gejala tidak spesifik, orang biasanya tidak tahu bahwa dirinya terinfeksi hingga bakteri telah menyebar.

  • Karena itu penting sekali diingat jika remaja mengeluh sakit perut saat haid, orangtua perlu waspada. Atasi sejak dini. Sayangnya, nyeri haid sering disepelekan karena dianggap akan hilang dengan sendirinya saat sudah menikah atau memiliki anak padahal kalau tidak diobati, tumor atau penyakit yang tadinya masih kecil dan bisa diobati, malah dibiarkan hingga akhirnya terjadi perlengketan, kista dan sulit mendapat keturunan.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Masih wajarkah nyeri haid Anda setiap bulan? Ini cara mengetahuinya

Nyeri berlebihan saat haid bisa jadi gejala penyakit yang dampaknya fatal jika tak segera ditangani
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr